Jurnal AGRISEP

Reader Comments

Biografi Muhammad Yamin

by Katniss Everdeen (2021-06-23)


BIOGRAFI MUHAMMAD YAMIN

Pengantar dan biografi Muhammad Yamin. Dikenal sebagai salah satu budayawan dan sastrawan Indonesia. Muhammad Yamin adalah pahlawan nasional, yang dikenal sebagai orang yang membantu membuat sumpah pemuda, dan menginspirasi bangsa Indonesia untuk memperjuangkan kemerdekaan. Berikut ini adalah biografi dan biografi Muhammad Yamin.

Profil dan Biografi Muhammad Yaminprofesor. Bapak. Muhammad Yamin, S.H lahir pada tanggal 23 Agustus 1903 di Sawahlunto, Sumatera Barat. Ia menikah dengan Raden Ajeng Sundari Mertoatmadjo. Salah satu anaknya yang terkenal, yaitu Rahadijan Yamin. Sebelum tahun 1914, Muhammad Yamin telah menerima pendidikan adat dan agama dari orang tuanya ketika ia masih kecil. Selama era kolonial, ia adalah salah satu dari sedikit orang yang beruntung yang dapat menikmati pendidikan menengah dan tinggi. Melalui pendidikan semacam itu, ia sempat menyerap sastra asing, khususnya sastra Belanda.

Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa tradisi sastra Belanda diserap olehnya sebagai intelektual, sehingga ia tidak menyerap apa yang di luar kendalinya. Dia menerima konsep sastra Barat dan menggabungkannya dengan ide-ide budaya nasionalis.Riwayat Pendidikan Muhammad YaminPendidikan Muhammad Yamin meliputi Hollands Inlands School (HIS) di Palembang, peserta kursus Sekolah Tinggi Pendidikan Peternakan dan Pertanian di Cisarua, Bogor, dan Algemene Middelbare School (AMS) 'General High School' Yogyakarta dan nya Di Jakarta. Muhammad Yamin kuliah di AMS setelah menyelesaikan lima tahun studi di Bogor. Kuliah di AMS Yogya sebenarnya merupakan persiapan untuk belajar sastra Oriental di Universitas Leiden di Belanda.

Di AMS, ia belajar bahasa Yunani, Latin, Kaei, dan sejarah kuno. Hanya dalam tiga tahun, ia telah menguasai keempat mata pelajaran, yang sulit dilakukan oleh otak manusia biasa.

Dalam studi bahasa Yunani, ia mendapat bantuan besar dari pendeta Seminari Teologi Yogyakarta, dan dalam bahasa Latin, ia mendapat bantuan profesor. H. Kraemer dan Ds. pendukung.

Setelah lulus dari AMS Yogya, dia akan pergi ke Leiden. Namun, sebelum pergi, sebuah telegram dari Salvarento mengabarkan bahwa ayahnya telah meninggal dunia.

Karena itu, impian Yamin untuk kuliah di Eropa pupus karena ayahnya hanya punya cukup uang untuk kuliah di sana selama lima tahun. Padahal, untuk mempelajari sastra Oriental dibutuhkan waktu tujuh tahun.

Ia akhirnya melanjutkan studinya di Recht Hogeschool (RHS) di Jakarta, dan pada tahun 1932 menerima gelar "Sarjana Hukum" dari Meester in de Rechten.Riwayat Organisasi Muhammad YaminSebelum lulus dari perguruan tinggi, Muhammad Yamin telah aktif terlibat dalam perjuangan kemerdekaan. Berbagai organisasi yang didirikan untuk mencapai kemerdekaan Indonesia di bawah kepemimpinannya antara lain 'Organisasi Pemuda Sumatera' Yong Sumatramen Bond (1926-1928). Peran Muhammad Yamin dapat dilihat pada konferensi pemuda kedua.

Muhammad Yamin adalah salah satu orang yang membantu membuat sumpah pemuda. Bahasa Indonesia disepakati disana Dari tahun 1938 sampai 1942, ia terdaftar sebagai anggota Pertindo, yang juga menjabat sebagai anggota Volksraad'Dewan Perwakilan Rakyat'.

Setelah Indonesia merdeka, Mohamed Yamin memegang jabatan di pemerintahan Indonesia, antara lain Menteri Kehakiman (1951), Menteri Pengajaran, Pendidikan dan Kebudayaan (1953-1955), Ketua Komite Desain Nasional (1962) dan IKBN Ketua Dewan Pengawas (1961-1962).

Dilihat dari pengalaman pendidikan Muhammad Yamin dan keikutsertaannya dalam organisasi politik dan perjuangan kemerdekaan, ia tampak sebagai seorang yang berwawasan luas.

Meskipun pendidikannya pendidikan Barat, dia tidak pernah menerima begitu saja, jadi dia tidak kebarat-baratan. Ini adalah salah satu kualitas teladan dari Muhammad Yamin.

Karya-karyanya tetap mengusung nasionalisme dan cinta tanah air. Mungkin ini pengaruh dari lingkungan keluarganya, karena orang tuanya adalah keturunan pemuka adat Minangkabau.

Oleh karena itu, dapat dipahami apakah ia tidak sekadar tertarik dengan apa yang diterimanya, apakah itu bentuk karya sastra Barat yang ia nikmati atau sistem pendidikan Barat yang ia alami.Karya Sastra Muhammad Yamin

Umar Junus mencontohkan dalam bukunya “Perkembangan Indonesia dan Puisi Melayu Modern” (1981) bahwa puisi Yamin tetap terasa seperti sebuah cerita, meski benar-benar terasa seperti sebuah cerita. Oleh karena itu, syair Yamin sangat dekat dengan syair, dan syair memang syair yang menceritakan sesuatu.

“Puisi-puisi Yamin bisa dirasakan sebagai bentuk puisi nonpuitis,” kata Omar Junus. Oleh karena itu, puisi Yamin bukanlah puisi baru, melainkan puisi pembaruan. Namun, dalam puisi-puisinya, bagian pertama seringkali berupa lukisan alam, yang membawa pembaca ke dalam suasana Pan Tun, sehingga puisi-puisi Yamin tidak bisa dianggap sebagai puisi baru.

Omar Junus menduga Yamin menggunakan Panton, puisi, dan puisi Barat sebagai sumber ketika menulis puisi. Perpaduan ketiga bentuk tersebut merupakan fenomena umum pada awal perkembangan puisi Indonesia modern.

Jika Omar Junus melihat kedekatan soneta yang digunakan Yamin dalam bentuk irama dan pantun, sebenarnya ia tidak bisa lepas dari tradisi sastra yang melingkupinya di era pantun dan puisi masih sangat terpengaruh.

Soneta yang Yamin ketahui melalui sastra Belanda hanya menyentuhnya dalam isi dan semangat. Oleh karena itu, Junus memberi kesan bahwa narasi puisi Yamin memancarkan suasana melankolis, yang kebetulan adalah perangai soneta.
Refferensi: Autobiografi

Postingan Relevan:

https://dailygram.com/index.php/profile-395261

https://mru.org/users/176921

https://everdeen.siterubix.com/

http://donhi.com.tw/userinfo.php?uid=183631