Main Article Content
Abstract
Penanganan pada anak berkebutuhan khusus di lembaga PAUD dimulai dengan mengakomodasi kebutuhan siswa, mengidentifikasi kebutuhan khusus anak serta memetakan potensi perkembangan dan hambatan. Namun peanganganan seperti yang diharapkan tidak bisa terjadi karena adanya keterbatasan pengetahuan dan keterampilan guru dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada siswa berkebutuhan khusus. Masih banyak guru-guru di TK atau RA non inklusi yang tidak memiliki pengetahuan lebih tentang anak berkebutuhan khusus. Selain itu juga masih kurangnya pengetahuan guru dalam mengakomodasi dan mengidentifikasi kebutuhan anak, dan memetakan potensi perkembangan anak. Tujuan PkM ini adalah untuk membantu mitra dan guru-guru PAUD yang termasuk dalam kelompok kerja gugus (KKG) Dewi Sartika meningkatkkan pengetahuan guru dalam menangani siswa berkebutuhan khsusus di sekolah. Metode yang digunakan dalam PkM ini menggunakan metode Servie Learning (Sl). Metode ini melibatkan akademisi dalam memberikan pengetahuan kepada masyarakat sebagai bagian dari pembelajaran yang dilakukan dalam bentuk pemberian materi Hasil PkM ini memberikan pengetahuan tambahan kepada para guru TK dan RA terkait penanganan siswa berkebutuhan khusus di sekolah.
Article Details
Copyright (c) 2025 Raihana Raihana, Alucyana, Musaddad Harahap, Rivaloni Evelin, Ayu Novita

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).