Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) https://ejournal.unib.ac.id/JurnalVokasiKeperawatan <p><strong>Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) </strong>includes the publication of lecturer and student research results related to nursing and health sciences. The fields of nursing include surgical Medical Nursing, Maternity Nursing, Child Nursing, Mental Nursing, Family Nursing, Gerontik Nursing, Nursing Management, and other Health Sciences. This journal is published by <strong>UNIB Press. </strong></p> Universitas Bengkulu en-US Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) 2654-511X <span>Authors retain copyright and grant Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) right of first publication with the work simultaneously licensed under a</span><a href="https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/" target="_blank"> Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) license</a><span>, </span><span>that allows others to freely share and remix the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in jurnal vokasi keperawatan (JVK).</span> Hubungan Tingkat Kecerdasan Emosional dengan Refusal Skills pada Remaja https://ejournal.unib.ac.id/JurnalVokasiKeperawatan/article/view/45958 <p><strong>Pendahuluan:</strong>&nbsp;Masa remaja merupakan fase krusial yang rentan terhadap tekanan sosial dan perilaku berisiko. Pada tahap ini, remaja menghadapi berbagai tantangan emosional dan sosial sehingga kemampuan mengelola emosi dan mengontrol diri menjadi penting untuk mencegah tindakan berisiko. Kecerdasan emosional membantu remaja mengatur emosi dan menghadapi tekanan, sementara kemampuan menolak (<em>refusal skills</em>) diperlukan untuk bersikap tegas terhadap ajakan negatif. Emosi memengaruhi pengambilan keputusan, sehingga pengaturan emosi yang baik berkontribusi pada keputusan yang lebih sehat. Penelitian sebelumnya menunjukkan banyak remaja masih kesulitan mengelola emosi, yang berdampak pada rendahnya kemampuan mereka dalam menolak ajakan negatif. <strong>Tujuan:</strong>&nbsp;Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara kecerdasan emosional dan <em>refusal skills</em>. <strong>Metode:</strong>&nbsp;Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional serta pendekatan <em>cross-sectional</em>. Sebanyak 268 siswa dipilih secara menggunakan <em>Stratified Random Sampling</em>. Data dikumpulkan menggunakan Skala SSEIT untuk mengukur kecerdasan emosional dan Skala STLA-MP untuk mengukur&nbsp;<em>refusal skills</em>. Analisis korelasi menggunakan uji korelasi <em>Spearment’s Rank Correlation Coefficient</em> karena data tidak berdistribusi normal. Penelitian ini juga mematuhi prinsip etika seperti persetujuan sukarela dan kerahasiaan data. <strong>Hasil:</strong>&nbsp;Analisis uji korelasi menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan namun lemah antara kecerdasan emosional dan&nbsp;<em>refusal skills</em>&nbsp;(r=0,258, p&lt;0,001). <strong>Kesimpulan:</strong>&nbsp;Terdapat hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan emosional dan&nbsp;<em>refusal skills</em>&nbsp;pada remaja, meskipun kekuatan hubungannya tergolong lemah. Temuan ini menekankan pentingnya pengembangan kecerdasan emosional untuk memperkuat kemampuan remaja dalam menolak perilaku berisiko.