Main Article Content

Abstract

Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan melakukan Pemanfaatan Teknologi Kecerdasan Artifisial (AI) telah menjadi kebutuhan mendesak dalam transformasi pendidikan abad 21 guna meningkatkan efisiensi dan kualitas pembelajaran. Namun, tenaga pendidik di SMKN 3 Seluma masih menghadapi tantangan berupa kesenjangan literasi digital dan beban administrasi yang tinggi. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan alat berbasis AI seperti ChatGPT dan Canva Magic Design. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, workshop intensif dengan pendekatan active learning, pendampingan teknis (coaching), dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta, di mana guru mampu memangkas waktu penyusunan administrasi dari hitungan hari menjadi jam, serta mampu memproduksi media pembelajaran visual dan soal HOTS secara mandiri. Kesimpulannya, integrasi AI yang dipandu oleh logika pedagogi efektif dalam memberdayakan guru untuk menghadapi tantangan kurikulum merdeka dan ekosistem digital.

Keywords

Kecerdasan Artifisial Kompetensi Guru Pembelajaran Abad 21 SMKN 3 Seluma

Article Details

References

  1. Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (2001). A taxonomy for learning, teaching, and assessing: A revision of Bloom's taxonomy of educational objectives. Longman.
  2. Bansal, S., & Kumar, S. (2020). Artificial Intelligence in education: A review. Journal of Education and Practice, 11(12), 121-130. https://doi.org/10.7176/JEP/11-12-14
  3. Chaudhry, M. A., & Kazim, E. (2022). Artificial Intelligence in education (AIEd): A high-level academic and industry note. AI and Ethics, 2(1), 157-165. https://doi.org/10.1007/s43681-021-00074-z
  4. Daryanto. (2017). Pembelajaran abad 21. Gava Media.
  5. Holmes, W., Bialik, M., & Fadel, C. (2019). Artificial intelligence in education: Promises and implications for teaching and learning. Center for Curriculum Redesign.
  6. Koehler, M. J., & Mishra, P. (2009). What is technological pedagogical content knowledge (TPACK)? Contemporary Issues in Technology and Teacher Education, 9(1), 60-70.
  7. Lestari, S. (2018). Psikologi pendidikan dalam perspektif baru. PT Remaja Rosdakarya.
  8. Luckin, R. (2020). Machine learning and human intelligence: The future of education for the 21st century. UCL Press.
  9. Maimunah, S., & Hermawansa. (2023). Strategi integrasi teknologi digital pada sekolah kejuruan di Provinsi Bengkulu. Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, 15(2), 210-225.
  10. Makarim, N. A. (2020). Panduan merdeka belajar bagi pendidik dan satuan pendidikan. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  11. Molenaar, I. (2022). Personalization of learning: It is time to align the hybrid world. Frontiers in Psychology, 13, 836124. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2022.836124
  12. Mulyasa, E. (2021). Menjadi guru penggerak merdeka belajar. Bumi Aksara.
  13. Pangestu, A., & Selviani, D. (2024). Pemanfaatan asisten virtual berbasis AI dalam penyusunan asesmen matematika. Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika, 6(1), 45-58.
  14. Prensky, M. (2001). Digital natives, digital immigrants part 1. On the Horizon, 9(5), 1-6. https://doi.org/10.1108/10748120110424816
  15. Rusman. (2018). Model-model pembelajaran: Mengembangkan profesionalisme guru. PT RajaGrafindo Persada.
  16. Sanjaya, W. (2019). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan. Kencana.
  17. Selwyn, N. (2019). Should robots replace teachers? AI and the future of education. Polity Press.
  18. Subakti, H., dkk. (2022). Inovasi pembelajaran abad 21. Yayasan Kita Menulis.
  19. UNESCO. (2021). AI and education: Guidance for policy-makers. United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization.
  20. Zawacki-Richter, O., Marín, V. I., Bond, M., & Gouverneur, F. (2019). Systematic