Bahasa Slang Generasi Muda dalam Media Sosial di Era Milenial

Agus Sulaeman(1),
(1) Universitas Muhammadiyah Tangerang, Indonesia

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bahasa slang generasi muda di media sosial yang masih banyak melanggar kaidah kebahasaan. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi. Teknik analisis data dengan cara mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data mengunakan triangulasi sumber data yang berasal dari Facebook, WhatApp, Instagram, Twitter, dan Line. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih banyak terjadi kesalahan penggunaan bahasa slang yang tidak sesuai dengan kaidah kebahasaan menurut PUEBI dalam Facebook, WhatsApp, Instagram, Twitter, dan Line. Kesalahan ini dikarenakan bahasa Slang memiliki ciri khas tertentu seperti memiliki kode bahasa tersendiri dan mementingkan penggunaan bahasa keakraban di kelompoknya. Dari hasil penelitian ini dapat direkomendasikan bagi guru dan dosen bahasa Indonesia untuk lebih intensif dalam pengajaran bahasa Indonesia di sekolah dan perguruan tinggi untuk menghindari kesalahan berbahasa sedini mungkin.

Kata kunci: bahasa slang, generasi muda, media sosial, era milenial


References


Akmawanti, S. (2019). Motif Pengguna Jejaring Sosial. doi:10.31219/osf.io/bvg5t

Aswin, P. (2105). Resitasi Idiom itu Menyenangkan. Jakarta: PT. Grasindo.

Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan. (2018). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online. Tim Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan.

Bahtiar, Ahmad & Aswinarko. (2013). Metode Penelitian Sastra. Tangerang: PT. Pustaka Mandiri.

Handayani, M. R. (2016). Manfaat Jejaring Sosial bagi Kegiatan Dakwah Siswa Pratepsasana Ismail Memorial School (Pims) Nakhon Si Thammarat Thailand Selatan. Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam Dan Sosial, 1(1), 1. doi:10.21580/wa.v1i1.797

Kaplan, Andreas M. & Haenlein, Michael. (2010) "Users of the World, Unite! The Challenges and Opportunities of Social Media". Business Horizon,s 53(1): 59 –68.

Moleong, Lexy J. (2013). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Mutoharoh, M., Sulaeman, A., & Goziyah, G. (2018). Interferensi Morfologi dalam Karangan Narasi Mahasiswa Thailand Semester IV Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muhammadiyah Tangerang. Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, Dan Asing, 1(1), 87. doi:10.31540/silamparibisa.v1i1.10

Puspita, R. S. D., & Gumelar, G. (2014). Pengaruh Empati terhadap Perilaku Prososial dalam Berbagi Ulang Informasi atau Retweet Kegiatan Sosial di Jejaring Sosial Twitter. JPPP - Jurnal Penelitian Dan Pengukuran Psikologi, 3(1), 1. doi:10.21009/jppp.031.01

Sulaeman, A., & Dwihudhana, W. (2019). Hubungan Motivasi Belajar terhadap Hasil Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) pada Mahasiswa Semester 7 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muhammadiyah Tangerang. Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, dan Asing, 2(1), 60. doi:10.31540/silamparibisa.v2i1.327

Wibowo, W. (2001). Manajemen Bahasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.


Article Metrics

 Abstract Views : 0 times
 PDF Bahasa Indonesia Downloaded : 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.