</p> Ismi Siti Sa'adah Reni Nuryani Sri Wulan Lindasari Copyright (c) 2025 Ismi Siti Sa'adah, Reni Nuryani, Sri Wulan Lindasari https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-05 2025-12-05 8 2 171 183 10.33369/jvk.v8i2.45958 Hubungan Self Awareness dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Pada Mahasiswa Keperawatan Universitas X https://ejournal.unib.ac.id/JurnalVokasiKeperawatan/article/view/45957 <p><strong>Pendahuluan :</strong> Mahasiswa keperawatan menghadapi tuntutan akademik yang tinggi, sehingga dapat menyebabkan <em>burnout. Self awareness</em> merupakan kemampuan individu untuk memahami dan menilai diri sendiri secara baik serta mendalam. Pada mahasiswa keperawatan, rendahnya <em>self awareness</em> dapat berdampak pada kesulitan mengelola stres akademik, menurunnya motivasi belajar sehingga menyebabkan pencapaian akademik yang kurang optimal<em>. </em><strong>Metode </strong>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan dua antara <em>self awareness</em> dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) pada mahasiswa keperawatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian berjumlah 466 mahasiswa angkatan 2022, 2023 dan 2024 dengan jumlah sampel terdiri dari 215 mahasiswa yang dipilih dengan teknik <em>proportionate</em> <em>stratified random sampling. </em>Data&nbsp; diperoleh menggunakan kuesioner <em>self-awareness, </em>sedangkan data IPK diperoleh melalui <em>self-report</em> dan data data akademik kampus. Analisis dilakukan menggunakan JASP. &nbsp;<strong>Hasil :</strong> <em>self-awareness</em> pada kategori sedang (51,2%), dan mayoritas memiliki IPK dalam kategori <em>cumlaude</em> (82,8%). Uji <em>Spearman’s rho</em> menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara <em>self-awareness</em> dan IPK (r = 0,224; p &lt; 0,001), yang berarti semakin tinggi tingkat <em>self-awareness</em> maka semakin tinggi pula IPK yang diperoleh, meskipun kekuatan hubungan tergolong lemah. <strong>Pembahasan :</strong> Penelitian ini menyimpulkan bahwa <em>self-awareness</em> berperan dalam pencapaian prestasi akademik mahasiswa keperawatan, namun masih dipengaruhi oleh faktor lain. Oleh karena itu, institusi pendidikan disarankan untuk mengembangkan program yang dapat meningkatkan <em>self-awareness</em> mahasiswa</p> Ila Asyifa Purnama Diding Kelana Setiadi Amanda Puspanditaning Sejati Copyright (c) 2025 Ila Asyifa Purnama, Diding Kelana Setiadi, Amanda Puspanditaning Sejati https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-21 2025-12-21 8 2 184 196 10.33369/jvk.v8i2.45957 Pengaruh Edukasi Konsumsi Pangan Lokal Terhadap Perubahan Pengetahuan Dan Asupan Gizi Pada Pekerja Wanita https://ejournal.unib.ac.id/JurnalVokasiKeperawatan/article/view/45936 <p>Latar Belakang: Anemia masih menjadi masalah kesehatan pada pekerja wanita di Indonesia dan berkaitan dengan rendahnya pengetahuan gizi serta konsumsi pangan mengandung zat besi. Edukasi berbasis pangan lokal berpotensi meningkatkan perilaku konsumsi dan mendukung perbaikan asupan gizi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh edukasi konsumsi pangan lokal terhadap perubahan pengetahuan dan asupan gizi pada pekerja wanita dengan anemia. Metode: Penelitian quasi-eksperimen ini melibatkan 44 pekerja wanita anemia ringan dan menilai pengetahuan, pola konsumsi pangan lokal, serta asupan gizi melalui kuesioner, survei konsumsi pangan tujuh hari, dan pemeriksaan hemoglobin dengan intervensi edukasi konsumsi pangan lokal selama 12 minggu pada kelompok perlakuan. Analisis menggunakan uji beda antar kelompok dan uji beda <em>pre–post</em> dilakukan untuk melihat pengaruh intervensi terhadap perubahan pengetahuan dan asupan gizi. Hasil: Intervensi edukasi secara signifikan meningkatkan skor pengetahuan, frekuensi konsumsi pangan lokal, serta asupan energi, protein, dan zat besi pada kelompok perlakuan dibandingkan kelompok kontrol, perbedaan antar kelompok terbukti bermakna secara statistik (p&lt;0,05). Kesimpulan: Edukasi gizi berbasis pangan lokal efektif meningkatkan perilaku konsumsi dan asupan gizi pekerja wanita sehingga mendukung perbaikan status gizi dan penanggulangan anemia.