Main Article Content

Abstract

Abstract


Indonesia faces a fairly serious problem of educated unemployment amid the potential for a demographic dividend. In 2021, the educated unemployment rate reached a percentage of 8.55%, representing an increase of 1.86% compared to the previous year. Using logistic regression estimates, this study aims to examine the characteristics underlying the phenomenon of educated unemployment in Indonesia. The data used in this study were sourced from the 2022 National Labor Force Survey (Sakernas) conducted by the Indonesian Bureau of Statistics (BPS). The findings reveal that gender, marital status, household status, and migration significantly influence the likelihood of being part of the educated unemployed. Specifically, highly educated female workers are 1.9 times more likely to be unemployed compared to their male counterparts. This study highlights the persistence of gender disparities in Indonesia's labor market, even when women possess educational qualifications equivalent to men. Furthermore, this study has important implications for public policy and the Indonesian labor market. First, findings on the gender gap point to the need for policies that support equality in access to work, especially for women with higher education. Second, the influence of household status and migration indicates the need for more flexible skills training and workforce mobility programs. Third, these results can be the basis for the government in formulating education policies that are more in line with the needs of the job market. Overall, this study provides insights to reduce educated unemployment and make optimal use of the potential demographic bonus.


Keywords:Educated Unemployment, Gender, Marital Status, Household Status, Migration


Abstrak


Indonesia menghadapi masalah pengangguran terdidik yang cukup serius di tengah potensi bonus demografi. Pada tahun 2021, tingkat pengangguran terdidik mencapai persentase 8,55%, yang merupakan peningkatan sebesar 1,86% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dengan menggunakan estimasi regresi logistik, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik yang mendasari fenomena pengangguran terdidik di Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2022 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis kelamin, status pernikahan, status rumah tangga, dan migrasi secara signifikan mempengaruhi kemungkinan menjadi bagian dari pengangguran terdidik. Secara khusus, pekerja wanita dengan tingkat pendidikan tinggi memiliki memiliki peluang menganggur lebih tinggi sebesar 1,9 kali dibandingkan laki-laki. Penelitian ini menyoroti keberlanjutan kesenjangan gender di pasar tenaga kerja Indonesia, meskipun perempuan memiliki kualifikasi pendidikan yang setara dengan laki-laki. Selanjutnya, penelitian ini memiliki implikasi penting untuk kebijakan publik dan pasar tenaga kerja Indonesia. Pertama, temuan mengenai kesenjangan gender menunjukkan perlunya kebijakan yang mendukung kesetaraan dalam akses pekerjaan, khususnya bagi perempuan dengan pendidikan tinggi. Kedua, pengaruh status rumah tangga dan migrasi mengindikasikan perlunya program pelatihan keterampilan dan mobilitas tenaga kerja yang lebih fleksibel. Ketiga, hasil ini dapat menjadi dasar bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan wawasan untuk mengurangi pengangguran terdidik dan memanfaatkan potensi bonus demografi secara optimal.


 Kata kunci:Pengangguran Terdidik, Gender, Status Pernikahan, Status Rumah Tangga, Migrasi

Keywords

Educated Unemployment, Logistics Regression, Sakernas, Labor Market Pengangguran Terdidik, Regresi Logistik, Sakernas, Pasar Tenaga Kerja

Article Details

How to Cite
Wafi, F. A., & Kafa, M. Z. (2024). Determinants of Educated Unemployment in Indonesia: A Comprehensive Logistic Regression Analysis. Convergence: The Journal of Economic Development, 6(2), 107–126. https://doi.org/10.33369/convergencejep.v6i2.37353

