Jurnal Kaganga: Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora https://ejournal.unib.ac.id/jkaganga <p>Jurnal Kaganga adalah Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora yang dikelola oleh Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Bengkulu. Proses telaah dalam jurnal ini menggunakan double-blind peer-reviewed dengan dewan editor yang terdiri dari para ahli di bidang ilmu sosial, komunikasi dan humaniora. Jurnal kaganga ini baru memulai system ojs pada tahun 2019, dan dimulai dengan volume 3 no.1. Diterbitkan dua kali dalam setahun oleh UNIB Press, Universitas Bengkulu, Indonesia dengan ISSN (online): 2714-6898; dan ISSN (cetak): 2549-8142, jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan penelitian kepada para pendidik di seluruh dunia. Penulis didorong untuk mengirimkan artikel yang lengkap, belum pernah dipublikasikan, orisinil, dan belum pernah ditinjau di jurnal lain.</p> Universitas Bengkulu en-US Jurnal Kaganga: Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora 2549-8142 <p>Silakan temukan hak dan lisensi di Jurnal KAGANGA: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora</p><p><br /> 1. Lisensi<br /> <br /> Penggunaan artikel ini akan diatur oleh lisensi Atribusi Creative Commons seperti yang saat ini ditampilkan pada Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0.<br /> <br /> 2. Jaminan Penulis<br /> <br /> Penulis menjamin bahwa artikel tersebut asli, ditulis oleh penulis lain, belum diterbitkan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang dipegang secara eksklusif oleh penulis dan bebas dari setiap hak pihak ketiga, dan bahwa setiap izin tertulis yang diperlukan untuk mengutip dari sumber lain telah diperoleh oleh penulis.<br /> <br /> 3. Hak Pengguna<br /> <br /> Jurnal KAGANGA: Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora adalah semangat untuk menyebarluaskan artikel yang diterbitkan sebebas mungkin. Di bawah lisensi Creative Commons, Jurnal KAGANGA memungkinkan pengguna untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan melakukan pekerjaan hanya untuk tujuan komersial. Pengguna juga perlu mengaitkan penulis dan Jurnal KAGANGA untuk mendistribusikan karya dalam jurnal.<br /> <br /> 4. Hak Penulis<br /> <br /> Penulis memiliki hak-hak berikut:<br /> <br /> Hak cipta, dan hak kepemilikan lainnya yang berkaitan dengan artikel, seperti hak paten, Hak untuk menggunakan substansi artikel dalam karya masa depan, termasuk ceramah dan buku, Hak untuk mereproduksi artikel untuk tujuan sendiri, Hak untuk mandiri arsipkan artikel tersebut, hak untuk mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi artikel yang diterbitkan (mis., mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini (Jurnal KAGANGA: Ilmu Sosial dan Humaniora).<br /> <br /> 5. Co-Authorship<br /> <br /> Jika artikel tersebut disusun bersama oleh penulis lain, penandatangan formulir ini menjamin bahwa ia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menandatangani perjanjian ini atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulisnya tentang ketentuan persetujuan ini.<br /> <br /> 6. Pengakhiran<br /> <br /> Perjanjian ini dapat diakhiri oleh penulis atau Jurnal KAGANGA: Ilmu Sosial dan Humaniora setelah pemberitahuan dua bulan di mana pihak lain secara material telah melanggar perjanjian ini dan gagal untuk memperbaiki pelanggaran tersebut dalam waktu sebulan setelah diberikan pemberitahuan oleh pihak yang mengakhiri. meminta pelanggaran tersebut untuk diatasi. Tidak ada pelanggaran atau pelanggaran perjanjian ini yang akan menyebabkan perjanjian ini atau lisensi apa pun yang diberikan di dalamnya untuk berakhir secara otomatis atau mempengaruhi definisi Jurnal KAGANGA: Ilmu Sosial dan Humaniora</p><p><br /> 7. Royalti<br /> <br /> Perjanjian ini memberikan hak kepada penulis untuk tidak ada royalti atau biaya lainnya. Sejauh diizinkan secara hukum, penulis melepaskan haknya untuk mengumpulkan royalti relatif terhadap artikel sehubungan dengan setiap penggunaan artikel oleh Jurnal KAGANGA: Ilmu Sosial dan Humaniora atau sublisensi-nya.