Main Article Content

Abstract

Famili Araceae tergolong dalam suku talasan, yang mencakup tumbuhan darat (terestrial), tanaman merambat yang mengapung di air (akuatik) dan pepohonan (epifit). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi ekologi dan keanekaragaman jenis famili Araceae di Desa Tambang Sawah, kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), SPTN Wilayah VI Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu. Pengambilan data dilakukan dengan metode purposive sampling, menggunakan plot berukuran 4 × 4 m di sepanjang lima jalur transek. Data abiotik yang diamati meliputi suhu udara, kelembapan, intensitas cahaya, pH tanah, dan curah hujan, serta pengambilan sampel tanah untuk analisis kimia dan fisik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 11 jenis Araceae yang tergolong dalam 9 genus, terdiri atas 9 jenis terestrial dan 2 jenis epifit, dengan total 254 individu. Jenis yang paling banyak ditemukan yaitu Homalomena cordata (122 individu) dan Homalomena propinqua (54 individu). Nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) sebesar 1,71, menunjukkan tingkat keanekaragaman sedang. Kondisi lingkungan tempat tumbuh Araceae di lokasi penelitian memiliki ketinggian lokasi 450–700 mdpl yang termasuk dalam kategori hutan dataran rendah. Faktor lingkungan seperti suhu, kelembapan, intensitas cahaya, dan sifat kimia tanah (pH 4,6–5,2, tekstur lempung berpasir, serta kadar hara rendah) berpengaruh terhadap sebaran dan pertumbuhan famili Araceae. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dasar dalam pengelolaan dan konservasi tumbuhan famili Araceae di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat.


 


Kata kunci: Araceae, Keanekaragaman Jenis, Ekologi, Taman Nasional Kerinci Seblat

Article Details

References

  1. Asharo, R.K., Fathurrohman, Maulana, D.F., Prasetya, A., Revonaldi, A.A., Priambono, R., Pasaribu, P.O., Rizkawati, V. 2021. Inventarisasi Jenis Tumbuhan Suku Araceae di Taman Nasional Gunung Merapi, YOGYAKARTA. Jurnal Bioma, 17(2)
  2. Bago, A.S. 2020. Identifikasi Keragaman Famili Araceae Sebagai Bahan Pangan, Obat, dan Tanaman Hias di Desa Hilionaha Kecamatan Onolalu Kabupaten Nias Selatan. Jurnal Education and Development. 8(4).
  3. Bayong. 1999. Klimatologi Umum. Bandung: ITB.
  4. BMKG. 2021. Peta Rata-Rata Curah Hujan dan Hari Hujan Periode 1991-2020 Indonesia. Pusat Informasi Perubahan Iklim Kedeputian Bidang Klimatologi, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.
  5. Fachrul, M.F. 2012. Metode Sampling Bioekologi. Bumi Aksara; Jakarta.
  6. Hanafiah, K.A. 2014. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta. 359 hal.Hartanti, R.E.D.P., S. Gumiri., dan S. Sunariati. 2020. Keanekaragaman dan Karakterisik Habitat Tumbuhan Famili Araceae di Wilayah Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya. Journal of Environment and Management,1(3), 221-231.
  7. Hidayah, I., H. Hardiansyah., dan N. Noorhidayati. 2022. Keanekaragaman Herba di Kawasan Mangrove Muara Aluh-Aluh. JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI, 7(1).
  8. Indriyanto. 2006. Ekologi Hutan. Jakarta : PT Bumi Aksara.
  9. Khoirul, B. 2014. Tesis “Identifikasi Tanaman Famili Araceae Di Cagar Alam Tangale”. Universitas Negeri Gorontalo. Kabupaten Gorontalo.
  10. Kurniawan, A., N.P.S Asih., Yusammi, and P.C. Boyce. 2013. Studies on the Araceae of the Lesser Sunda Island I: New Distribution Record for Aloscasia alba. Garden’s Bulletin Singapore 65 (2).
  11. Kurniawan, A. dan N.P.S. Asih. 2012. Araceae di Pulau Bali. LIPI Press. Jakarta.
  12. Kusumo, H. 2016. Araceae in Plawangan-Turgo Nature Reserve Merapi-Merbabu.
  13. Mayo S.J., J. Bogner, and P.C. Boyce., 1997. The Genera of Araceae. Royal Botanic Gardens Kew.
  14. Munawaroh, E., Yuzammi., S.M. Solihah, and Suhendar. 2017. Koleksi Kebun Raya Liwa, Lampung: Tumbuhan Berpotensi Sebagai Tanaman Hias. Jakarta : LIPI Press
  15. Nasution, A.F. 2023. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Harfa Creative.Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.
  16. Pusat Penelitian Tanah. 1995. Kombinasi Beberapa Sifat Kimia Tanah dan Status Kesuburannya.E-jurnal Agroekoteknologi Tropikal. Vol4:2301-6515.
  17. Silaban, E.A., E.H. Kardhinata, dan D.S. Hanafiah. 2019. Inventarisasi dan Identifikasi Jenis
  18. Tanaman Talas-Talasan dari Genus Colocasia dan Xanthosoma di Kabupaten Deli Serdang dan Serdang Bedagai: Inventory and identification of species taro’s from genus Colocasia and Xanthosoma in Deli Serdang and Serdang Bedagai regency. Jurnal Online Agroekoteknologi.
  19. Sinaga K A., M. Murningsih, dan J. Jumari. 2017. Identifikasi talas-talasan edible (Araceae) di Semarang, Jawa Tengah
  20. Schmidt, F.H. and J.H.A. Ferguson. 1951. Rainfall types based on wet and dry period ratios for Indonesia and Western New Guinea. Verh. 42. Jaw. Meteo. dan Geofisik. Jakarta.
  21. Tongco, M.D.C. 2007. Purposive Sampling as a Tool for Informant Selection. Ethnobotany Research and Applications.
  22. Tudjuki K., B. Ningsih dan Toknok. 2014. Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Obat pada Kawasan Hutan Lindung di Desa Tindoli Kecamatan Pamona Tenggara Kabupaten Poso. Jurnal Warta Rimba.
  23. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
  24. Widiyanti, D.N. dan M.T. Mukarlina. 2017. Inventarisasi Tumbuhan Araceae di Hutan Desa Subah Kecamatan Tayan Hilir Kabupaten Sanggau. Kalimantan Barat.
  25. Whitten, A.J., S.J. Damanik., J. Anwar dan N. Hisyam. 1984. Ekologi Ekosistem Sumaera. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  26. Whitmore, T.C. 1975. Tropical Rain Forest of the Far East. Clarendon, Oxford
  27. Yuzammi. 2007. Primadona Baru: Alokasia eksotis. Jakarta.