Supremasi Hukum: Jurnal Penelitian Hukum

Journal History

Journal History – Supremasi Hukum: Jurnal Penelitian Hukum 

Supremasi Hukum: Jurnal Penelitian Hukum adalah nama baru sebagai pengganti jurnal yang telah diterbitkan oleh Fakultas Hukum Universitas Bengkulu pertama kali pada tahun 1995 dengan nama “Jurnal Penelitian Hukum” dengan Nomor ISSN: 0853-2303. Dalam rangka upaya perbaikan dan peningkatan kualitas pengelolaan jurnal dilakukan perubahan nama dan cover terbitan menjadi “Supremasi Hukum”  dengan Nomor ISSN: 1693-766X berdasarkan SK No. 11.867/JI.3.02/SK.ISSN/2003. - 31 Desember 2003 (mulai edisi 2003-12-31) sebagai media cetak. Selanjutnya pada tahun 2004 Jurnal “Supremasi Hukum” memperoleh Akreditasi Nasional dari Dikti berdasarkan SK No. Akreditasi 39/Dikti/Kep/2004, yang berlaku tahun 2004-2007. Seiring berjalannya waktu pada tahun 2013 pada Volume 22 Nomor 1,  cover yang semula berlatar belakang biru berubah menjadi merah.

Pada tanggal 24 Januari 2017 diajukan permohonan pendaftaran sebagai media online, dengan nama “Supremasi Hukum: Jurnal Penelitian Hukum” merupakan penggabungan kedua nama sebelumnya dan sebagai alasan untuk membedakan dengan jurnal hukum lain dengan nama yang sama. Selanjutnya pengelolaan Supremasi Hukum: Jurnal Penelitian Hukum dilakukan dengan sistem OJS (Open Journal System) dengan Nomor e-ISSN: 2579-4663 berdasarkan SK No. 0005.25794663/JI.3.1/SK.ISSN/2017.04 - 10 April 2017. Pertama kali diterbitkan sebagai media online dengan sistem OJS (Open Journal System) pada Volume 26 Nomor 2, Agustus 2017. 

Supremasi Hukum: Jurnal Penelitian Hukum dengan inisial JSH sebagai media cetak maupun online merupakan media informasi dan komunikasi yang memberikan ruang untuk mempublikasikan tidak hanya pemikiran kritis hasil penelitian orisinal tetapi juga termasuk gagasan konseptual maupun review article  dari para akademisi, peneliti, maupun praktisi yang belum pernah dipublikasikan pada media lainnya.

Sejak tahun 2018,  Supremasi Hukum: Jurnal Penelitian Hukum dibawah pengelolaan Pusat Data, Informasi dan Publikasi Fakultas Hukum Universitas Bengkulu. Dalam rangka pemutakhiran jurnal, jurnal ini disempurnakan dengan menggunakan Template Journal  serta penyempurnaan Author Guidelines yang baru.

Supremasi Hukum: Jurnal Penelitian Hukum, pada bulan Maret 2019 telah menjadi anggota dari crossreff, sehingga setiap artikel akan memiliki unique DOI number. Supremasi Hukum: Jurnal Penelitian Hukum telah terindeks pada lembaga pengindeks Google Scholar. Dalam perkembangannya saat  ini, Supremasi Hukum: Jurnal Penelitian Hukum sebagai media publikasi cetak maupun elektronik untuk mengembangkan Ilmu Hukum di Indonesia, terus melakukan usaha-usaha untuk mendaftar pada Arjuna dalam rangka pengajuan Akreditasi Jurnal Nasional melalui ARJUNA. 

Supremasi Hukum: Jurnal Penelitian Hukum merupakan jurnal yang berbasis Open Access Journal dengan OJS. Frekuensi penerbitan jurnal dua (2) kali setahun, secara periodik pada bulan Januari dan Agustus. Semua artikel yang dipublikasikan melalui peer review process, dimulai telaah dari Board of Editors selanjutnya dengan peer review process dari reviewers baik internal maupun eksternal.

Publikasi artikel dalam Supremasi Hukum: Jurnal Penelitian Hukum melalui proses Peer-Review Process yang diawali dengan telaah dan review journal template oleh Board of Editors atau Dewan Redaksi baik secara internal maupun eksternal. Pengelola jurnal (editor)  bertugas memeriksa dan memastikan secara seksama bahwa artikel yang sedang ditelaah memenuhi Author Guidelines dan Template Journal. Dalam proses telaah oleh Editorial Team, dilakukan juga telaah berkaitan dengan pengecekan similarity atau plagiarism dengan menggunakan Turnitin dan/atau plagiarism tools lainnya. Artikel yang telah memenuhi persyaratan proses review dari tim editor, dilanjutkan dengan proses review oleh reviewer, baik reviewer internal maupun eksternal. 

Internal reviewer maupun external reviewer yang melakukan Peer review process disesuaikan kompetensi keilmuan reviewer dengan artikel yang ditelaah untuk dipublikasikan. Reviewer bertugas menilai substansi artikel, yang membantu penulis melalui komentar dan masukan-masukan baik berkaitan dengan state of arts maupun komponen substansi yang relevan lainnya, dan pelaksanaan proses review menggunakan double blind review. Proses review secara etika dilaksanakan untuk substansi artikel, kritik dan masukan dilakukan secara obyektif. Reviewer menampilkan  pandangan serta  masukan secara jelas yang didukung oleh argumentasi  yang jelas. Kritik terhadap pribadi penulis merupakan tindakan yang tidak etis dan tidak pada tempatnya dilakukan oleh reviewer selama dalam proses me-review pada jurnal ini.

Reviewer bertugas secara detail menilai dan  mengidentifikasi relevansi dokumen hukum, konsep, teori maupun hasil studi terdahulu yang relevan yang  digunakan penulis untuk mengkaji dan menganalisis. Reviewer juga mengidentifikasi sumber-sumber bacaan atau hasil studi  relevan yang belum  dikutip oleh penulis.

Keseluruhan proses review  dilakukan secara elektronik. Editor Jurnal bertugas untuk memutuskan artikel yang layak dipublikasikan, dengan mempertimbangkan hasil telaah awal dari tim editors, validitas artikel dari hasil reviewers, kemanfaatan maupun kontribusi substansi artikel dalam rangka pengembangan ilmu hukum bagi peneliti, akademisi, maupun praktisi, baik secara lokal, nasional, maupun global.