Main Article Content

Abstract

Penelitian ini mempunyai tiga tujuan yaitu Untuk menghasilkan sumber pembelajaran berbasis android yang diperlukan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa, untuk menghasilkan sumber pembelajaran yang layak untuk digunakan oleh siswa berupa aplikasi berbasis android dan untuk menghasilkan sumber pembelajaran yang efektif dan menarik untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian dan pengembangan (Research and Development). Secara umum terdapat sepuluh langkah-langkah penelitian dan pengembangan (R & D) yaitu: 1) penelitian dan pengumpulan informasi, 2) perencanaan, 3) pengembangan draft awal, 4) pengujian ahli dan uji lapang awal, 5) revisi produk awal, 6) pengujian lapang utama,7) revisi produk hasil uji lapang utama, 8) pengujian lapang operasional, 9) revisi produk hasil uji lapang operasional, dan 10) implementasi serta desiminasi. Adapun hasil dari penelitian ini sebuah media pembelajaran berbasis android yang diterapkan dalam proses belajar siswa di SMK IT Teknologi Al Fath dan produk ini berhasil untuk meningkatkan prestasi belajar siswa

Keywords

Android , Fiqih Media Pembelajaran Prestasi Belajar

Article Details

How to Cite
Aris Munandar. (2024). PENGEMBANGAN SUMBER BELAJAR BERBASIS ANDROID UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR. Diadik: Jurnal Ilmiah Teknologi Pendidikan, 14(2), 388–396. https://doi.org/10.33369/diadik.v14i2.38522

References

  1. Abi Hamid, M., Ramadhani, R., Masrul, M., Juliana, J., Safitri, M., Munsarif, M., ... & Simarmata, J. (2020). Media pembelajaran. Yayasan Kita Menulis.
  2. Abidin, Y. (2017). Pembelajaran Literasi Strategi Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematika, Sains, Membaca, dan Menulis. Jakarta: Bumi Aksara.
  3. Abidin, Y., & Abidin, Y. (2017). Pengembangan Model Pembelajaran Literasi Berbasis Konsep Multiliterasi, Integratif, dan Berdiferensiasi (MID) di Sekolah Dasar. Jurnal Cakrawala Pendidikan. https://doi.org/10.21831/cp.v36i2.13 283
  4. Ahyat, N. (2017). Metode Pembelajaran Fiqih. EDUSIANA: Jurnal Manajemen Dan Pendidikan Islam, 4(1), 24-31.
  5. Ali, M. (2010). Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
  6. Arfandi, A., & Samsudin, M. A. (2021). Peran Guru Profesional Sebagai Fasilitator Dan Komunikator Dalam Kegiatan Belajar Mengajar. Edupedia: Jurnal Studi Pendidikan Dan Pedagogi Islam, 5(2), 37- 45.
  7. Arikunto. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta. bin Sutarip, S. (2020). Pembaruan Fiqih Indonesia (Telaah Tafsir AlBayan Karya TM Hasbi Ash-Shiddieqy). Jurnal Indo- Islamika, 10(2).
  8. Chin, C., & Chia, L. G. (2006). Problem-based learning: Using illstructured problems in biology project work. Science Education. https://doi.org/10.1002/sce.20097
  9. Depdiknas. Permendiknas No 22 tahun 2006. Tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta. Perdiknas
  10. Desyandri, D., & Vernanda. (2017). Pengembangan Bahan Ajar Tematik Terpadu di Kelas V Sekolah Dasar Menggunakan Identifikasi Masalah. In Seminar Nasional HDPGSDI Wilayah 4.
  11. Dewi, L. (2018). Teori-teori Belajar dan Pembelajaran.Jakarata. Algesindo Djamarah, B. S. (2010). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta. Gall, M. D., Gall, J. P., & Borg,
  12. W. R. (2006). Identifying a Research Problem,Question and Searching. Educational Research:b An Introduction.