Main Article Content

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1). mendeskripsikan penerapan model Experiential Learning dan mendeskripsikan efektivitas penerapan model Experiential Learning untuk meningkatkan berpikir kreatif dan prestasi belajaran pada mata pelajaran biologi kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Pagar Gunung Lahat. 2). Mendeskripsikan penerapan model Experiential Learning dapat meningkatkan prestasi belajar Biologi siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Pagar Gunung Lahat. 3). Mendeskripsikan efektivitas penerapan model Experiential Learning dapat meningkatkan prestasi belajar biologi siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Pagar Gunung Lahat. Metode penelitian yang di gunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan kuasi eksperimen. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Pagar Gunung Lahat semester genap Tahun Pelajaran 2022/2023. Jumlah siswa untuk kelas PTK berjumlah 28 orang di kelas XI MIPA 1, untuk kelas eksperimen berjumlah 28 orang di kelas XI MIPA 2, dan untuk kelas kontrol 28 orang di kelas XI MIPA 3. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi model Experiential learning, lembar observasi berpikir kreatif, dan test hasil belajar. Sedangkan analisis data menggunakan analisis skor rata-rata dan uji-t test yang terdiri dari uji beda antar siklus dan uji beda dua sampel yang tidak berhubungan. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan yaitu: 1). Penerapan model Experiential Learning dapat meningkatkan berpikir kreatif siswa, 2). Penerapan model Experiential Learning dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, dan 3). Penerapan model Experiential Learning efektif meningkatkan prestasi/hasil belajar siswa pada mata pelajaran biologi kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Pagar Gunung Lahat.

Keywords

Model Experiential Learning Berpikir kreatif Prestasi belajar

Article Details

How to Cite
Merriyani. (2024). PENERAPAN MODEL EXPERIENTIAL LEARNING UNTUK MENINGKATKAN BERPIKIR KREATIF DAN PRESTASI BELAJAR. Diadik: Jurnal Ilmiah Teknologi Pendidikan, 14(2), 471–478. https://doi.org/10.33369/diadik.v14i2.38531

References

  1. Arifin, Zainal. 2015. Evaluasi Pembelajaran. Bandung: PT. Remaja.
  2. Arikunto, Suharsimi 2007. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Penerbit Bumi Aksara.
  3. Baharudin, Dan Esa Nur Wahyuni. 2007. Teori Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media
  4. Bergili, B. 2015. Creative And Critical Thingking Skills In Problem- Based Learning Environment. Journal Of Griftd Education And Creativity
  5. Harriman. 2017. Berpikir kreatif. Journal of Chemical Information And Modeling 59(9): 1689-99
  6. Harriman. 2017. Berpikir kreatif. Journal of Chemical Information And Modeling 59(9): 1689-99.
  7. Irawan. 2006. Mengelolah Data Statistik Dengan Metode Menggunakan Minitab 14. Yogyakarta : Penerbit Andi.
  8. Kemendikbud. 2013. Salinan Lampiran Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 69 Tahun 2013 Tentang Kerangka Dasar Dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Atas/Madrasah aliyah. Jakarta: Kemendikbud.
  9. Kolb, D. 1984. Experiential Learning. New Jersey: Prentice-Hall, Inc.
  10. Muhibbin,Syah 2017, Psikologi Belajar.bandung: PT Remaja Rosdakarya.
  11. Muslich, Masnur. 2007. Pembelajaran Berbasis Kompetensi Dan Kontekstual. Malang: Bumi Aksara.
  12. Muslich, Masnur. 2011. Melaksanakan PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Jakarta: Bumi Aksara.
  13. Santoso, Singgih. 2014. Statistik Parametrik Edisi Revisi. Jakarta : Elek Media Komputindo.
  14. Silberman, Melvin. L. 2016. Aktive Learning: 101 Cara Belajar Siswa Aktif. Bandung: Penerbit Nuansa
  15. Suyanto. 2009. Urgensi Pendidikan Karakter. Direktoral Jendral Pendidikan Dasar Kementrian Pendidikan Nasional. http://konselingindonesia.com/index.php?option=com_content&task=view&id=307&Itemid=102. (Diakses Tanggal 24 Oktober 2011)