</p> Miratul Haya Fera Widyanti Copyright (c) 2025 Miratul Haya, Fera Widyanti https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-05 2025-12-05 8 2 130 140 10.33369/jvk.v8i2.45936 Pengaruh Penyuluhan Kesehatan P3K Lalu Lintas Terhadap Tingkat Keterampilan Anggota PMR di Pondok Pesantren Madrasah Aliyah Muslimin Indonesia Center Samarinda https://ejournal.unib.ac.id/JurnalVokasiKeperawatan/article/view/45852 <p>Kejadian gawat darurat seperti kecelakaan lalu lintas sering terjadi tiba-tiba dan dapat menyebabkan cedera berat hingga kematian, sehingga diperlukan pertolongan pertama yang cepat dan tepat. Namun, kemampuan pertolongan pertama masyarakat, termasuk anggota Palang Merah Remaja (PMR), masih terbatas terutama dalam penanganan trauma muskuloskeletal seperti fraktur yang membutuhkan tindakan balut bidai untuk mencegah komplikasi. Penelitian ini bertujuan menelaah dampak penyuluhan kesehatan P3K lalu lintas pada tingkat keterampilan anggota Palang Merah Remaja (PMR) di Pondok Pesantren Madrasah Aliyah Muslimin Indonesia Center Samarinda. Metode penelitian yang diterapkan ialah pra-eksperimen pada susunan <em>one group pretest-posttest</em> yang mengaitkan 19 partisipan, ditetapkan melalui teknik <em>purposive sampling</em>. Pengumpulan data dilaksanakan melalui cara observasi pada tahap <em>pretest</em> dan <em>posttest</em> setelah peserta menerima penyuluhan melalui media <em>PowerPoint</em>, <em>leaflet</em>, demonstrasi, serta simulasi terarah. Analisa data memakai uji statistik <em>Wilcoxon Signed Rank Test</em>. Temuan studi memperlihatkan sebelum kegiatan tersebut, sebagian besar responden berada pada tingkat cukup terampil (68,4%), sedangkan sesudahnya meningkat menjadi kategori terampil (73,7%). Hasil uji statistik mengindikasikan terdapat peningkatan dalam keterampilan sesudah diberikan penyuluhan, pada skor <em>p</em> sejumlah 0,000 (&lt;0,05). &nbsp;Perolehan ini memperkuat bahwasannya penyuluhan kesehatan pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas serta praktik balut bidai memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan anggota palam merah remaja di Pondok Pesantren Madrasah Aliyah Muslimin Indonesia Center Samarinda.</p> Herdianti Rodiana Elvina Regina Nur Azizah Kartika Setia Purdani Rinda Kurniawati Copyright (c) 2025 Herdianti Herdianti, Rodiana Elvina, Regina Nur Azizah, Kartika Setia Purdani, Rinda Kurniawati https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-21 2025-12-21 8 2 162 170 10.33369/jvk.v8i2.45852 Hubungan Kecemasan dengan Nyeri Tension Type Headache pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Palaran https://ejournal.unib.ac.id/JurnalVokasiKeperawatan/article/view/45799 <p style="font-weight: 400;"><strong>Latar Belakang Masalah: </strong>Hipertensi, sering disebut sebagai "silent killer," dapat menyebabkan berbagai komplikasi, termasuk nyeri kepala. <em>Tension Type Headache</em> (TTH) adalah jenis nyeri kepala yang umum dan berpengaruh pada kualitas hidup. Kecemasan, yang dipicu oleh faktor psikososial, juga berkontribusi terhadap intensitas nyeri pada pasien hipertensi. Namun, penelitian mengenai hubungan antara kecemasan dan TTH pada pasien hipertensi masih terbatas. <strong>Tujuan:</strong> Untu menganalisis hubungan kecemasan dengan nyeri <em>tension type headache</em> pada pasien hipertensi di Puskesmas Palaran Samarinda. <strong>Metodologi:</strong> Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan crossectional. Jumlah sammpel dalam penelitian ini adalah 170 penderita hipertensi yang mengalami nyeri <em>tensiontype headache</em>, instrumen yang digunakan berupa kuesioner <em>zung self anxiety rating scale</em>untuk mengukur kecemasan dan <em>numeric rating scale </em>untuk mengukur