Isi Artikel Utama

Abstrak

Pemberian hak imunitas pada anggota keluarga perwakilan diplomatik diperlukan untuk mempermudah diplomat dalam menjalankan misi diplomatiknya. Namun faktanya, anggota keluarga perwakilan diplomatik sering melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan tujuan dari pemberian hak-hak tersebut. Berdasarkan kondisi latar belakang tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu mengenai pengaturan hak imunitas dan keistimewaan diplomatik anggota keluarga perwakilan diplomatik berdasarkan Konvensi Wina 1961 dan penerapannya berdasarkan kasus-kasus pelanggaran hak imunitas tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode hukum normatif dengan pendekatan undang-undang, konseptual dan kasus. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu hak imunitas yang dimiliki oleh anggota keluarga perwakilan diplomaik adalah hak imunitas terhadap penahanan dan penangkapan, terhadap kediaman pribadi dan korespondensi, terhadap yurisdiksi kriminal negara penerima, kebebasan atas iuran dan pajak, kebebasan atas bea cukai, pajak, dan pungutan terkait barang yang berkaitan dengan misi diplomatik. Orang yang dapat menikmati hak imunitas dan keistimewaan diplomatik tersebut adalah pasangan, setiap anak kecil atau anak yang belum menikah yang tinggal bersama anggota misi / diplomat tersebut. Penerapan hak imunitas dan keistimewaan diplomatik ini dapat diberlakukan apabila memenuhi beberapa hal yaitu orang tersebut merupakan bagian dari rumah tangga dan tinggal bersama seorang pejabat diplomatik, menghormati hukum di negara penerima dan sedang menjalankan misi atau fungsi diplomatik

Kata Kunci

Konvensi Wina 1961 Hak Imunitas Anggota Keluarga Perwakilan Diplomatik

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Kusman, S. M., Waryenti, D., & Andika, T. (2023). Penerapan Hak Imunitas Anggota Keluarga Perwakilan Diplomatik Berdasarkan Konvensi Wina 1961. Jurnal Ilmiah Kutei, 22(2), 201–219. https://doi.org/10.33369/jkutei.v22i2.31294

Referensi

  1. Sefriani, Hukum Internasional : Suatu Pengantar, PT. Rajagrafindo Persada, Jakarta, 2014.
  2. Montevideo Convention on The Rights and Duties of States 1933.
  3. Malcolm Shaw, International Law : Eigth Edition, Cambridge University Press, New York, 2017.
  4. Jahawir T, Pranoto I, Hukum Internasional Kontemporer, PT. Refika Aditama, Bandung, 2006.
  5. Paul Sharp, Diplomatic Theory of International Relations, Cambridge University Press, New York
  6. Jan B. Kawatak, “Tugas Kewenangan Perwakilan Diplomatik Indonesia di Luar Negeri” Lex Administratum, Vol . 3, No. 6, 2015.
  7. Veronica L. Maginnis, “Lessons Learned from the 1946 Convention on the Privileges and Immunities of the United Nations”, Brooklyn Journal of International Law, Vol. 28, Issue 3, 2002.
  8. Sumaryo Suryokusumo, Hukum Diplomatik : Teori dan Kasus, PT. Alumni, Bandung, 1995.
  9. Jack Lefley, Katherine Barney, Kensington Rape: Son of Envoy Claims Immunity, diunduh pada 25 Oktober 2022 dari https://www.standard.co.uk/hp/front/kensington-rape-son-of-envoy-claims-immunity-6689745.html
  10. Jonny Hallam, Case against Anne Sacoolas over death of Harry Dunn can go ahead in US, judge rules”, diunduh pada 2 Oktober 2022 dari https://edition.cnn.com/2021/02/17/us/harry-dunn-anne-sacoolas-damages-intl/index.html.
  11. Yuliya G. Zabyelina, “The Untouchables: Transnational Organized Crime Behind Diplomatic Privileges and Immunities” Trends Organ Crim, Vol. 16, 2013.
  12. Nico Ngani, Metodologi Penelitian dan Penulisan Hukum, Pustaka Yustisia, Yogyakarta, 2012.
  13. Muhaimin, Metode Penelitian Hukum, Mataran University Press, NTB, 2020.
  14. Herodotos, Histories, Transl. Rawlinson, G. Wordsworth. Ware, Herefordshir, 1996.
  15. Syahmin AK, Hukum Diplomatik Suatu Pengantar, Penerbit Armico Bandung, Bandung, 1994.
  16. Rina Goldenberg, “Abuse of Diplomatic Immunity: Is the Government Doing Enough?”, ILSA Journal of International & Comparative Law, Vol. 1, 1995.
  17. B. Sen, A Diplomat’s Handbook of International Law and Practice, Martinus Nijhoff, The Hague, 1965.
  18. Wogu, Bokwujiri Cynthia Owunwene, “Theoretical Basis for Diplomatic Privileges and Immunities: The Need for States to Exercise their Power of Waiver” International Journal of Innovative Legal & Political Studies, Vol. 9, No. 4, 2021.
  19. Law Theacer, Doctrine Diplomatic Immunity, diunduh pada 24 Januari 2023 dari https://www.lawteacher.net/free-law-essays/international-law/doctrine-of-diplomatic-immunity.php
  20. Arman B. Haji Asmad, Gary Lilienthal, and Nehalludin Ahmad, “Abuse of Diplomatic Immunities and Its Consequences Under the Vienna Convention: A Critical Study”, Transnational Law & Contemporary Problems, Vol. 30, No. 165.
  21. Ni’matul Huda, Ilmu Negara, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta, 2010.
  22. Daniel Philpott, Sovereignty, The Stanford Encyclopedia of Philosophy (Fall 2020 Edition), diunduh pada 24 Januari 2023 dari https://plato.stanford.edu/archives/fall2020/entries/sovereignty/
  23. Sjachrann Basah, Ilmu Negara Pengantar, Metode, dan Sejarah Perkembangan, PT Citra Abadi Aditya Bakti, Bandung, 2011.
  24. Yustina Trihoni Nalesti Dewi, Kejahatan Perang dalam Hukum Internasional dan Hukum Nasional, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2013.
  25. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring, diunduh pada 24 Januari 2023 dari https://kbbi.web.id/daulat-2
  26. Vannesha Mae, Challenging The Vienna Convention on Diplomatic Relations: Possibilities of New Obligations to Protect Domestic Workers, Tesis dari Universitas Amsterdam, diunduh pada tanggal 10 Februari 2022 dari file:///C:/Users/PC/Downloads/1431877.pdf
  27. Detlev Vagts, “Appendix A: Extraterritorial Jurisdiction: The General Theory”, Antitrust Law Journal, Vol. 54, No. 2, 1985.
  28. Patrick Wintour, Anne Sacoolas did not have diplomatic immunity in Dunn case, says ex-minister, diunduh pada 28 Februari 2023 dari https://www.theguardian.com/uk-news/2020/jun/22/anne-sacoolas-did-not-have-diplomatic-immunity-in-dunn-case-says-ex-minister
  29. Patrick Wintour, Harry Dunn: Anne Sacoolas's diplomatic immunity in question, US court is told, diunduh pada 28 Februari 2023 dari https://www.theguardian.com/uk-news/2021/feb/04/harry-dunn-anne-sacoolass-diplomatic-immunity-in-question-us-court-is-told
  30. Gov.UK, Sentencing of Anne Sacoolas: Foreign Secretary’s statement, diunduh pada 28 Februari 2023 dari https://www.gov.uk/government/news/foreign-secretarys-statement-on-the-sentencing-of-anne-sacoolas