PEMBUATAN ARANG DENGAN METODE TUNGKU PILORIS DOUBLE BURNER MENGGUNAKAN LIMBAH KAYU DENGAN METODE MANDUK DI KECAMATAN TEBING TINGGI KABUPATEN EMPAT LAWANG

Jalin Elsaprike(1), Ridwan Yahya(2), Yuwana Yuwana(3),
(1) Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Empat Lawang Provinsi Sumatera Selatan, 
(2) Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian UNIB, Indonesia
(3) Jurusan Teknologi Industri Pertanian Fakultas Pertanian UNIB, Indonesia

Abstract


Pemanfaatan limbah kayu hasil manduk menjadi arang di Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang dengan metode tungku pirolis double burner dihasilkan nilai kalor sebesar 7371,7 Kcal/kg, kadar air sebesar 4,7%, kadar abu sebesar 1,657%, kadar zat terbang sebesar 19,87% dan kadar karbon terikat sebesar 73,77%. Sedangkan dengan metode brick kiln diperoleh  nilai  kalor  sebesar  7222,3  Kcal/kg,  kadar  air  sebesar  5,7%,  kadar  abu  sebesar 1,870%, kadar zat terbang sebesar 28,96 % dan kadar karbon terikat sebesar 64,19%. Hasil uji statistik menunjukan bahwa untuk nilai kalor dan nilai karbon terikat yang dihasilkan dengan metode tungku pirolis double burner signifikan lebih tinggi daripada metode brick kiln, tetapi nilai kadar air, nilai zat terbang dan kadar abunya signifikan lebih rendah. Nilai kalor, kadar air, kadar abu dan kadar karbon terikat yang dihasilkan melalui kedua metode telah memenuhi persyaratan SNI Arang Kayu 01-6235-2000 tetapi nilai kadar karbon terikat belum memenuhi persyaratan tersebut, sehingga dari kedua metode yang digunakan terdapat perbedaan nyata untuk nilai kalor, nilai kadar zat terbang dan nilai karbon terikat. Namun tidak demikian halnya dengan nilai kadar air  dan kadar abu dimana nilai tersebut tidak menunjukan perbedaan nyata. Dari hasil uji perbandingan tersebut untuk nilai kalor, nilai kadar air, nilai kadar zat terbang, dan nilai karbon terikat telah memenuhi standart SNI 01/6235/2000, kecuali nilai kadar zat-zat terbang.

Kata Kunci: Limbah Kayu, Manduk, Kualitas Arang, Tungku Pirolis Double Burner Dan Tungku Brick Kiln

Full Text:

PDF

References


Brades., Chandra, A. dan Febrina S. Tobing, 2008. Pembuatan Briket Arang dari Eceng Gondok dengan Sagu Sebagai Pengikat.

Debdoubi, A., El amarti, A., and Colacio, E., 2005. Production of Fuel Briquettes from Esparto Partially Pyrolized, Energy Conversion and Management Journal Vol. 46, pp. 1877-1884.

Harkin, J. M. dan J. W. Rowe. 1971. USDA For. Serv. Res. Note FPL 091; 53 pp.

Pohan, H. G. Wijaya, H. Suherman, A. 2010. Studi Pembuatan Arang dan Vinegar Bambu Dengan Menggunakan Tungku Piloris Skala Semi Komersional. Warta IHP/Journal of Agro Based-Industry, Vol. 27 No. 1 Hal : 59-58.

PT. Kendi Arindo, 2017. Jenis Kayu Pada Lahan Semak Belukar.

Purnama, H. P. Mokodompit, M. Kuntari, A. P. 2013. Studi Karakteristi Briket Berbahan Dasar Limbah Bambu Dengan MenggunakaN Perekat Nasi.Jurnal Teknologi, Vol. 2 No. 6, Hal : 116-123.

Retta , R. Purnama, 2012, “Pemanfaatan Limbah Cair CPO Sebagai Perekat Pada Pembuatan Briket Dari Arang Tandan Kosong Kelapa Sawit,” Teknik Kimia, Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya, Palembang, Jurnal Teknik Kimia No. 3, Vol. 18.

Surono, B. U. 2010. Peningkatan Kualitas Pembakaran Biomassa Limbah Tongkol Jagung Sebagai Bahan Bakar Alternatif Dengan Proses Karbonisasi dan Pembriketan. Jurnal Rekayasa Proses, Vol. 4 No. 1, Universitas Janabadra Yogyakarta.

Zandersons, J., Gravitis, J., Kokorevics, A., Zhurinsh, A., Bikovens, O., Tardenaka, A. and Spince, B., 1999. Studies of Brazilian Sugarcane Bagasse Carbonisation Process and Product Properties, Biomass and Bioenergy Journal Vol. 17, pp. 209-219.




DOI: https://doi.org/10.31186/naturalis.1.3.33-40

Article Metrics

 Abstract Views : 0 times
 PDF Downloaded : 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Naturalis Stats

Journal Naturalis index:

Crossref

Locations :