Main Article Content
Abstract
PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) menuntut keterpaduan layanan pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan anak. Namun, di tingkat satuan, pelaksanaan sering tidak merata karena keterbatasan sumber daya dan kolaborasi lintas sektor. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan implementasi PAUD HI melalui pendampingan dan pengimbasan praktik baik pada 10 satuan PAUD di Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif berbasis monitoring delapan indikator layanan esensial melalui kunjungan lapangan, observasi, telaah dokumen, serta wawancara dan diskusi terarah dengan kepala satuan dan guru. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh satuan telah menjalankan layanan esensial, tetapi efektivitasnya masih terkendala akses air bersih untuk PHBS, minim kunjungan petugas kesehatan, pemahaman indikator yang belum utuh, dukungan dana terbatas, dan rendahnya kesadaran orang tua. Pendampingan memfasilitasi solusi kontekstual berupa inisiasi kerja sama formal dengan layanan kesehatan, kelas orang tua, alternatif iuran komite berbasis hasil bumi, serta rencana pelatihan lanjutan dan monitoring berkala. Temuan ini penting karena menyediakan model penguatan PAUD HI yang realistis, kolaboratif, dan dapat direplikasi.
Article Details
Copyright (c) 2025 Theresia Alviani Sum

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).