nyeri <em>tension type headache</em>. <strong>Hasil:</strong> Uji analisis statistik dengan <em>spearman Rho</em> menunjukkan hasil <em>p-value</em> 0,001 (<em>p&lt;0,05</em>) artinya ada hubungan signifikan kecemasan dengan nyeri <em>tension type headache</em> nilai koefisien korelasi didapatkan 0,178 dalam artian korelasi yang <u>cukup</u> <strong>Saran:</strong> Peneliti selanjutnya diharapkan untuk melakukan studi lanjutan dengan sampel yang lebih besar dan mempertimbangkan variabel lain, serta mengembangkan dan menguji metode intervensi yang efektif untuk mengurangi kecemasan dan nyeri pada pasien TTH.</p> Shalsa Amirah Thomas Ari Wibowo Ulfatul Muflihah Copyright (c) 2025 Shalsa Amirah; Thomas Ari Wibowo, Ulfatul Muflihah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-05 2025-12-05 8 2 122 129 10.33369/jvk.v8i2.45799 Studi Fenomenologi : Pengalaman Perawat dalam Menangani Kegawatdaruratan Asfiksia pada Bayi Baru Lahir di Rumah Sakit Daerah X Jember https://ejournal.unib.ac.id/JurnalVokasiKeperawatan/article/view/45137 <p><strong>Latar belakang :</strong> Sekitar 3% atau 3,8 juta bayi yang lahir setiap tahunnya di vonis mengalami asfiksia, dan 1 juta di antaranya meninggal karena kasus ini. Kasus asfiksia ini menjadi kasus penyebab kematian anak tertinggi kedua di Indonesia. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis lebih dalam mengenai pengalaman perawat yang menangani kasus asfiksia ini. <strong>Metode :</strong> Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang melibatkan 8 partisipan dari Ruang Perinatologi Rumah Sakit Daerah X. Pengumpulan data dalam penelitian ini melalui metode wawancara mendalam dan di analisis menggunakan tehnik <em>Interpretative Phenomenological Analysis</em> (IPA) untuk mengidentifikasi dan memberi gambaran tentang pengalaman perawat dalam penanganan kegawatdaruratan asfiksia. <strong>Hasil :</strong> Penelitian menunjukkan bahwa makna dari pengalaman bagi perawat menggambarkan situasi yang kompleks, mulai dari tantangan fisik dan emosional. Penelitian ini menghasilkan 4 tema yaitu Mampu beradaptasi dalam situasi darurat neonatal; Dinamika perasaan perawat dalam penanganan bayi asfiksia; Kondisi Klinis dalam Penanganan Kegawatdaruratan Asfiksia Neonatal; Strategi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. <strong>Kesimpulan :</strong> Studi ini menunjukkan betapa pentingnya keterampilan, pengetahuan, dan kesiapan mental saat menghadapi kasus gawat darurat seperti asfiksia neonatal untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan mengurangi angka kematian bayi.</p> Widiya Ratnasari Zainal Munir Copyright (c) 2025 Widiya Ratnasari, Zainal Munir https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-05 2025-12-05 8 2 141 151 10.33369/jvk.v8i2.45137 Pengaruh Music Movement Therapy Dan Metode Bobath Terhadap Peningkatan Kemampuan Aktivitas Harian Pada Pasien Stroke https://ejournal.unib.ac.id/JurnalVokasiKeperawatan/article/view/44239 <p>Stroke merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadi masalah kesehatan global. Stroke atau <em>cerebrovascular accident</em> dapat terjadi akibat iskemia, emboli, atau perdarahan. Dampak paling umum dari stroke adalah hemiparesis atau kelemahan pada salah satu sisi tubuh akibat menurunnya kekuatan otot, penderita stroke yang mengalami hemiparesis akan menyebabkan ketergantungan total maupun parsial dalam melakukan aktivitas hariannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari kombinasi intervensi <em>music movement therapy </em>dan metode bobath terhadap peningkatan kemampuan aktivitas harian pada pasien stroke. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan desain <em>pre-eksperimen</em> menggunakan rancangan <em>one group pre-test</em> dan <em>post-test</em>. Sampel dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em> dengan total 31 responden, pengumpulan data <em>pre test</em> dan <em>post test</em> menggunakan kuesioner <em>barthel indeks</em> untuk menilai 10 kemampuan aktivitas harian. Intervensi dilakukan selama 2 minggu, dengan frekuensi 4 kali pertemuan setiap minggu, setiap pertemuan dilakukan selama 25 menit. Hasil uji <em>Wilcoxon</em> menunjukkan nilai <em>p-value</em> 0.000 (p ≤ α 0.05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dari pemberian kombinasi <em>music movement therapy </em>dan metode bobath terhadap peningkatan kemampuan aktivitas harian pasien stroke.</p> Reska Multia Nengsih Mardiani Hendri Heriyanto Husni Copyright (c) 2025 Reska Multia Nengsih, Mardiani, Hendri Heriyanto, Husni https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-07 2025-12-07 8 2 152 161 10.33369/jvk.v8i2.44239 Studi Etnofarmakologi Tanaman Obat yang Digunakan Oleh Penyehat Tradisional Untuk Mengatasi Diare Di Kecamatan Air Napal Kabupaten Bengkulu Utara https://ejournal.unib.ac.id/JurnalVokasiKeperawatan/article/view/43080 <p>Etnofarmakologi merupakan kajian yang membahas&nbsp;penggunaan tumbuhan sebagai obat dengan efek farmakologi pada kelompok masyarakat. Penyehat tradisional Kecamatan Air Napal Kabupaten Bengkulu Utara secara turun menurun telah&nbsp;menggunakan beberapa jenis tumbuhan untuk menangani diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui famili, bagian tanaman dan cara pengelolaan tanaman obat yang digunakan penyehat tradisional di Kecamatan Air Napal Kabupaten Bengkulu Utara untuk menangani diare. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan menggali informasi menggunakan lembar wawancara pada 10 orang penyehat tradisional dari teknik <em>total sampling. </em>Hasil studi diperoleh informasi dari 10 penyehat tradisional terdapat 11 spesies (jenis) tanaman obat yang digunakan menangani diare. Jenis tanaman yang digunakan diantaranya: sawo jambu biji, jarak pagar, temu putih, beluntas<em>, </em>bandotan, pisang kepok, gambir<em>, </em>kunyit, kencur, dan bawang merah. Famili tanaman tersebut yaitu <em>Myrtaceae, Euphorbiaseae, Sapotaceae, Zingiberaceae, Asteraceae, Musaceae, Rubiaceae, Amaryllidaceae</em>. Famili yang paling banyak digunakan yaitu famili <em>Myrtaceae</em> sebanyak 25%. Bagian tanaman yang digunakan oleh penyehat tradisional adalah daun, buah, getah, umbi. Cara pengelolaan tanaman untuk menangani diare oleh penyehat tradisional diantaranya dicincang, diparut, dilayukan, dibakar dan direbus. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tanaman yang digunakan oleh penyehat tradisional untuk menangani diare di Kecamatan Air Napal Kabupaten Bengkulu Utara 25% dari family Myrtaceae, paling banyak digunakan adalah 54,16% bagian daun tanaman, dan cara pengolahan tanaman sebanyak 25% dengan cara direbus.</p> Morin Anggrainy Suci Rahmawati Ikhsan Yetti Purnama Oky Hermansyah Copyright (c) 2025 Suci Rahmawati, Oky Hermansyah, Ikhsan, Yetti Purnama, Oky Hermansyah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-06-30 2025-06-30 8 2 75 86 10.33369/jvk.v8i1.43080 FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU MELAKUKAN IMUNISASI LENGKAP https://ejournal.unib.ac.id/JurnalVokasiKeperawatan/article/view/42937 <p>Angka kematian balita di Indonesia mencapai 22,17 per 1.000 kelahiran hidup (2021), menegaskan pentingnya imunisasi sebagai upaya pencegahan, meskipun cakupan imunisasi dasar lengkap menurun menjadi 57,9% dengan disparitas antara perkotaan (61,5%) dan pedesaan (53,8%). Peran ibu sebagai pengambil keputusan utama sangat krusial, di mana pengetahuan, tingkat pendidikan, akses layanan kesehatan, dan dukungan keluarga menjadi faktor