VALUASI EKONOMI EKOSISTEM TERUMBU KARANG DI PULAU ENGGANO, KABUPATEN BENGKULU UTARA, PROVINSI BENGKULU

Zamdial Zamdial(1), Dede Hartono(2), Ari Anggoro(3), Ali Muqsit(4),
(1) Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu, Bengkulu, Indonesia
(2) Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu, Bengkulu, Indonesia
(3) Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu, Bengkulu, Indonesia
(4) Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu, Bengkulu, Indonesia

Abstract


Pulau Enggano dengan luas ± 400,6 km2 (± 40.600 hektar) adalah sebuah pulau kecil terluar di Provinsi Bengkulu yang terletak di Perairan Barat Sumatera, dan termasuk wilayah Kabupaten Bengkulu Utara. Salah satu sumberdaya alam yang dominan di Pulau Enggano adalah ekosistem terumbu karang yang memberikan manfaat begitu besar bagi kehidupan masyarakat di Pulau Enggano. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung valuasi ekonomi ekosistem terumbu karang di Pulau Enggano, untuk kepentingan perencanaan pemanfaatan dan pengelolaan secara berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan dengan Metode Survai. Data parameter kualitas air dikumpulkan dengan pengukuran langsung di lokasi penelitian. Data untuk menghitung nilai keberadaan ekosistem terumbu karang dikumpulkan dengan metode wawancara terhadap 180 orang responden yang dipilih secara purposive sampling. Nilai ekonomi total ekosistem terumbu karang dianalisis dan dihitung berdasarkan nilai manfaat langsung, nilai manfaat tidak langsung, nilai manfaat pilihan dan nilai manfaat warisan. Nilai rata-rata parameter perairan di perairan Pulau Enggano secara berturut-turut adalah suhu (29,660C), salinitas (35,06 ‰), kuat arus (2,13 m/s), kecerahan 5,33 m), Oksigen Terlarut/DO (7,39 mg/l), dan pH (7,13). Nilai parameter perairan menunjukkan kondisi perairan yang masih baik dan belum tercemar sehingga dapat mendukung keberadaan dan pertumbuhan ekosistem terumbu karang di Perairan Pulau Enggano. Luas ekosistem terumbu karang di Pulau Enggano ± 5.097 hektar. Nilai manfaat ekonomi total ekosistem terumbu karang adalah Rp. 176.901.038.387,- per tahun, yang terdiri dari nilai manfaat langsung Rp. 561.327.640,- per tahun; nilai manfaat tidak langsung Rp. 46.342.500.000,- per tahun, nilai manfaat pilihan Rp. 2.516.077.983,- , nilai manfaat keberadaan Rp. 127.425.000.000,- per tahun dan nilai warisan Rp. 56.132.764,- per tahun.

ECONOMIC VALUATION OF CORAL REEF IN ENGGANO ISLAND, NORTH BENGKULU REGENCY, BENGKULU PROVINCE. Enggano Island with area of ± 400.6 km2 (± 40,600 hectares) is an the outer  small island in Bengkulu Province that located in the West Coast of Sumatra, and include of North Bengkulu Regency. One of the dominant natural resources in Enggano Island is a coral reef ecosystem that provides enormous benefits to people's lives in Enggano Island. This study aims to calculate the economic valuation of coral reef ecosystems in Enggano Island, for stake of planning, utilization and sustainable management. This research is done by Survey Method. The data of water quality parameter was collected by direct measurement at the study location. Data to calculate the existence value of coral reef ecosystem was collected by interview method to 180 respondents that chosen by purposive sampling. The total economic value of coral reef ecosystems is analyzed and calculated based on the direct value, indirect value, option value and bequest value. The average values of water parameters in Enggano Island waters are (29,66 oC), salinity (35.06 ‰), current speed (2.13 m/s), water brightness (5.33 m), Oxygen Dissolved (7.39 mg / l), and pH (7.13). The parameters of waters shows the condition of the waters are still good and not contaminated so it can support the existence and growth of coral reef ecosystems in Enggano Island waters. The wide of coral reef ecosystem in Enggano  Island ± 5,097 hectares. The total economic value of coral reef ecosystem is Rp.176,901,038,387,- per year, that consisting of direct value Rp. 561,327,640,- per year; indirect value Rp. 46,342,500,000, - per year, the option value Rp. 2,516,077,983, - per year, the existence value Rp. 127.425.000.000,- and the bequest  value Rp. 56,132,764,- per year.


Full Text:

PDF

References


Anikouchine, W.A. and R.W. Sternberg, 1981. The World Ocean. An Introduction to Oceanography. Second Edition. Prentice-Hall, Inc., Englewood Cliffs, New Jersey. 513 pp.