References

  1. Adu, G., & Marbuah, G. (2011). Determinants of inflation in Ghana: An empirical investigation. South African Journal of Economics, 79(3). https://doi.org/10.1111/j.1813-6982.2011.01273.x
  2. Adyaksa, F. F. (2020). Analisis Faktor Tenaga Kerja Terdidik Di Indonesia Tahun 2018. In Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB (Vol. 8, Issue 2).
  3. Allen. (2016). Analysis of Trends and Challenges in the Indonesian Labor Market. Asian Development Bank (ADB) Paper on Indonesia, 16.
  4. Anjarwati, L., & Juliprijanto, W. (2021). Determinan Pengangguran Terdidik Lulusan Universitas di Pulau Jawa. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 10(3), 178–187. https://doi.org/10.23960/jep.v10i3.280
  5. Baah-Boateng, W. (2016). The youth unemployment challenge in Africa: What are the drivers? Economic and Labour Relations Review, 27(4). https://doi.org/10.1177/1035304616645030
  6. Becker, G. S. (1975). Human Capital: A Theoretical and Empirical Analysis, with Special Reference to Education, Second Edition. In Human capital: A theorical and empirical Analysis.
  7. Becker, G. S. (2019). The Economic Approach to Human Behavior. In The Economic Approach to Human Behavior. https://doi.org/10.7208/chicago/9780226217062.001.0001
  8. Bloom, D. E., & Finlay, J. E. (2009). Demographic change and economic growth in Asia. Asian Economic Policy Review, 4(1). https://doi.org/10.1111/j.1748-3131.2009.01106.x
  9. BPS. (2023). Keadaan Kerja Angkatan Kerja Di Indonesia Tahun 2023. Badan Pusat Statistik, August 2023.
  10. Cerya, E., & Sari, J. M. (2018). Labor Competitiveness in Digital Economy: A Systematic Review of College Graduates. https://doi.org/10.2991/piceeba-18.2018.2
  11. Côté, J. E. (1996). Sociological perspectives on identity formation: The culture-identity link and identity capital. Journal of Adolescence, 19(5). https://doi.org/10.1006/jado.1996.0040
  12. Diamond, P. A. (1982). Aggregate Demand Management in Search Equilibrium. Journal of Political Economy, 90(5). https://doi.org/10.1086/261099
  13. Digdowiseiso, K. (2020). The development of higher education in Indonesia. International Journal of Scientific and Technology Research, 9(2).
  14. Fahri, Jalil, A., & Kasnelly, S. (2020). Meningkatnya Angka Pengangguran Di Tengah Pandemi (Covid-19). Al-Mizan: Jurnal Ekonomi Syariah, 2(2).
  15. Fávero, L. P., & Belfiore, P. (2019). Binary and Multinomial Logistic Regression Models. In Data Science for Business and Decision Making. https://doi.org/10.1016/b978-0-12-811216-8.00014-8
  16. Feng, S., Hu, Y., & Moffitt, R. (2017). Long run trends in unemployment and labor force participation in urban China. Journal of Comparative Economics, 45(2). https://doi.org/10.1016/j.jce.2017.02.004
  17. Foley, M. C. (1997). Determinants of unemployment duration in Russia. Economic Growth Center, Yale University., 05.
  18. Ganie, D. (2017). Analisis Pengaruh Upah, Tingkat Pendidikan, Jumlah Penduduk Dan Pdrb Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Kabupaten Berau Kalimantan Timur. Jurnal Eksekutif, Volume 14(Nomor 2).
  19. Ghozali, I. (2019). Aplikasi Analisis Multivariete Dengan Program IBM SPSS 23 (Edisi 8). Cetakan ke VIII. In Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
  20. Hidayah, M. N., & Hakim, L. (2019). Supply Side Studies That Affect Educated Unemployed In Central Java, Indonesia. International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding, 6(1). https://doi.org/10.18415/ijmmu.v6i1.540
  21. Jaya, F. P. (2016). Analisis Determinan Pengangguran Terdidik ( Studi Kasus Kecamatan Manggala Kota Makassar ). In Eco.
  22. Klein, M. (2015). The increasing unemployment gap between the low and high educated in West Germany. Structural or cyclical crowding-out? Social Science Research, 50. https://doi.org/10.1016/j.ssresearch.2014.11.010
  23. Mada, M., & Ashar, K. (2015). Analisis Variabel Yang Mempengaruhi Jumlah Pengangguran Terdidik di Indonesia. Jurnal Ilmu Ekonomi Dan Pembangunan, 15(1).
