Menakar Karya Sastra dalam Konteks Pembentukan Karakter

Amril Canrhas(1),
(1) Universitas Bengkulu, Indonesia

Abstract


Membaca karya sastra memerlukan waktu dan energi yang boleh jadi tidak sedikit dan tidak sederhana bahkan juga memerlukan dana. Bila memenuhi kebutuhan fisik, orang harus mengkonsumsi makanan bergizi agar bisa hidup sehat dan kuat, maka untuk keperluan memenuhi kebutuhan nonfisik (rohani), maka bacaan karya sastra juga perlu  mempertimbangkan kualitas karya yang dibaca. Untuk hidup sehat secara fisik tidak cukup dangan makan yang banyak, tetapi dengan mempertimbangkan kualitas gizi makanan yang dikonsumsi. Bahkan makan yang terlalu banyak bisa berpengaruh negatif untuk kesehatan. Dalam pembelajaran apresiasi sastra faktor kualitas karya sastra yang disajikan dalam pembelajaran: yang dijadikan contoh dalam penjelasan teoretis, tugas atau bacaan wajib, mesti diberikan berdasarkan pertimbangan kualitas karya sastra. Konsekuensinya guru (termasuk dosen) harus mempunyai bacaan (pengalaman membaca) yang memadai, mengikuti perkembangan sastra.Ia harus punya kompetensi melihat suatu wujud yang bermakna dalam karya seni, sesuatu yang unik, sesuatu yang tak terlihat oleh orang biasa, sesuatu yang mungkin tak berharga menjadi sesuatu yang tak ternilai, mungkin sesuatu yang dianggap hina menjadi sesuatu yang mulia. Di sinilah salah satu persoalan pembelajaran sastra itu beraakar. Guru mewajibkan membaca karya sastra yang kualitas tidak biasa dipertanggungjawabkan, karena keterbatasan wawasan baca dan teoritis.

Kata kunci: Menakar Karya Sastra, Pembentukan Karakter


References


Gani, Rizanur. 1990. Pengajaran Sastra Indonesia: Respon dan Analisis. Yogyakarta: Dian Dinamika Press.

Linin, Abdul Kadir. 2000. “Nyiak Agus” dalam Kumpulan Cerpen Sebelas. Dewan Kesenian Sumatra Barat.

Ramadhanty, Riqqah Dhiya. 2018. Mbah Marinah. Pesiminas 201. Yogyakarta.

Silado, Remy. 2001. Hahar dan Babar. Koran Tempo, halaman 13, Minggu 29 April 2001.

Sutrisno, Mudji dan Christ Verhaak Sj. 1993. Estetika: Filsafat: Keindahan. Kanisius. Yogyakarta.

Yusrizal, K.W. 2001. “Anak Perempuan Ayah”. Kompas, Minggu 24 Agustus 1997.


Article Metrics

 Abstract Views : 0 times
 PDF Bahasa Indonesia Downloaded : 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.