<br /> <br /> 8. Lain-lain<br /> <br /> Jurnal KAGANGA: Ilmu Sosial dan Humaniora akan menerbitkan artikel (atau menerbitkannya) di jurnal jika proses editorial artikel berhasil diselesaikan dan Jurnal KAGANGA atau sublisensi-nya telah berkewajiban untuk memiliki artikel yang diterbitkan. Jurnal KAGANGA dapat mengkonfirmasi artikel dengan gaya tanda baca, ejaan, huruf besar, referensi dan penggunaan yang dianggap tepat. Penulis mengakui bahwa artikel tersebut dapat dipublikasikan sehingga dapat diakses oleh publik dan akses tersebut akan gratis bagi pembaca.</p> Arena Kontestasi Kecantikan: Kosmetik Lokal dan Global https://ejournal.unib.ac.id/jkaganga/article/view/41481 <p>Perebutan arena kecantikan antara prouduk kosmetik global dan lokal, selain menawarkan nilai guna kosmetik sebagai alat rias wajah, keduanya juga menggunakan nilai tanda. Penelitian ini dilakukan untuk melihat seperti apa strategi dari industri kosmetik global dan bagaimana taktik dari industri kosmetik lokal menghadapi invasi dari produk global. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kajian budaya dengan pendekatan studi literatur dengan melihat fenomena sosial yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan adanya kecenderungan konsumen memilih menggunakan produk global karena nilai tanda berupa prestise, kemewahan dan kecantikan yang ditawarkan oleh produk tersebut. Make Up Artis (MUA) berperan sebagai ‘institusi’ yang menjual nilai tanda tersebut kepada konsumen. Wardah sebagai produsen lokal melakukan resistensi dengan menyamatkan tanda berupa label halal. Komodifikasi nilai keagamaan ini sebagai taktik pemasaran membuatnya dapat bersaing dengan produk global. Pertarungan tanda di dalam perebutan ruang ini menunjukkan adanya upaya usaha dari kelompok subordinat (industri lokal) bertarung dengan kelompok yang dominan (industri global).</p> <p><strong>Kata Kunci: Kontestasi, Nilai Tanda, Resistensi, Komodifikasi, Industri Budaya</strong></p> Akhmad Khatib Syamsuddin Copyright (c) 2026 Akhmad Khatib Syamsuddin https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-01-10 2026-01-10 9 2 92 102 10.33369/jkaganga.9.2.92-102 "Menelaah Kelangkaan Gas Elpiji3kg “krisis atau permainan politik?” https://ejournal.unib.ac.id/jkaganga/article/view/42221 <p><strong>Abstrak : </strong></p> <p>Kelangkaan gas elpiji 3kg yang terjadi di Indonesia pada awal 2025 memicu polemik di tengah masyarakat. Kebijakan pemerintah yang melarang penjualan gas elpiji 3kg dalam tingkatan &nbsp;para pengecer dari mulai tanggal 1 Februari 2025 dianggap memperburuk keadaan, cara memaksa masyarakat antri panjang di tempat pangkalan resmi dengan harapan mendapatkan gas elpiji yang semakin har semakin langka. Artikel ini bertujuan untuk menelaah apakah kelangkaan tersebut merupakan krisis distribusi atau bagian dari dinamika politik. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif terhadap kebijakan distribusi gas elpiji 3kg dan dampaknya terhadap masyarakat. Hasil analisis menunjukkan bahwa kebijakan tersebut menimbulkan dampak signifikan terhadap masyarakat golongan bawah, terutama rumah tangga berpenghasilan rendah dan pelaku usaha mikro yang secara keseluruhan menggantungkan aktivitas sehari-hari pada gas bersubsidi. Kesimpulan dari artikel ini adalah perlunya evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan distribusi gas elpiji 3kg untuk memastikan keadilan dan efisiensi dalam penyalurannya.</p> amar farid rizal al hamid Muhammad Rif'at Syauqi Copyright (c) 2026 amar farid, rizal al hamid, Muhammad Rif'at Syauqi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-01-10 2026-01-10 9 2 103 115 10.33369/jkaganga.9.2.103-115 Tipologi Lulusan Sekolah Menengah Atas dalam Memaknai Pendidikan Tinggi: Tinjauan Naratif terhadap Faktor Internal dan Eksternal https://ejournal.unib.ac.id/jkaganga/article/view/42694 <p><em>Pentingnya menempuh pendidikan tinggi adalah untuk menumbuhkan keilmuan baru dan teknologi supaya menghasilkan kemampuan intelektual diri, ilmuwan dan profesional yang beradab dan inovatif, toleransi, royal, juga berkepribadian kuat. Namun, realita yang ada saat ini tidak sedikit para remaja yang tidak minat untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Beberapa di antaranya lebih menginginkan untuk bekerja, menikah dan lain sebagainya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tipologi remaja lulusan SMA/sederajat dalam memandang studi lanjut di perguruan tinggi dan faktor-faktor yang menyebabkan mereka tidak kuliah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain penelitian naratif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara jenis semi terstruktur terhadap 8 remaja lulusan SMA/sederajat. Kemudian peneliti menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan sebagai teknik analisis datanya. