Main Article Content

Abstract

Selama ini, daun minyak kayu putih yang sudah digunakan untuk penyulingan biasanya dibuang dan tidak digunakan lagi. Kelompok usaha Ni Nammdu Mbete hanya memanfaatkan potensi alam daun minyak kayu putih untuk membuat minyak atsiri daun minyak kayu putih saja. Sebagai bentuk inovasi baru, dalam pengabdian ini kelompok masyarakat kampung di ajarkan cara membuat sabun mandi batangan dengan menambahkan ekstrak aroma minyak kayu putih yang didapatkan dari limbah daun minyak kayu putih. Tahapan yang dilaksanakan dalam kegiatan ini antara lain pelatihan pembuatan sabun mandi, dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan logo produk menggunakan aplikasi canva, dan terakhir dilaksanakan pelatihan mekanisme penjualan produk. Hasil akhir kegiatan pengabdian, terciptanya sabun mandi batangan produk inovatif kelompok Ni Nammdu Mbete sebagai langkah awal kelompok masyarakat dalam mengembangkan produk daun minyak kayu putih tidak saja menjadi atsiri tetapi juga dapat di kelola menjadi varian produk yang berbeda untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Masyarakat begitu antusias mengikuti kegiatan ini dan aktif mempraktikan cara pembuatan sabun mandi yang diajarkan oleh tim pengabdian. Diharapkan adanya pendampingan berkelanjutan dan muncul inovasi-inovasi lain untuk pengembangan produk alam Kampung Wasur.


 


 

Keywords

Sabun Mandi Minyak Kayu Putih Potensi Alam Kampung Wasur

Article Details

References

  1. Batubara, I., Herawati Suparto, I., & Annisa Rakhmatika, F. (2016). Sineol dalam Minyak Kayu Putih sebagai Pelangsing Aromaterapi. Jurnal Jamu Indonesia, 1(3), 12–17.
  2. Tasijawa, F. A., Radianto, E., & Leutualy, V. (2022). Pelatihan Pembuatan Hand Sanitizer Berbahan Dasar Minyak Kayu Putih Untuk Kesejahteraan Petani Kayu Putih. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), 6(6), 4806.
  3. Widiyanto, A., Siarudin, M., & Winara, A. (2012). Kualitas minyak kayu putih dari Wasur Papu. Forpro, 1(2), 10–13.