Main Article Content

Abstract

Ruang Terbuka Hijau merupakan suatu lahan yang luas yang di tumbuhi oleh berbagai tumbuhan, pada berbagai strata, mulai dari tumbuhan bawah sampai dengan pohon. Keberadaan Ruang Terbuka Hijau pada wilayah perkotaan sangat penting karena banyak nya manfaat yang diperoleh dari keberadaan RTH tersebut. Pohon merupakan bagian dari Ruang Terbuka Hijau (RTH) memiliki fungsi penting terutama yang berada pada taman kota. Kondisi kesehatan pohon sangat penting untuk diketahui dimana kondisi kerusakan pohon ini bisa dijadikan sebagai salah satu indikator untuk pohon bisa dikatakan sehat atau sakit, penyebab-penyebab kerusakan hutan dapat dikenali dan di evaluasi. Kegitan Evaluasi kesehatan pohon sangat penting untuk dilakukan agar mengetahui keadaan pohon masa kini, transformasi di masa depan, serta masalah yang bisa terjadi yang disebabkan oleh aktivitas manusia (Safe’i et al,. 2022).


Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kerusakan tegakan di areal RTH Taman Remaja Kota Bengkulu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktobe-November 2024 yang berlokasi di Taman Remaja Kota Bengkulu. Metode yang digunakan untuk menilai kesehatan pohon yaitu FHM (Forest Health Monitoring) dengan parameter yang dinilai yaitu kerusakan pohon dan kerusakan tajuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi kesehatan tegakan hutan pada Ruang Terbuka Hijau Taman Remaja Kota Bengkulu berdasarkan CLI (Cluster Level Index) tergolong sehat yaitu dengan Nilai Indeks Kerusakan (NIK) sebesar 1,68 dengan persentase pohon sehat 95,17%, tingkat kerusakan ringan 4,82%. Walaupun tergolong sehat beberapa pohon yang didapatkan menunjukkan nilai kelas keparahan yang tinggi yaitu pohon karet (Havea brasiliensis), Mahoni (Swietenia macrophylla), Kalpataru (Hura crepitans) dan Flamboyan (Delonix regia).

