Main Article Content

Abstract

Pelatihan mengenai budidaya perikanan dan sayur pada masyarakat Lembah Emas Dusun Iroyudan dilaksanakan guna mengembangkan aktivitas dan atraksi sebagai salah satu destinasi wisata di Bantul. Namun, kondisi tanah di Dusun Iroyudan yang merupakan tanah kapur menjadi salah satu kendala untuk pertanian sehingga perlu adanya pengenalan metode baru. Metode akuaponik merupakan metode yang cocok digunakan di lahan pertanian khususnya yang daerahnya tanah kering. Tahap awal program ini dilaksanakan dengan memberikan pelatihan dalam membuat prototype akuaponik dengan fokus budidaya pada ikan lele dan sayuran kangkung. Sasaran dalam kegiatan pelatihan ini adalah kelompok wanita tani yang sudah memiliki pengalaman dan keterampilan dalam mengelola pertanian. Keberhasilan dari kegiatan pengabdian ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan dari peserta pelatihan dalam menggunakan media prototype akuaponik. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan dan pengembangan Dusun Iroyudan untuk dijadikan sebagai desa wisata sehingga dapat menjadi sektor pariwisata guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


 

Keywords

Destinasi Wisata Akuaponik Kelompok Wanita Tani

Article Details

References

  1. Admin. (2020). Taman Jati Larangan, Destinasi Wisata Baru di Kabupaten Bantul. https://bantulkab.go.id/berita/detail/4306/taman-jati-larangan—destinasi-wisata-baru-di-kabupaten-bantul.html
  2. Admin. (2024). Taman Jati Larangan, Sebuah desa tersembunyi yang menawan. https://jogja.travel/2024/01/10/taman-jati-larangan-sebuah-desa-tersembunyi-yang-menawan/
  3. Ćorluka, G., Vitezić, V., & Peronja, I. (2021). The temporal dimension of tourist attraction. Tourism: An International Interdisciplinary Journal, 69(3), 443–453.
  4. Farm Aquaponik. (2020). Akuaponik EBB dan Flow. https://farmaquaponik.wordpress.com/wp-content/uploads/2020/07/ebb.png
  5. Halim, A., & Pratamaningtyas, S. (2020). Penerapan Aquaponik dan Pengembangan Budidaya Ikan Lele Pada Unit Usaha Pondok Pesantren Kota Malang. Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services), 4(1), 1. https://doi.org/10.20473/jlm.v4i1.2020.1-7
  6. Pitana, I. G., & Diarta, I. K. S. (2009). Pengantar Ilmu Pariwisata. Andi Offset.
  7. Priasukmana, S., & Mulyadin, R. M. (2001). Pembangunan desa wisata: Pelaksanaan undang-undang otonomi daerah. Info Sosial Ekonomi, 2(1), 37–44.
  8. Sastro, Y. (2019). Teknologi akuaponik mendukung pengembangan urban farming. In Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jakarta (Vol. 108). https://repository.pertanian.go.id/server/api/core/bitstreams/45a55c21-32c9-4ba3-9969-43a094b33446/content
  9. Sufiyanto, Anam, M. M., & Zubizaretta, Z. D. (2020). Pengembangan Sistem Akuaponik Di Taman Suko Sebagai Destinasi Wisata Edukasi Desa Sukowilangun Kec. Kalipare Kab. Malang. https://lppm.unmer.ac.id/webmin/assets/uploads/lj/LJ202101041609742095190.pdf
  10. Widayati, S., Setyawan, P. E., & Sonalitha, E. (2019). Panorama Jurang Toleh, Jatiguwi, Sumberpucung, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang, 4(2). https://doi.org/10.26905/abdimas.v4i2.3804
  11. Yoeti, O. A. (1983). Pengantar ilmu pariwisata. Angkasa.