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu terdapat 3 tipologi remaja lulusan SMA/sederajat dalam memandang studi lanjut di perguruan tinggi yaitu tipe optimis, tipe pesimis/pemalas dan tipe pragmatis. Sedangkan faktor-faktor yang menghalanginya terdiri dari faktor eskternal yaitu faktor keluarga, ekonomi, dan lingkungan. Faktor internal yaitu kurangnya kesadaran/motivasi dari diri sendiri dalam menempuh pendidikan tinggi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa remaja lulusan SMA yang tidak melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi memilki sudut pandang yang berbeda-beda tentang kuliah. Beberapa faktor baik internal dan eksternal sangat mempengaruhi sudut pandang remaja sekaligus juga mempengaruhi minat mereka untuk kuliah.</em></p> Dina Rodiyatil Fadilah Munirul Abidin Copyright (c) 2026 Dina Rodiyatil Fadilah, Munirul Abidin https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-01-10 2026-01-10 9 2 116 126 10.33369/jkaganga.9.2.116-126 ANALISIS HENDYDION SEBAGAI INFLUENCER FASHION DI PLATFORM TIKTOK DALAM MENINGKATKAN MINAT BELI PADA PRODUK FASHION (STUDI KASUS PADA MAHASISWA UNISKA MAB) https://ejournal.unib.ac.id/jkaganga/article/view/44805 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Hendydion sebagai influencer fashion di platform TikTok<br>dalam meningkatkan minat beli mahasiswa Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari<br>UNISKA terhadap produk fashion. Perkembangan media sosial telah membawa perubahan besar dalam<br>strategi pemasaran digital, di mana influencer memainkan peran penting sebagai perantara antara brand dan<br>konsumen. TikTok sebagai platform berbasis video pendek menjadi wadah efektif untuk menyampaikan<br>pesan pemasaran yang persuasif, kreatif, dan interaktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif<br>dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap delapan mahasiswa<br>UNISKA pengguna aktif TikTok, observasi terhadap konten Hendydion, serta dokumentasi pendukung.<br>Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian<br>data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hendydion memiliki pengaruh<br>signifikan dalam membentuk minat beli mahasiswa terhadap produk fashion. Faktor seperti kualitas visual<br>konten, kejujuran ulasan, interaksi dengan audiens, dan relevansi rekomendasi produk menjadi pendorong<br>utama kepercayaan. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa strategi influencer marketing melalui TikTok<br>efektif dalam memengaruhi keputusan pembelian mahasiswa.<br>Kata Kunci: Hendydion, Influencer, Fashion, TikTok, Minat Beli, Mahasiswa UNISKA</p> Muhammad Syahrian rian Sanus Risa Dwi Ayuni Copyright (c) 2026 Muhammad Syahrian rian, Sanus, Risa Dwi Ayuni https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-01-10 2026-01-10 9 2 132 141 10.33369/jkaganga.9.2.132-141 STRATEGI AKOMODASI DAN ADAPTASI DALAM KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA https://ejournal.unib.ac.id/jkaganga/article/view/44824 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi akomodasi dan adaptasi komunikasi lintas budaya mahasiswa perantau di Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Banjarmasin. Mahasiswa perantau menghadapi tantangan berupa perbedaan bahasa, norma sosial, dan ekspresi nonverbal yang dapat menimbulkan culture shock. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap delapan mahasiswa perantau, observasi terhadap interaksi mereka, serta dokumentasi pendukung. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikankesimpulan.