Aplikasi Ekstrak Umbi Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas var ayamurasaki) Sebagai Pengawet dan Pewarna Alami Tahu

Devi Ratnawati

Abstract


Telah dilakukan penelitian tentang pemanfaatan ekstrak ubi jalar ungu (Ipomoea batatas var aya muraski) sebagai pengawet dan pewarna alami pada tahu. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui apakah ekstrak umbi ubi jalar ungu dapat digunakan sebagai pengawet dan pewarna alami pada tahu serta mengetahui pengaruh konsentrasi dan lama perendaman dalam ekstrak umbi ubi jalar ungu terhadap pengawetan dan pewarnaan tahu. Penelitian ini dilakukan dalam 3 tahap. Tahap pertama yaitu uji kandungan senyawa flavonoid pada umbi ubi jalar ungu menggunakan shinoda test. Tahap kedua penentuan kandungan senyawa flavonoid dengan menggunakan metode Cheng et al. Selanjutnya tahap ketiga dilakukan penentuan daya serap tahu berdasarkan variasi konsentrasi umbi ubi jalar ungu yang diekstrak yaitu 100g/500mL, 200g/500mL, 300g/500mL dan 500g/500mL pada lama perendam 1, 2, 3 dan 4 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umbi ubi jalar ungu mengandung senyawa flavonoid sebesar 383,09 mg/L. Penyerapan zat warna tertinggi terjadi pada variasi konsentrasi 500g/500mL dan lama perendaman 4 jam dengan absorbansi maksimum yaitu 0,278. Dari semua perlakuan variasi konsentrasi dan lama perendaman ekstrak umbi ubi jalar ungu hanya dapat mengawetkan tahu selama 1 hari, sehingga umbi ubi jalar ungu tidak efektif digunakan sebagai pengawet tahu

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract view : 95 times
PDF - 66 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View MyStat

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Gradien Indexed by :

Tidak ada teks alternatif otomatis yang tersedia.Find in a library with WorldCat