Main Article Content

Abstract

Pemanfaatan hasil hutan bukan kayu (HHBK) berperan penting dalam mendukung restorasi ekosistem berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis, potensi, dan pola pemanfaatan HHBK di PT Restorasi Ekosistem Indonesia (REKI), Jambi, dengan fokus pada empat komoditas utama yaitu jelutung (Dyera costulata), damar (Agathis dammara), jernang (Daemonorops draco), dan madu hutan (Apis dorsata). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan HHBK memberikan manfaat ekonomi, ekologi, dan sosial yang signifikan bagi masyarakat sekitar. Kegiatan penyadapan getah jelutung dan damar, budidaya jernang, serta panen madu hutan secara lestari berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan tanpa merusak ekosistem hutan. Pengelolaan HHBK di PT REKI menjadi contoh penerapan restorasi ekosistem berbasis masyarakat yang mengintegrasikan prinsip ekonomi hijau dan kesejahteraan lokal.

Article Details

References

  1. Fiki Pernando, P. (2024) ‘Variasi Budidaya Lebah Madu (Trigona Sp) Dan Hasil Produksi Madunya Di Tiga Kelompok Tani Hutan Di Kota Padang’. Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat.
  2. Gilbert, D.E. And Setyaka, V. (2022) ‘Tekanan Kapitalis Dan Dinamika Wanatani Krui Di Sumatera’, Jurnal Sosiologi Andalas, 8(2), Pp. 146–158.
  3. Kuanine, W. (2024) ‘Keanekaragaman Jenis Pakan Lebah Madu Hutan (Apis Dorsata) Di Amfoang (Studi Kasus Di Hutan Produksi Desa Soliu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur)”.’, Wana Lestari, 6(2), Pp. 226– 235.
  4. Maniani, P.H. (2025) ‘Model Agribisnis Pengelolaan Hasil Hutan Bukan Kayu (Hhbk) Mangrove Untuk Meningkatkan Nilai Tambah Ekonomi Masyarakat Aplikasi Penerapan Bussines Model Canvas’. Universitas Mahasaraswati Denpasar.
  5. Maslebu, O.T., Silaya, T. And Parera, E. (2024) ‘Analisis Sosial Ekonomi Pengelolaan Hasil Hutan Damar (Agathis Dammara) Di Desa Rambatu, Kecamatan Inamosol, Kabupaten Seram Bagian Barat’, Marsegu: Jurnal Sains Dan Teknologi, 1(3), Pp. 235–247.
  6. Munawaroh, E. Et Al. (2020) ‘Cultural Significance Analysis To Support The Valuation Of Non Timber Forest Products Of The Malay Community In Tanjung Jabung, Jambi, Sumatera’, Journal Of Tropical Ethnobiology, 3(2), Pp. 149–174.
  7. Nugraheni, B.L.Y. Et Al. (2023) ‘Model Carbon Trading Perhutanan Sosial Di Jawa’.
  8. Universitas Katolik Soegijapranata.
  9. Pietersz, J.H. And Wattimena, C.M. (2025) ‘Potensi Ekologis Hasil Hutan Bukan Kayu (Hhbk) Dalam Menopang Aspek Sosial Ekonomi Dan Budaya Masyarakat Pegunungan: Kasus Desa Hukuanakota Kabupaten Seram Bagian Barat’, Marsegu: Jurnal Sains Dan Teknologi, 2(1), Pp. 30–43.
  10. Prasetyo, R., Haryanto, B., & Lestari, D. (2024). Dinamika produksi jernang (Daemonorops draco) di hutan Sumatera dan tantangan keberlanjutan pengelolaannya. Jurnal Pengelolaan Hutan Tropika, 32(1), 55–67.
  11. Sudrajat, A. And Yuliana, R. (2024) ‘Kemitraan Strategis Ukm Dan Komunitas Petani Hutan Dalam Pengelolaan Hasil Hutan Non-Kayu Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Di Sukabumi’.
  12. Ulfa, M., Albayudi, A. And Sirait, M. (2019) ‘Jenis Dan Nilai Ekonomi Hasil Hutan Bukan Kayu Terhadap Suku Anak Dalam Di Taman Nasional Bukit Duabelas’, Jurnal Silva Tropika, 3(1), Pp. 132–142.
  13. Zuhud, E.A.M. And Siregar, I.Z. (2016) ‘Pemanfaatan Jelutung (Dyera Spp.) Oleh Suku Anak Dalam Di Taman Nasional Bukit Duabelas, Jambi’, Media Konservasi, 21(2), Pp. 168– 173.