Main Article Content

Abstract

Bukit Hitam atau Gunung Hitam, merupakan objek wisata alam baru di Taman Wisata Alam Bukit Kaba, Desa Air Sempiang, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, yang dikelola oleh pemerintah daerah bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam. Dengan ketinggian 1.933 mdpl, destinasi ini menawarkan atraksi utama seperti Air Terjun Bidadari, Air Terjun Dua Putri, Kawah Air Panas, serta Puncak dan Savana. Kajian nilai ekonomi rekreasional diperlukan untuk mengukur kontribusinya terhadap perekonomian lokal. Penelitian ini bertujuan menggambarkan daya tarik dan karakteristik pengunjung serta menentukan nilai ekonomi jasa wisata Bukit Hitam. Dilaksanakan pada April–Mei 2025 menggunakan metode deskriptif kuantitatif, data diperoleh dari sumber primer dan sekunder melalui kuesioner, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengambilan sampel non-probability dengan teknik incidental sampling menggunakan rumus Slovin. Analisis daya secara deskriptif, karakteristik pengunjung secara deskriptif, dan nilai ekonomi dengan Travel Cost Method (TCM). Hasil menunjukkan daya tarik utama pada potensi sumber daya alam seperti kawah dan air terjun, dengan fasilitas memadai untuk kenyamanan pengunjung. Karakteristik pengunjung didominasi kelompok usia 14–25 tahun, perempuan, pendidikan terakhir SMA/MA/SMK sederajat, pendapatan < Rp 1.000.000, pelajar/mahasiswa, belum menikah, berasal dari Kota Bengkulu, jarak rata-rata 66,85 km, dengan motivasi rekreasi dan menikmati suasana alam yang nyaman. Nilai ekonomi wisata diperkirakan Rp 1.489.689.216,78 per tahun dan berdasarkan luas jelajah Bukit Hitam 175 ha, maka diperoleh estimasi nilai ekonomi wisata Bukit Hitam sebesar Rp 8.512.509,81 /ha/tahun. Sehingga menekankan pentingnya pengelolaan dan promosi untuk meningkatkan daya tarik Bukit Hitam.


Kata kunci: Travel Cost Method; valuasi ekonomi; Bukit Hitam; daya tarik wisata; karakteristik pengunjung; ekonomi lokal

Article Details

References

  1. Amelia, V. N. 2025. Valuasi Ekonomi Ekowisata di Kawasan Hutan Madapi Taman Nasional Kerinci Seblat Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu (Skripsi, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu).
  2. Arie, M. C., Mandei, J. R., & Waney, N. F. (2024). Pendekatan Travel Cost Method (TCM) Dalam Pengukuran Nilai Ekonomi Kawasan Agrowisata Tuur Ma'asering Di Desa Kumelembuai Kecamatan Tomohon Timur Kota Tomohon. Agri-SosioEkonomi Unsrat, 20(2), 767-776.
  3. Darusman, D. 1991. Studi Permintaan terhadap Manfaat Intagibel dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Laporan Penelitian Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor. Bogor.
  4. Fauzi, A. 2010. Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Teori dan Aplikasi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Umum.
  5. Fauzi, A. 2014. Valuasi Ekonomi Dan Penilaian Kerusakan Sumber Daya Alam Lingkungan. Bogor: IPB Press.
  6. HUTASOIT, L. B. (2025). Pengaruh Fasilitas Terhadap Kepuasan Pengunjung Objek Wisata Central Park Zoo Kota Medan (Doctoral dissertation, UNIVERSITAS QUALITY).
  7. Julyarko, V. (2019). Valuasi Ekonomi Dengan Metode Travel Cost Method Pada Kawasan Ekowisata Hutan Mangrove Muara Tawar Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Malang: Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan (Doctoral dissertation, Universitas Brawijaya).
  8. Muttaqin, T. 2014. Pendampingan Kelompok Tani Hutan Rakyat Desa Donowarih Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang dalam Peningkatan Usaha Budidaya Tanaman Sengon. Jurnal Dedikasi, 11.
  9. Pambudi, D. T., Yuwana, Y., & Uker, D. 2021. Identifikasi Obyek Wisata Untuk Pengembangan Kawasan Wisata Berkelanjutan di Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang. Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 10(2), 338-346.
  10. Premono, T., & Kunarso, A. (2010). Valuasi Ekonomi Taman Wisata Alam Punti Kayu Palembang. Penelitian Hutan Dan Konservasi Alam, 7/1), 13-23.
  11. Putri, Z. S., Webliana, K., & Wulandari, F. T. (2024). Pengaruh Temprature Humidity Index (THI) dan Persepsi Wisatawan Terhadap Minat Berkunjung Di Kawasan Ekowisata Bale Mangrove, Desa Jerowaru Kabupaten Lombok Timur: Influence of Temperature Humidity Index (THI) and Visitor Perception on Visiting Interest in The Mangrove Bale Ekowisata Area ff Jerowaru Village East Lombok District. HUTAN TROPIKA, 19(2), 382-394.
  12. Sahir, S. 2021. Metodologi Penelitian. Medan: KBM Indonesia.
  13. Sella, I. E. 2023. Potensi Daya Tarik Dan Persepsi Masyarakat Terhadap Ekowisata Bukit Hitam Di Kawasan Taman Wisata Alam Bukit Kaba Kabupaten Kepahiang (Skripsi, Universitas Bengkulu).
  14. Septriani, S., & Yusnida, Y. (2023). Economic Valuation of Bukit Kaba Nature Tourism Park (NTP): Travel Cost Method-Poisson Regression, Bengkulu Indonesia. European Journal of Development Studies, 3(3), 105-117.
  15. Simanjorang, L. P., Banuwa, I. S., Safe'i, R., & Setiawan, A. 2018. Valuasi Ekonomi Air Terjun Sipiso -piso dengan Travel Cost Method dan Willin gness To Pay. Jurnal Silva Tropika, 2(3), 52 –58.
  16. Sugiono. 2015. Statistik Nonparameteris Untuk Penelitian. Alfabeta. Bandung.
  17. Triono, S.P., Suryani, E., & Indrajaya, D. (2025). Pelatihan Peningkatan Kesadaran Wisata Menuju Desa Wisata Berkembang: Studi Kasus Desa Cibodas, Kabupaten Bandung. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia.
  18. Undang Undang No. 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistem.