Main Article Content

Abstract

Tanah gambut mempunyai daya dukung yang rendah dan apabila dibebani akan mengalami penurunan yang cukup besar. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan suatu upaya stabilisasi yang dapat memperbaiki kualitas serta meningkatkan daya dukung dari tanah tersebut sehingga dapat mencegah terjadinya perbedaan penurunan yang terlampau besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku penurunan tanah kondisi dry side of optimum dan wet side of optimum pada kepadatan tanah gambut. Metode penelitian yang dilakukan di laboratorium degan cara pengujian konsolidasi yang menggunakan standar ASTM D 2435-96, dan pemadatan tanah menggunakan standar SNI 03-2832-1992. Hasil penelitian pada sampel B mengalami kecepatan penurunan yang tidak terlalu tinggi dan besarnya penurunan yang tidak terlalu rendah, sehingga sampel B dapat dikatakan tidak baik. Sampel yang mengalami waktu atau lamanya penurunan paling rendah, dan juga besarnya penurunan adalah pada sampel C. Sedangkan pada sampel A untuk waktu atau lamanya penurunan terjadi paling tinggi dan besarnya penurunan terjadi paling rendah. Hal ini dapat dilihat pada diagram variasi hubungan persentase dry side of optimum, kadar air optimum, dan wet side of optimum, nilai koefisien konsolidasi (Cv) sebesar 0,60 cm2/detik, indek pemampatan (Cc) sebesar 4,579, dan koefisien pemampatan (aV) sebesar 0,57 cm2/detik. Kesimpulannya perilaku penurunan tanah kondisi Dry Side Of Optimum dan Wet Side Of Optimum pada kepadatan tanah gambut adalah sampel Dry Side Of Optimum atau sampel dengan pemadatan lebih kering 5% merupakan sampel terbaik karena kecepatan proses penurunan tanah tercepat dan besaran penurunan terkecil.

Keywords

Dry Side Of Optimum Tanah Gambut Wet Side Of Optimum Konsolidasi Tanah

Article Details

How to Cite
Anggraini, M., Supriadi, S., & Winayati, W. (2021). PERILAKU KEPADATAN TANAH GAMBUT TERHADAP PENURUNAN TANAH KONDISI DRY SIDE OF OPTIMUM DAN WET SIDE OF OPTIMUM. Inersia: Jurnal Teknik Sipil, 13(2), 76–83. https://doi.org/10.33369/ijts.13.2.76-83

References

  1. Hardiyatmo, H. C. (2003). Mekanika Tanah II. Gadjah Mada University Press, 91(5), 1–398.
  2. Ma’ruf, M. A., & Yulianto, E. faisal. (2016). Tanah Gambut Berserat: Solusi dan Permasalahannya Dalam Pembangunan Infrastruktur Yang Berwawasan Lingkungan. Prosiding Seminar Nasional Geoteknik, 276–292.
  3. Muslim, R., Fatnanta, F., & M, M. (2018). Karakteristik Kuat Geser Tanah Gambut Akibat Pemampatan. SIKLUS: Jurnal Teknik Sipil, 4(2), 67–79. https://doi.org/10.31849/siklus.v4i2.1503
  4. Panggabean, D., Winayati, W., & Anggraini, M. (2021). Stabilisasi Tanah Lempung Menggunakan Abu Tandan Kelapa Sawit dan Semen Untuk Meningkatan Nilai CBR. Jurnal Tekni Sipil, 10(1).
  5. Pratama, D. R., Setyanto, S., & Jafri, M. (2015). Perilaku Penurunan Tanah Terhadap Dry Side of Optimum dan Wet Side of Optimum pada Kepadatan Tanah Organik. Jurnal Rekayasa Sipil Dan Desain, 3(1), 117–130.
  6. Saputra, I., & Ridha, M. (2019). Efek Penambahan Garam Pada Tanah Gambut Untuk Daya Dukung Tanah. Jurnal Tenik Sipil Uyanan, 5(1), 17–25.
  7. Setiawan, A., Iswan, & Setyanto. (2015). Pengaruh Kuat Tekan dan Kuat Geser pada Sampel Dry Side of Optimum ( Optimum Kering ) dan Wet Side of Optimum ( Optimum Basah ) Tanah Organik. JRSDD, 3(2), 237–248.
  8. SNI 13-6793-2002 Metode Pengujian Kadar Air , Kadar Abu Dan Bahan Organik. (2005).
  9. Vishwanath, G., Pramod, K., & Ramesh, V. (2014). Peat soil stabilization with Rice Husk Ash and Lime Powder. International Journal of Innovation and Scientific Research ISSN, 9(2), 225–227. http://www.ijisr.issr-journals.org/
  10. Wibowo, A. (2009). Peran Lahan Gambut Dalam Perubahan Iklim Global. Tekno Hutan Tanaman, 2(1), 19–28.
  11. Yulianto, F. E., & Mochtar, N. (2010). Mixing of Rice Husk Ash ( Rha ) and Lime for Peat Soil Stabilization. Proceedings Of The Firts Makasar International Conference on Civil Engineering (MICCE2010), September, 533–538