Bakhtiar, D. dan Zamdial Ta’alidin, 2013. Keanekaragaman Jenis dan Distribusi Zooplankton di Perairan Pulau Enggano. Jurnal Mitra Bahari Vol. 7 No. 2, Mei-Agustus 2013 : 56-65.

Caesar, H., 1996. Economic Analysis of Indonesia Coral Reef. Working Paper Series “Work in Progress”. World Bank, Washington DC : 97 p.

Conservation International, 2008. Economic Values of Coral Reefs, Mangroves, and Seagrass. A Global Compilation. Center for Applied Biodiversity Science, Conservation International, Arlington, VA, USA. 36 p.

CORAL, 2003. Introduction to Coral Reef Ecosystems, Threats, and Solutions The Coral Reeef Alliance : Coral Parks Program Education Series. San Francisco, California. 75 p.

Dewi, E.S., 2006. Analisis Ekonomi Manfaat Ekosistem Terumbu Karang di Pulau Ternate Provinsi Maluku Utara. Tesis Magister Sains Pada Program Studi Ekonomi Sumberdaya Kelautan Tropika, IPB Bogor.

Dirjen Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, 2002. Modul Sosialisasi dan Orientasi Penataan Ruang Laut, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Departemen Kelautan dan Perikanan, Jakarta.

English, S., C. Wilkinson dan V. Baker, 1997. Survey Manual For Tropical Marine Resources. 2nd Edition. Australian Institute of Marine Science. Townsville. 390 p.

Fauzi, A., 2004. Ekonomi Sumberdaya Alam dan Lingkungan : Teori dan Aplikasi. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Fauzi, A dan Anna, 2002. Penilaian Depresiasi Sumberdaya Perikanan Sebagai Bahan Pertimbangan Penentuan Kebijakan Pembangunan Perikanan. Jurnal Pesisir & Lautan PKSPL IPB, Volume 4, No.2. hal. 36-49.

Hasmin, 2006. Penilaian Ekonomi Terumbu Karang di Perairan Pulau Kapoposang, Sarappo Keke, dan Saugi Kabupaten Pangkep. Tesis Program Studi Ekonomi Sumberdaya Program Pascasarjana, Universitas Hasanuddin, Makassar.

Hidayatullah, T., R.Y. Suryandari, Anggoro C. Fitriyanto dan Irmadi Nahib, 2011. Pemetaan Neraca dan Valuasi Ekonomi Sumberdaya Pulau Kecil. Geografia OnlineTM Malaysia Journal of Society and Space 7 Issue 1 (87-92).

Pomeroy, R.S. 1992. Economic Valuation Available Methode. P. 149 – 162. In T.E Chua and LF Scura (eds.) Integrative framwork and methodes for coastal area managemant. ICLARM Conf. Proc, 37.

Purba, M., Dede Hartono., Zamdial Ta’alidin., A. Purwoko., Deddy Bakhtiar, B. Sulistyo, Wahyudi Arianto dan K.S. Hendarto, 2003. Atlas Sumberdaya Wilayah Pesisir dan Laut Provinsi Bengkulu. Kerjasama BAPPEDA Provinsi Bengkulu dengan PT. Tricon InterMultijasa Konsultan Bengkulu.

Sobari, M.P., L. Adrianto dan N. Azis, 2006. Analisis Ekonomi Alternatif Pengelolaan Ekosistem Mangrove Kecamatan Barru Kabupaten Barru. Buletin Ekonomi Perikanan Vol. VI. No. 3 Tahun 2006, hal. 59-80.

Soemarno, 2010. Metode Valuasi Ekonomi Sumberdaya Lahan Pertanian. Bahan Kajian Untuk MK. Ekonomi Sumberdaya Alam PDIP PPS FPUB. 43 hal.

Soemarwoto, O., 2001. Ekologi, Lingkungan, dan Pembangunan. Jakarta : Djambatan.

Stewart, R.H., 2008. Introduction to Physical Oceanography. Departement of Oceanography, Texas A & M University. 345 pp.

Suhelmi, I.R., 2003. Ekonomi Lingkungan dan Pengelolaan Suberdaya Berkelanjutan. Prosiding Lokakarya Nasional : Menuju Pengelolaan Sumberdaya Wilayah Berbasis Ekosistem Untuk Mereduksi Potensi Konflik Antar Daerah. Hal. 176-191. Fakultas Geografi UGM, Jogyakarta.

Sumich, J.L., 1984. An Introduction to the Biology of Marine Life. Wm. C. Brown Publishers, Dubuque, Iowa. 386 pp.




DOI: https://doi.org/10.31186/jenggano.4.2.160-173

Article Metrics

 Abstract Views : 0 times
 PDF Downloaded : 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Visitor Statistic :

View my stats

Indexing by :

Google ScholarHasil gambar untuk sinta ristekdiktiBASE LogoFind in a library with WorldCat