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa perantau menggunakan strategi akomodasi berupa konvergensi (penyesuaian bahasa dan perilaku dengan budaya Banjar) dan divergensi selektif (pemertahanan identitas budaya asal). Strategi adaptasi mencakup aspek kognitif (pemahaman nilai budaya Banjar), afektif (pengelolaan emosi dalam interaksi), dan perilaku (penyesuaian kebiasaan komunikasi). Hambatan komunikasi yang dihadapi meliputi perbedaan logat, ekspresi nonverbal, serta stereotip budaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi komunikasi lintas budaya yang tepat dapat membantu mahasiswa perantau beradaptasi secara lebih efektif.</p> <p>Kata Kunci: komunikasi lintas budaya; strategi akomodasi; adaptasi budaya; mahasiswa perantau; UNISKA Banjarmasin.</p> Muhammad Supian Ansory Lieta Dwi Novianti Risa Dwi Ayuni Copyright (c) 2026 Muhammad Supian Ansory , Lieta Dwi Novianti, Risa Dwi Ayuni https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-01-10 2026-01-10 9 2 142 151 10.33369/jkaganga.9.2.142-151 Analisis Jaringan Komunikasi Pada YouTube Channel Najwa Shihab Dalam Konten ‘Erdogan Soal Indonesia, Palestina dan Trump’ https://ejournal.unib.ac.id/jkaganga/article/view/44830 <p>Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi aktor utama dan struktur jaringan komunikasi pada video berjudul “Erdogan Soal Indonesia, Palestina dan Trump” di <em>channel</em> YouTube Najwa Shihab. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan Social network analysis (SNA). Data yang dianalisis mencakup node, edge, serta metrik jaringan. Data dikumpulkan menggunakan alat khusus yang mengekstrak komentar dan interaksi pengguna, menghasilkan data yang mewakili ribuan partisipan. Pendekatan teori dalam penelitian ini adalah CMC dan DMO. Penelitian ini menemukan bahwa akun @2050KURAN paling sering disebut&nbsp; oleh akun lain, sehingga menjadi akun yang paling popular atau degree centrality dalam percakapan. Akun @signalairdropid2669 memiliki nilai <em>in-degree</em> tertinggi, yang berarti akun tersebut paling sering disebut oleh aktor lain dalam jaringan. Sedangkan akun @2050KURAN paling banyak menyebut akun lain atau yang disebut dengan <em>outdegree</em>. Terdapat 40 akun dengan <em>closeness centrality</em> tertinggi yang berinteraksi dengan banyak pengguna, menjadi titik hub antar diskusi, dan memiliki koneksi dekat dengan hampir semua akun lainnya. Enam akun berikut @andiarif9389, @ahmetsagir, @signalairdropid2669, @Tiara-m5v, @ilovecalculuss777, dan @omegafalcon7273 menunjukkan pengguna yang memainkan peran penting sebagai <em>betweenness centrality</em> antara berbagai kelompok diskusi di kolom komentar. <em>Eigenvector centrality</em> dalam kolom komentar YouTube menunjukkan @signalairdeopid2669 sebagai opinion leader dengan 145 <em>subscribers</em>, yang memiliki pengaruh besar dalam membentuk arah percakapan.</p> Sendi Eka Nanda Rizka Warwey Copyright (c) 2026 Sendi Eka Nanda, Rizka Warwey https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-01-10 2026-01-10 9 2 152 166 10.33369/jkaganga.9.2.152-166 PEMENUHAN HAK-HAK ANAK YANG BERHADAPAN DENGAN HUKUM (ABH) DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK (LPKA) KELAS II BENGKULU https://ejournal.unib.ac.id/jkaganga/article/view/44925 <div> <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hak-hak Anak di Lembaga Pembinaan Anak (LPKA) Kelas II Bengkulu sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Penelitian ini menggunakan empat kriteria yang mencakup hak-hak anak untuk menentukan sejauh mana hak-hak tersebut seperti hak untuk hidup, tumbuh kembang, perlindungan, dan partisipasi benar-benar tercapai sepanjang fase perkembangan mereka. Lebih lanjut, penelitian ini bertujuan untuk memahami tantangan dan hambatan yang menghambat perwujudan hak-hak tersebut, serta langkah-langkah yang diambil LPKA untuk memastikan bahwa anak akan terus memiliki kesempatan untuk tumbuh, berkembang, dan memperbaiki masa depannya melalui proses pendidikan yang dihasilkan oleh tindakan hukum mereka. Sebelas informan dipilih secara purposif sebagai bagian dari desain penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui penelitian dokumenter, wawancara mendalam, dan observasi langsung. Berdasarkan hasil penelitian, LPKA berupaya untuk membela hak-hak hukum anak, seperti hak untuk hidup, hak untuk tumbuh kembang, hak untuk merasa aman, dan hak untuk terlibat dalam berbagai kegiatan positif. Lebih lanjut, LPKA berkomitmen untuk memprioritaskan kesejahteraan anak. Salah satu tantangan yang terus dihadapi dalam implementasi adalah keterbatasan anggaran, yang berdampak pada penyediaan infrastruktur dan fasilitas yang memadai bagi anak-anak di lembaga tersebut. Meskipun demikian, tujuan kami untuk memajukan dan menyediakan pelatihan yang bermakna bagi masa depan anak-anak tetap menjadi fokus utama.