penentu utama. Rendahnya pendidikan ibu dan kesibukan kerja sering kali menghambat pemahaman tentang pentingnya imunisasi, sementara mitos seputar vaksin dan kurangnya sosialisasi dari tenaga kesehatan memperparah masalah ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan menyebarkan kuesioner kepada 30 ibu balita di Posyandu B24 Desa Kaliwining untuk mengidentifikasi faktor dominan yang mempengaruhi kelengkapan imunisasi. Hasil analisis menunjukkan ada beberapa faktor yang mempengaruhi ibu melakukan imunisasi lengkap pada balitanya. Beberapa faktor tersebut yaitu sebagian besar ibu bekerja (97%), pendidikan terakhir SD ( 33%) dan pengetahuan kurang ( 33%). Hasil analisis diharapkan dapat menjadi dasar intervensi berbasis bukti guna meningkatkan cakupan imunisasi melalui strategi edukasi yang tepat sasaran, peningkatan akses layanan kesehatan, dan penguatan peran keluarga.</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p>&nbsp;</p> Rosyidah Alfitri Emi Dwi Hayati Copyright (c) 2025 Rosyidah Alfitri, Emi Dwi Hayati https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-07-10 2025-07-10 8 2 87 93 10.33369/jvk.v8i1.42937 PENGARUH PSIKOEDUKASI BERPIKIR POSITIF TERHADAP KECEMASAN AKADEMIK MAHASISWA DALAM MENGHADAPI UJIAN PRAKTIK LABORATORIUM https://ejournal.unib.ac.id/JurnalVokasiKeperawatan/article/view/41962 <p><strong>Pendahuluan:</strong> Kecemasan akademik sering kali mengganggu mahasiswa, terutama saat ujian praktik laboratorium. kecemasan akademik tersebut dapat menghambat konsentrasi dan mempengaruhi hasil ujian. Psikoedukasi berbasis berpikir positif salah satu intervensii untuk mengurangi kecemasan ini. Psilkoeedukasi berpikir positif ini bertujuan untuk mengubah pola pikir negatif menjadi lebih optimis dan membangun ketahanan mental. Penerapan psikoedukasi berpikir positif yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam (berpikir positif dalam konteks Al-Qur'an dan Hadis) ini belum banyak dieksplorasi dalam konteks kecemasan akademik, khususnya di kalangan mahasiswa keperawatan. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada teknik psikologis, tetapi juga memperkaya metode dengan nilai-nilai spiritual yang relevan dengan budaya akademik di Universitas Muhammadiyah Sukabumi. <strong>Metode</strong>: Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pengukuran pre-test dan post-test pada dua kelompok, yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kelompok intervensi terdiri dari mahasiswa yang menerima psikoedukasi berpikir positif selama enam sesi, sementara kelompok kontrol hanya menerima psikoedukasi setelah kelompok intervensi selesai. Skala yang digunakan adalah <em>Cognitive Test Anxiety Scale</em> (CTAS). Sampel dalam penelitian sebanyak 136 mahasiswa dibagi merata dalam kelompok intervensi dan kontrol. Analisis data menggunakan uji <em>Wilcoxon</em> dan Mann-Whitney. <strong>Hasil</strong>: Hasil menunjukkan penurunan kecemasan akademik yang signifikan pada kelompok intervensi (p = 0,001). Perbedaan signifikan juga ditemukan antara kelompok intervensi dan kontrol pada post-test (p = 0,001). Temuan ini mendukung bahwa berpikir positif dapat meningkatkan kepercayaan diri dan mengurangi stres akademik. <strong>Kesimpulan</strong> Psikoedukasi berpikir positif terbukti efektif mengurangi kecemasan akademik. <strong>Saran</strong>: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi faktor lain, seperti dukungan sosial dan motivasi akademik, serta mengaplikasikan intervensi ini dalam berbagai konteks akademik.</p> Hadi Abdillah Laili Rahayuwati Iyus Yosep Copyright (c) 2025 Hadi Abdillah, Laili Rahayuwati, Iyus Yosep https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-06-13 2025-06-13 8 2 18 26 10.33369/jvk.v8i1.41962