KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PERAMBAH DAN PERUBAHAN PENUTUPAN LAHAN KAWASAN HUTAN PRODUKSI AIR SAMBAT REG 84 DI KABUPATEN KAUR PROPINSI BENGKULU

Arif Budiman(1), Gunggung Senoaji(2), Enggar Apriyanto(3),
(1) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kaur, Indonesia
(2) Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian UNIB, Indonesia
(3) Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian UNIB, Indonesia

Abstract


Masyarakat yang sudah lama beraktifitas dan bermukim di dalam Kawasan Hutan Produksi Air Sambat Reg. 84 Kecamatan Maje dan Kaur Selatan Kabupaten Kaur telah mendesak kawasan Hutan Produksi tersebut menjadi lahan garapan untuk berkebun dan pemukiman. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui karakteristik sosial ekonomi masyarakat perambah di Kawasan Hutan Produksi Air Sambat Reg. 84, mengetahui klasifikasi tutupan lahan di Kawasan Hutan Produksi Air Sambat Reg. 84, mengetahui perubahan tutupan lahan pada Kawasan Hutan Produksi Air Sambat Reg. 84 dan merumuskan Strategi Pengelolaan Hutan di Kawasan Hutan Produksi Air Sambat Reg. 84. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif kualitatif untuk karakteristik sosial ekonomi perambah dan laju perubahan tutupan lahan menggunakan analisis spasial (Sistem Informasi Geografi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa menunjukkan bahwa umur perambah di Hutan Produksi Air Sambat merupakan kategori umur produktif dengan pendidikan yang cukup rendah. Sebagaian besar jumlah anggota keluarga perambah tersebar pada keluarga kecil (4-5 orang), daerah asal perambah 55.50% berasal dari desa-desa tidak sekitar hutan lindung, asal lahan rambahan 57.29% diperoleh dengan cara membuka lahan sendiri, dengan motivasi merambah 46.88% dilatar belakangi oleh faktor ekonomi. Sebagian besar perambah juga memiliki pekerjaan selain dari mengusahakan lahan di kawasan hutan yaitu buruh harian, buruh tani dan berdagang, pengumpul, ojek dan lain sebagainya. Pendapatan total rumah tangga perambah dari lahan rambahan rata-rata Rp. 11.607.812,50/tahun. Jika dilihat dari tingkat kesejahteraan rata-rata perambah berada pada kategori cukup sejahtera. Laju perubahan tutupan lahan yang mengalami peningkatan luas wilayah dalam jumlah yang paling besar adalah pertanian lahan kering campur. Tutupan lahan pertanian lahan kering campur mengalami peningkatan pada tahun 2015 sebesar 1.264,55 hektar atau 264.55 % lebih luas dibandingkan dengan tahun 2009. Sedangkan tutupan lahan hutan sekunder mengalami penurunan luas wilayah sebesar 1.268,80 hektar atau 35.36% dari luas tahun 2009. Adapun Strategi pengelolaan yang sesuai di Hutan Produksi Air Sambat adalah Perhutanan Sosial melalui Program Hutan kemasyarakatan seluas ± 963 Ha dan untuk kawasan permukiman melalui program Tanah Obyek Reforma Agraria seluas ± 90,25 Ha.

 

Kata Kunci: Hutan Produksi, Perambahan, Tutupan Lahan, Sosial ekonomi, Perhutanan sosial.

Full Text:

PDF

References


Arief, Arifin .2001. Hutan dan Kehutanan. Kanisius. Yokyakarta.

Batubara, R.M.S. 2003. Hubungan Antar Kegiatan Perambahan Hutan Oleh Masyarakat Pendatang Dengan Kondisi Sosial Ekonomi Di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) (Studi Kasus Di Kecamatan Sei Lepan dan Kecamatan Besitang Kabupaten Langat Sumatera Utara. Medan : Thesis Program Pasca Sarjana. Universitas Sumatera Utara. (tidak dipublikasikan).

Departemen Kehutanan RI. Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor : 487/KPTS-II/1998 tanggal 27 Februari 1998 tentang Penetapan Kelompok Hutan Produksi Air Sambat Reg. 84 Seluas 1.938,00 (seribu Sembilan ratus tiga puluh delapan) Hektar yang Terletak di Daerah Tingkat II Bengkulu Selatan, Propinsi DATI 1 Bengkulu, Sebagai Kawasan Hutan Dengan Fungsi Hutan Produksi Tetap.

Effendi, Rachman, Indah Bangsawan, and Muhammad Zahrul M. 2007. Kajian pola-pola pemberdayaan masyarakat sekitar hutan produksi dalam mencegah illegal logging. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol. 4 No. 4 Desember 2007.

Gautama, Iswara. 2007. Studi Sosial Ekonomi Masyarakat Pada Sistem Agroferestry Di Desa Lasiwala Kabupaten Sidrap. Jurnal Hutan dan Masyarakat, 2(3):319-328.

Kasim, B. 1990. Hubungan Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Pemukiman Liar Terhadap Tingkat Pemggunaan Lahan di Taman Nasional Ujung Kulon. Jurusan Konservasi Sumberdaya Hutan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, 2017. Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor: SK.4865/MENLHK-PKTL/REN/PLA.0/9/2017 tentang Peta Indikatif dan Areal Perhutanan Sosial,

Lillesand TM, Kiefer FW. 2003. Penginderaan Jauh dan Implementasi Citra. Alih bahasa. R. Dubahri. Yokyakarta : Gajah Mada University Press.

Senoaji G. 2011. Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Sekitar Hutan Lindung Bukit Daun Di Bengkulu. Bengkulu : Jurnal Penelitian Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian, Volume 13 No. 1, Maret 2011 : 1-17.

Sylviani, 2008. Kajian Dampak Perubahan Fungsi Kawasan Hutan Terhadap Masyarakat Sekitar. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol. 5 No. 3 September 2008




DOI: https://doi.org/10.31186/naturalis.7.2.6025

Article Metrics

 Abstract Views : 0 times
 PDF Downloaded : 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan



Naturalis Stats

Journal Naturalis index:

Crossref

Locations :