Isi Artikel Utama
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efektivitas layanan bimbingan klasikal dengan metode sosiodrama dalam menurunkan perilaku intoleransi pada peserta didik. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan desain two group pre-test post-test control design. Populasi penelitian adalah peserta didik kelas X SMK Negeri 4 Kota Bengkulu yang berjumlah 76 siswa. Sampel penelitian berjumlah 43 siswa, terdiri dari 26 siswa kelas eksperimen dan 17 siswa kelas kontrol, dipilih dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket perilaku intoleransi berbasis skala likert. Hasil pre-test dan post-test kelas eksperimen menunjukkan penurunan rata-rata skor 169 menjadi 103 dengan gain score 66, sedangkan kelas kontrol rata-rata skor dari 129 menjadi 122 dengan gain score 7. Hasil uji hipotesis dengan uji t-test dengan nilai 21.629 dan nilai Sig. (2-tailed) 0,000 menunjukkan terdapat perbedaan tingkat perilaku intoleransi antara peserta didik yang menerima layanan bimbingan klasikal dengan metode sosiodrama dan peserta didik yang menerima layanan bimbingan klasikal tanpa metode sosiodrama. Maka hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat efektivitas layanan bimbingan klasikal dengan metode sosiodrama untuk menurunkan perilaku intoleransi.
Kata kunci: bimbingan klasikal, intoleransi, metode sosiodrama
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.