Main Article Content

Abstract

Program pengabdian dosen terintegrasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di Kelurahan Sambuli, Kecamatan Nambo, Kota Kendari, telah memberikan kontribusi nyata dalam upaya pengurangan risiko bencana berbasis komunitas. Melalui kegiatan pembentukan Kelompok Siaga Bencana (KSB), masyarakat telah mendapatkan wadah formal untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan koordinasi dalam menghadapi potensi bencana di wilayahnya. Selain itu, pelatihan penguatan kapasitas yang diberikan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota KSB, khususnya dalam memahami risiko, mekanisme respons, serta langkah-langkah mitigasi bencana yang sesuai dengan karakteristik lokal. Hasil pelaksanaan program pengabdian terintegrasi KKN Tematik ini berhasil megidentifikasi beberepa ancaman bencana di Desa Sambuli yakni banjir rob, longsor, banjir, dan abrasi pantai. Pendampingan penyusunan peta rawan bencana secara partisipatif dilakukan melalui pelibatan masyarakat secara langsung dalam proses identifikasi ancaman bencana, jalur evakuasi dan lokasi titik kumpul. Adanya peta ini tidak hanya menjadi alat bantu perencanaan dan mitigasi, tetapi juga menjadi instrumen edukasi bagi warga untuk mengenali risiko di lingkungan mereka.

Keywords

Bencana KSB Penguatan Kapasitas Peta Rawan Bencana

Article Details

Author Biography

Amadhan Takwir, Universitas Halu Oleo

Marine science department

References

  1. Abt Associates Inc., 2013. Kajian Kebutuhan Perencanaan Penggunaan Lahan dan Tata Ruang. Laporan untuk Millenium Challenge Corporation. Bekerjasama dengan ICRAF Indonesia dan URDI Indonesia.
  2. Bafdal, N., Balia, R. L., Dwiratna, S., & Amaru, K. 2014. Penyusunan peta potensi desa agrowisata berbasis masyarakat di Desa Cibuntu Kecamatan Pasawahan Kabupaten Kuningan. Dharmakarya: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat, 3(2), 81–87. ISSN 1410–5675.
  3. Badan Informasi Geospasial (BIG)., 2016. Spesifikasi Teknis Penyajian Peta Desa. Badan Informasi Geospasial – Badan Koordinasi dan Survei Pemetaan Nasional Indonesia. Jakarta.
  4. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)., 2020. Pedoman Desa/Kelurahan Tangguh Bencana. Jakarta: BNPB.
  5. Baja, S. (2012). Perencanaan Tata Guna Lahan dalam Pengembangan Wilayah: Pendekatan Spasial dan Aplikasinya. Yogyakarta: CV. Andi Offset.
  6. Fakhruddin, S. H. M., Murray, V., & Maini, R. 2020. Disaster risk reduction and sustainable development. International Journal of Disaster Risk Science, 11(2), 152–167. https://doi.org/10.1007/s13753-020-00250-2
  7. Lassa, J., Surjan, A., & Prasad, V. 2019. Community-based disaster risk reduction in Indonesia: challenges and policy recommendations. Asian Journal of Environment and Disaster Management, 11(1), 1–19. https://doi.org/10.3850/S179392402019001001
  8. Maran, A. A., & Mauguru, E. M. 2025. Penilaian risiko kesehatan lingkungan sanitasi pada daerah terdampak badai seroja di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Indonesian Journal of Public Health, 10(1), 45–57. https://jurnal.academiacenter.org/index.php/IJOH/article/view/732.
  9. Nurhasna, F., Saepudin, E. A., Revita, N., Cahya, R., & Dewi, S. M. 2025. Efektivitas Kebijakan Manajemen Bencana Dalam Mengurangi Dampak Sosial Dan Ekonomi. PENG: Jurnal Ekonomi dan Manajemen, 2(2), 1984-1992.
  10. Silalahi, V. A. J. M. 2025. Mengenal Bencana Di Indonesia. Feniks Muda Sejahtera. Jakarta.
  11. Widya, F., & Octavia, V. 2025. Analisis Faktor Keberhasilan Pemberdayaan Masyarakat dalam Meningkatkan Kemandirian Bencana di Desa Mangkurakyat. Prosiding Seri Praktikum Ilmu-Ilmu Sosial-Politik, 2(1), 215-223.