</p> <p style="font-weight: 400;">Kata kunci: Anak Berhadapan Dengan Hukum, Hak Anak, LPKA</p> </div> Rosi L. Vini Siregar Desy Afrita Copyright (c) 2026 Rosi L. Vini Siregar, Desy Afrita https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-01-10 2026-01-10 9 2 167 177 10.33369/jkaganga.9.2.167-177 Tradisi Bahasa Dan Budaya Seorang Petugas Jenang “Makna Dan Simbol Kuliner Tradisional Masyrakat Lembak Kota Bengkulu” https://ejournal.unib.ac.id/jkaganga/article/view/45885 <p><strong><em>Abstrak</em></strong></p> <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana masyarakat adat di Kota Bengkulu menyambut tamu. Peran </em><em>bahasa dan budaya pelayan yang dikenal dengan nama jenang merupakan simbolis dalam proses penyajian berbagai hidangan. Menu makanan yang disajikan di hadapan tamu oleh jenang rupanya memiliki arti tersendiri. Penulisnya, terbatas pada kegiatan doa pemakaman masyarakat Lembak di Kota Bengkulu. Sangat mudah untuk memahami apa yang dilihat Nabi Muhammad dan tidak tahu bagaimana melakukannya. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Tujuannya adalah untuk mengeksplorasi makna simbolis kuliner sekaligus mengeksplorasi genang dan makanan yang disajikan secara komprehensif. Data akan dikirimkan kepada Anda pada waktu yang akan menjadi bagian dari layanan, dan kemudian data akan dikirimkan kepada Anda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada persyaratan khusus bagi seseorang untuk menjabat sebagai jenang; Tidak sembarang orang dapat melakukan tugas dan peran. Kemudian, ada banyak arti dari menu sederhana yang disajikan. Jumlah hidangan harus ganjil, belum termasuk nasi. Tentu saja, ini adalah fitur unik dari tradisi ini. Tradisi yang ditemui penulis selama tinggal di Kota Bengkulu</em></p> Erwin Rochmansyah Musyaffa Zainuri Japarudin Imam Mahdi Copyright (c) 2026 Erwin Rochmansyah, Musyaffa, Zainuri, Japarudin, Imam Mahdi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-01-10 2026-01-10 9 2 178 195 10.33369/jkaganga.9.2.178-195 Interaksi Komunikasi antara Penjual dan Pembeli Sparepart Modifikasi dalam Mendukung Pemasaran Produk Otomotif Melalui Kegiatan Kopi Darat https://ejournal.unib.ac.id/jkaganga/article/view/47063 <p>Komunikasi dapat dipahami sebagai proses pertukaran informasi yang berlangsung baik secara langsung maupun tidak langsung antara dua pihak atau lebih. Dalam konteks penelitian ini, komunikasi interpersonal berperan penting dalam mengidentifikasi pola interaksi yang terjadi antara penjual dan pembeli pada kegiatan kopi darat. Aktivitas penjualan sparepart modifikasi mobil menjadi salah satu aspek strategis dalam pelaksanaan kopi darat komunitas otomotif, seiring dengan tingginya minat para pecinta otomotif, khususnya pemilik kendaraan roda empat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi interpersonal antara penjual dan pembeli sparepart modifikasi dalam mendukung pemasaran produk otomotif melalui kegiatan kopi darat. Landasan teori yang digunakan mengacu pada lima unsur efektivitas komunikasi menurut Joseph A. Devito, yaitu keterbukaan, empati, sikap positif, kesetaraan, dan dukungan. Metode penelitian yang diterapkan adalah pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivisme, menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal antara penjual dan pembeli dalam menunjang pemasaran produk otomotif berlangsung secara efektif. Adapun hambatan komunikasi yang ditemukan meliputi perbedaan tingkat pengetahuan teknis, keterbatasan pemahaman terhadap produk, serta kondisi lapangan yang kerap kurang mendukung.</p> Dimas Tjondro Kiayati Yusriyah Copyright (c) 2026 Dimas Tjondro, Kiayati Yusriyah https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-01-10 2026-01-10 9 2 196 206 10.33369/jkaganga.9.2.196-206