Penerapan Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) untuk Meningkatkan Kemampuan High Order Thinking Skills (HOTS) dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia pada Kompetensi Teks Deskripsi Kelas VII

Rilla Wahana(1),
(1) Universitas Bengkulu, Indonesia

Abstract


Pendidikan adalah salah satu bentuk perwujudan kebudayaan manusia yang dinamis dan sarat perkembangan. Oleh karena itu, perubahan atau perkembangan pendidikan adalah hal yang memang seharusnya terjadi sejalan dengan perubahan kebudayaan kehidupan. Perubahan dalam arti perbaikan pendidikan pada semua tingkat perlu terus-menerus dilakukan sebagai antisipasi kepentingan masa depan. Pendidikan yang baik memerlukan model pembelajaran yang baik. Model pembelajaran tersebut  antaranya Creative Problem Solving (CPS), discuss (diskusi), cooperative script, mind mapping, kooperatif tipe Learting Together (LT), Problem Basic Learning (PBL), dan lain-lain. Creative Problem Solving (CPS) adalah suatu model pembelajaran yang melakukan pemusatan pada pengajaran dan keterampilan memecahkan masalah, yang diikuti dengan penguatan keterampilan. Higher Order Thinking Skills (HOTS) sebagai keterampilan berpikir siswa dalam memperoleh informasi baru yang disimpan dalam memorinya, selanjutnya menghubungkan dan menyampaikannya untuk tujuan yang diharapkan.Teks deskripsi adalah teks yang berusaha mengambarkan objek, barang atau benda lainnya termasuk orang secara jelas dan rinci, sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat atau merasakan apa yang telah dideskripsikan. Relevansi semua itu akan sangat terlihat jelas karena model pembelajaran sebagai landasan awal dalam menerapkan metode pengajaran, berpikir tingkat tinggi sebagai alat dalam proses dan teks deskripsi sebagai media dalam melihat CPS dan HOTS yang saling melengkapi untuk hasil belajar yang maksimal.

Katakunci: Model Creative Problem Solving (CPS), High Order Thinking Skill (HOTS), Pembelajaran Bahasa Indonesia, Teks Deskripsi


References


Al-Tabany, T. I. (2014). Mendesain Model Pembelajajaran Inovatif, Progresif, dan Kontekstual. Surabaya: PT Kharisma Putra Utama.

Barrat, Carroline, (2014). Higher Order Thinking and Assessment. International Seminar on Current Issues in Primary Education: Prodi PGSD Universitas Muhammadiyah Makasar.

Elisah, E. (2015). Peningkatan Kemampuan Bernegosiasi Lisan dengan Menggunakan Model Pembelajaran Genre Pedagogi Siswa Kelas XI TKJ SMK Negeri 1 Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong. Diksa : Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 1(2), 81–94. doi:10.33369/diksa.v1i2.3182

Fanani, A. & Kusmaharti. (2014). Pengembangan Pembelajaran Berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skill) di Sekolah Dasar Kelas V. Jurnal Penndidikan Dasar, 1.9 (2014), 11, https://doi.org/doi.org/10.21009/JPD.091.01

Hayati, M. (2018). Penggunaan Model Pembelajaran Koorperatif Tipe Think Pair and Share (TPS) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendididikan Agama Islam Pada Siswa Kelas Iv Sdn 014 Simpang Tetap Darul Ihsan Dumai Tahun Ajaran 2016/2017. El-Ibtidaiy: Journal of Primary Education, 1(1), 36. doi:10.24014/ejpe.v1i1.5025

Huda, F. A. (2017). Pengertian Model Pembelajaran Creative Problem Solving. fatkan.web.id, 1.

Isjoni. (2009). Pembelajaran Kooperatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Karimah, A. H. (2018). Integrasi Higher Order Thinking Skill. Jurnal Program Studi PGMI Universitas Nurul Jadid, 82.

Karto, Suhartono, Susetyo, Noermanzah, Maisarah, I. (2019). The Differences Ability in Writing Descriptive Texts by Using Chain Writing and Conventional Methods. International Journal of Scientific & Technology Research, 8(10), 2718.

Majid. (2016). Strategi Pembelajaran. Bandung: Rosda.

Muslich, M. (2007). Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Kontekstual. Jakarta: Bumi Akasara.

Noermanzah & Friantary, H. (2019). Development of Competency-Based Poetry Learning Materials for Class X High Schools. International Journal of Recent Technology and Engineering, 8(4), 6631.

Nofrion, N. (2018). Panduan Pelaksanaan Model Pembelajaran Exo Olo Task (Mengembangkan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS) dalam Pembelajaran). doi:10.31227/osf.io/wh2mp

Nurulwati. (2000). Model-Model Pembelajaran. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya.

Pepkin, K. L. (2000). Creative Problem Solving in Math. Tersedia :http://hti.math.uh.edu/curriculum/units/2000/02/00.02.04.pdf. Diakses: 6 Mei 2019.

Rusman. (2016). Model-Model Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers.

Shoimin, A. (2014). 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Sulaeman, A., & Ariyana, A. (2018). Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Examples Non-Examples terhadap Hasil Belajar Menulis Teks Berita pada Siswa Kelas VIII SMPN 14 Kota Tangerang. Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, dan Asing, 1(2), 17–27. doi:10.31540/silamparibisa.v1i2.201

Syafryadin, Istiqomah Nur Rahmawati, and Rizki Widiastuti. (2013). Improving grade X Students’ Speaking Achievement under Round Robin Technique. International Journal on Education, 1(1).

Trianto. (2014). Model Pembelajaran Terpadu: Konsep, Strategi, dan Implementasinya dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta. Bumi Aksara.

Wiyanto. (2004). Terampil Menulis Paragraf. Jakarta: Grasindo.


Article Metrics

 Abstract Views : 0 times
 PDF Bahasa Indonesia Downloaded : 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.