Article Details

References

  1. Akbar, M. A. H. (2019). Identifikasi Heritage Tree pada Jalur De Groote Postweg di Kota Bogor
  2. Arwanda, E. R., Safe'i, R., Kaskoyo, H., & Herwanti, S. (2021). Identifikasi Kerusakan Pohon pada Hutan Tanaman Rakyat PIL, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia. Agro Bali: Agricultural Journal, 4(3), 351-361.
  3. Chamidah, D. (2017). Jenis-jenis benalu dengan tanaman inang pada ruang terbuka hijau Kota Surabaya. Jurnal Ibriez: Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains, 2(2), 215-224.
  4. Djafaruddin. 1996. Dasar-Dasar Perlindungan Tanaman. Buku. PT Bumi Aksara. Jakarta. 168 p
  5. Duryat, Gitosaputro, S. dan Riniarti, M. 2014. Analisis Status Dan PemetaanKondisi Kesehatan Pohon Penghijauan Di Kota Bandar Lampung.Laporan Penelitian. Universitas Lampung. Bandar Lampung. 20 p.
  6. Elmayana, E., & Rita, R. R. N. D. (2022). Identifikasi Kesehatan Pohon Di Jalur Hijau Kota Selong Kabupaten Lombok Timur. Jurnal Silva Samalas, 5(1), 31-44.
  7. Fikri, K., Latifah, S., & Aji, I. M. L. (2023). Identifikasi Tipe Kerusakan Pohon di RTH Kampus Universitas Mataram. Journal of Forest Science Avicennia, 6(1), 12-25.
  8. Gumaja, L. M. P., Mardhiansyah, M., & Sribudiani, E. (2019). Evaluasi Kesehatan Pohon Pada Jalur Hijau Jalan Arifin Achmad Kota Pekanbaru. Jurnal Ilmu-Ilmu Kehutanan, 3(1).
  9. Hakim, Rustam. Hardi Utomo. (2003). Komponen Perancangan Arsitektur Lansekap. Jakarta : Bumi Aksara.
  10. Ibrahim, Y.M. 2015. Identifikasi Jenis Kerusakan Pohon Sengon (Paraserianthes Falcataria) Pada Hutan Rakyat di Dusun Danau Desa Margakaya Kecamatan Pringsewu Kabupaten Pringsewu Dengan Metode FHM (Forest Healyh Monitoring). Skripsi. Fakultas Pertanian, Universitas Lmapung, Bandar Lampung.
  11. Mangold, R. 1997. Forest Health Monitoring: Field Methods Guide. Buku.USDA Forest USDA Forest Service General Technical Report. New York. 135 p.
  12. Manueke, J., Sembiring, J., & Tarore, D. (2020). Karakterisasi sekuen DNA gen mtCO-1 hama penggerek pucuk (Hypsipyla sp.) pada tanaman mahoni (Swietenia macrophylla King) di Kabupaten Minahasa dan Kota Tomohon Provinsi Sulawesi Utara. Indonesian Journal of Entomology, 17(1), 456061.
  13. Miardini, Arina. 2006. Analisis Kesehatan Pohon Di Kebun Raya Bogor Departemen Konservasi Sumber daya Hutan Dan Ekowisata Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor.
  14. Mpapa, B. L., & Lasamadi, R. (2022). Identifikasi Kesehatan Pohon Hutan Kota dan Ruang Terbuka Hijau di Kabupaten Banggai. Jurnal Hutan Tropis, 10(3), 220-226.
  15. Muhyiddin, K. M. I., Anhar, A., & Yanti, L. A. (2024). Penilaian Kesehatan Pohon dengan Metode Forest Health Monitoring di Agroforestri Kopi Kawasan Lindung Desa Penosan Jaya Kecamatan Permata Kabupaten Bener Meriah. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 9(1), 781-798.
  16. Mukhlishah, N., Harlina, H., Amran, A., & Syam, A. S. (2019). Penyuluhan Pentingnya Perawatan Hutan Kota dengan Pola Pelibatan Pemuda dan Remaja. JCES (Journal of Character Education Society), 2(2), 39-46.
  17. Nuraini, C. (2009, December). Peran, Fungsi dan Manfaat Pekarangan sebagai Salah Satu Model Ruang Terbuka Hijau di Lingkungan Permukiman Padat Kota Studi Kasus: Pekarangan di Karang Kajen, Yogyakarta
  18. Peraturan Pemerintahan Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2002 Tentang Hutan Kota.
  19. Permendagri No. 1 Tahun 2007 tentang Penataan RTH Kawasan Perkotaan
  20. Pertiwi, D., Safe'i, R., & Kaskoyo, H. (2019). Identifikasi kondisi kerusakan pohon menggunakan metode forest health monitoring di tahura war provinsi lampung. Jurnal Perennial, 15(1), 1-7.
  21. Pertiwi, Rahmat, S. 2019. Identifikasi Kondisi Kerusakan Pohon Menggunakan Metode Forest Health Monitoring di Tahura War Provinsi Lampung. Jurusan Kehutanan. Universitas Lampung.