  24. Mala, V. S. N., Suyadi, B., & Sedyati, R. N. (2017). Analisis Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Berdasarkan Kegiatan Ekonomi Masyarakat Desa Tegalsari Kecamatan Tegalsari Kabupaten Banyuwangi Tahun 2015. Jurnal Pendidikan Ekonomi: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Ilmu Ekonomi Dan Ilmu Sosial, 11(1). https://doi.org/10.19184/jpe.v11i1.5014
  25. Mankiw, N. G. (2017). N. Gregory Mankiw, Macroeconomics, 7th Edition.pdf. Macroeconomics, 7th Edition.
  26. Marchang, R. (2019). Youth and Educated Unemployment in North East India. IASSI Quarterly: Contributions to Indian Social Science, 38(4).
  27. Maryati, S. (2015). Dinamika Pengangguran Terdidik: Tantangan Menuju Bonus Demografi si Indonesia. Economica, 3(2). https://doi.org/10.22202/economica.2015.v3.i2.249
  28. Moesis, J. (1992). Pengangguran Tenaga Kerja Terdidik di Indonesia: Penerapan Search Theory. Ekonomi Dan Keuangan Indonesia, 40.
  29. Mohanty, S. (2021). A distributional analysis of the gender wage gap among technical degree and diploma holders in urban India. International Journal of Educational Development, 80. https://doi.org/10.1016/j.ijedudev.2020.102322
  30. Mortensen, D. T. (1986). Job search and labor market analysis. In Handbook of Labor Economics (Vol. 2, Issue C). https://doi.org/10.1016/S1573-4463(86)02005-9
  31. Muhson, A., Wahyuni, D., dan Mulyani, E. (2012). Analisis Relevansi Lulusan Perguruan Tinggi. Jurnal Economia, 8(April).
  32. Pasay, A., Haidy, N., & Indrayanti, R. (2012). Pengangguran, Lama Mencari Kerja, dan Reservation Wage Tenaga Kerja Terdidik. Jurnal Ekonomi Dan Pembangunan Indonesia, 12(2). https://doi.org/10.21002/jepi.v12i2.493
  33. Pissarides, C. A. (2000). Equilibrium Unemployment Theory, 2nd Edition. In MIT Press Books (Vol. 1).
  34. Pratomo, D. S., (2017). Fenomena Pengangguran Terdidik di Indonesia. Sustainable Competitive Advantage, 642–648.
  35. Psacharopoulos, G., & Woodhall, M. (1985). Education for development: an analysis of investment choices. Education for Development: An Analysis of Investment Choices. https://doi.org/10.2307/2069840
  36. Rahmita, F., Purwaningsih, S., Andriawan, A., Fauzana, R., Febriani, W., & Izmuddin, I. (2022). The Effect Of Education Level And Labor Absorption On Unemployment In Indonesia. Adpebi Science Series.
  37. Ritonga, W. D. (2018). Hubungan Penerimaan Jenis Kelamin Anak dengan Depresi Postpartum pada Suku Batak Toba di Wilayah Kerja Puskesmas Namorambe Tahun 2018. In Energies (Vol. 6, Issue 1).
  38. Rosalinda, M., Wahyuny Mustafa, S., & Mustafa Muhani, H. (2023). Determinan Pengangangguran Terdidik di Indonesia (Vol. 2).
  39. Rudy Ramadani Syoer. (2022). Analisis Pengangguran Terdidik di Provinsi Kalimantan Timur. BESTARI: Buletin Statistika Dan Aplikasi Terkini, II(2).
  40. Setyanti, A. M., & Finuliyah, F. (2022). Pengangguran Terdidik Pada Masa Pandemi Covid-19: Analisis Pada Data Sakernas 2020. Jurnal Ketenagakerjaan, 17(1). https://doi.org/10.47198/naker.v17i1.118
  41. Sherty Veronika., & Mafruhat, A. Y. (2022). Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Investasi dan Inflasi terhadap Pengangguran Terdidik di Provinsi Jawa Barat. Jurnal Riset Ilmu Ekonomi Dan Bisnis. https://doi.org/10.29313/jrieb.vi.1290
  42. Sipayung, F. L., Wijaya, A. F., Putra, F., & Aratame, N. (2022). Analyzing the Characteristics of Highly Educated Unemployment in Indonesia’s Capital City. Jurnal Ekonomi Dan Studi Pembangunan, 14(2), 153. https://doi.org/10.17977/um002v14i22022p153
  43. Sonny Sumarsono. (2003). Ekonomi Manajemen Sumberdaya Manusia dan Ketenagakerjaan. Graha Ilmu.
  44. Stigler, G. J. (1961). The Economics of Information. Journal of Political Economy, 69(3). https://doi.org/10.1086/258464
  45. Sukirno, S. (2011). Teori Pengantar Makroekonomi. Rajawali Press.
  46. Susanto, J., & Siswanto, Y. (2022). Educated Unemployment and Personal Character. Jejak, 15(1), 179–194. https://doi.org/10.15294/jejak.v15i1.31715
  47. Tobing, E. (2005). Pengangguran Tenaga Terdidik. Rineka Cipta.
  48. Todaro, Michael P., & Smith, S. C. (2011). Economic Development 11th Edition. In Addison-Wesley.