Main Article Content

Abstract

Perkembangan teknologi informasi di era digital telah memengaruhi kehidupan anak-anak, termasuk mereka yang tinggal di panti asuhan. Anak-anak panti asuhan menghadapi tantangan tersendiri dalam penggunaan media digital akibat keterbatasan pengawasan dan bimbingan personal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi media anak-anak di Panti Asuhan Bakti Mulia Palembang melalui metode workshop berbasis community-based approach dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Program dilaksanakan melalui tahapan observasi, penyusunan modul literasi, pelatihan interaktif, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan, sikap, dan keterampilan anak dalam menggunakan media digital. Kemampuan membedakan berita hoaks meningkat dari 30% menjadi 80%, anak-anak mulai kritis terhadap informasi, serta lebih bijak dalam menggunakan gawai. Selain itu, pengasuh juga memperoleh pemahaman baru untuk mendampingi anak secara mandiri. Kendala utama yang dihadapi meliputi keterbatasan fasilitas digital, waktu pelaksanaan, dan variasi usia peserta. Namun demikian, program ini terbukti efektif menumbuhkan kesadaran literasi media sejak dini dan berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan melalui kolaborasi dengan komunitas literasi digital dan lembaga pendidikan.

Keywords

literasi media anak panti asuhan participatory action research pembelajaran digital pengabdian masyarakat

Article Details

References

  1. Buckingham, D. (2003). Media Education: Literacy, Learning and Contemporary Culture. Cambridge: Polity Press.
  2. Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). Sage. https://shorturl.at/hmxRY.
  3. Drupadi, R., Nawangsasi, D., Fatmawati, N., & Sugiana, S. (2022). Pengaruh digital literasi terhadap perilaku sosial anak usia dini. Journal of Childhood Education, 6(2), 123–134. https://journalfai.unisla.ac.id/index.php/jce/article/view/1084
  4. Gasa, F. M., & Amalia, A. M. C. (2020). Media literacy as a basic knowledge for teachers in elementary school. Proceedings of the International Conference on Community Development (ICCD), 3(1), 221–225. https://doi.org/10.33068/iccd.Vol3.Iss1.221-225
  5. Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. (2021). Cakap bermedia digital. direktorat jenderal aplikasi informatika.https://eprints.uad.ac.id/52643/1/1.Cakap%20Bermedia%20Digital.pdf
  6. Kemmis, S., & McTaggart, R. (2005). Participatory action research: communicative action and the public sphere. In N. K. Denzin & Y. S. Lincoln (Eds.), The Sage Handbook of Qualitative Research (pp. 559–603). Sage Publications.
  7. Khafsoh, N. A., & Riani, N. (2024). Implementation of participatory action research (par) in community service program. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(1), 237-253. https://doi.org/10.32815/jpm.v5i1.2034
  8. Livingstone, S. (2004). "Media literacy and the challenge of new information and communication technologies." The Communication Review, 7(1), 3–14.
  9. Livingstone, S., & Helsper, E. J. (2007). Gradations in digital inclusion: Children, young people and the digital divide. New Media & Society, 9(4), 671–696. https://doi.org/10.1177/1461444807080335
  10. Potter, W. J. (2019). Media literacy. Thousand Oaks, CA: SAGE Publications
  11. Pranawati, R., Maimunah, M. A., & Susanto, S. (2023). Children’s digital literacy: Parental role in protection amid pandemic and digital shift. Informasi: Kajian Ilmu Komunikasi, 53(2), 265–278. https://doi.org/10.21831/informasi.v53i2.83488
  12. Sukmadinata, N. S. (2015). Metode penelitian pendidikan. Remaja Rosdakarya.
  13. UNESCO. (2011). Media and information literacy curriculum for teachers. UNESCO.