  22. Prana, N. P. D., Safe'i, R., & Tsani, M. K. (2024). Analisis Tingkat Kerusakan Pohon Di Ruang Terbuka Hijau Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Jurnal Sylva Scienteae, 7(1), 39-46.
  23. Prijono, A. (2024). Status Kesehatan dan Pertumbuhan Tanaman Jabon (Anthocephalus cadamba Miq.) di Wilayah Hutan Rakyat Kabupaten Temanggung. AGROFORETECH, 2(2), 978-986.
  24. Puspita, R., 2023. Evaluasi Kesehatan Tegakan Cemara Laut (Casuarina equisetifolia L.) di Kawasan Pantai di Kota Bengkulu. Skripsi, Jurusan Kehutana, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu.
  25. Ramadhan, M., Naemah, D., & Yamani, A. (2020). Analisis Intensitas Kerusakan Mahoni (Swietenia mahagoni) Akibat Serangan Hama dan Penyakit Tumbuhan. Jurnal Sylva Scienteae, 3(4), 667-674.
  26. Republik Indonesia. 2007. Undang- Undang Republik Indonesia No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang Sekretariat Negara, Jakarta.
  27. Republik Indonesia. 2008. Pertauran Menteri Pekerja Umum No. 05/PRT/M/2008 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan. Sekretariat Negara, Jakarta.
  28. Rikto. (2010). Tipe Kerusakan Pohon Hutan Kota (Studi Kasus: Hutan Kota Bentuk Jalur Hijau, Kota Bogor-Jawa Barat). Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor.
  29. Safe’i, R., Tsani, M. K. (2017). Kesehatan Hutan: Penilaian Kesehatan Hutan Menggunakan Teknik Forest Health Monitoring. Book. Yogyakarta: Plantaxia.
  30. Safe'i, R., Kaskoyo, H., Ardiansyah, F., & Pangestu, A. Y. (2022). Pelatihan Penggunaan Sistem Informasi Pemantauan Kesehatan Hutan di KPH IX Kota Agung Utara Kabupaten Tanggamus. Dharma Raflesia: Jurnal Ilmiah Pengembangan Dan Penerapan IPTEKS, 20(1), 38-52.
  31. Saputra R. 2023.Kondisi Kesehatan Pohon Pada Blok 1 Di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Universitas Bengkulu, Bengkulu Utara.
  32. Setia, T. M. 2009. Peran liana dalam kehidupan orang hutan. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Hutan. Jakarta. 2(1): 55—61.
  33. Silalahi V. 2017. Monitoring Kesehatan Pohon Mahoni (Swietenia macrophylla) di Kampus Universitas Sumatera Utara. Skripsi. Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia.
  34. Simajorang, L.P., Safe’i, R. (2018). Penilaian vitalitas pohon jati dengan forest health monitoring di KPH Balapulang. Jurnal Ecogreen, 4(1). pp. 9-15
  35. Simamora, T. T. H., & Bintoro, A. (2015). Identifikasi jenis liana dan tumbuhan penopangnya di blok perlindungan Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman. Jurnal Sylva Lestari, 3(2), 31-42
  36. Sitinjak, E. V. (2016). Status Kesehatan Pohon Pada Jalur Hijau Dan Halaman Parkir Universitas Lampung.
  37. Sodikin, D. (2019). Penilaian Kesehatan Jalur Hijau di Kota Bogor.
  38. Sugiyanto, E., & Sitohang, C. A. (2017). Optimalisasi fungsi ruang terbuka hijau sebagai ruang publik di taman Ayodia Kota Jakarta Selatan. Populis: Jurnal Sosial dan Humaniora, 2(1), 205-218.
  39. Susanti, A.D., Wiryono, W., Yansen, Y., & Aprilensi, S. (2024). Keanekaragaman Jenis Pohon Sebagai Ruang Terbuka Hijau Di Taman Remaja Kota Bengkulu. Journal Of Global Forest And Environmental Science, 4(2), 24-30.
  40. Trisno, T., Adhya, I., & Hendrayana, Y. (2019). Keanekaragaman Tumbuhan Obat Di Kawasan Wisata Alam Pasir Batang Taman Nasional Gunung Ciremai. Wanaraksa, 13(02).
  41. Waruwu, E., Firdara, E. K., Octavianus, R., & Triyadi, A. (2021). Evaluasi Kesehatan Pohon Menggunakan Indikator Forest Health Monitoring Pada Ruang Terbuka Hijau Universitas Palangka Raya: Evaluation of Tree Health Using Forest Health Monitoring Indicators in Palangka Raya University Green Space Area. Hutan Tropika, 16(1), 26-44.