Main Article Content
Abstract
Land plays a very important role in human life, especially for the Indonesian nation, which cannot be separated from its existence. Land is not only viewed from an economic aspect, but also includes various aspects of life and livelihood. Land has various values, such as in its use, utilization, and so on. For example, homeland and bloodshed are symbols that describe the territory of Indonesia which is dominated by land. In the South Sumatra community, many of its residents depend on land for their livelihoods. Indonesia as an agricultural country makes land an important factor for the survival of the people, as stated in Article 33 paragraph (3) of the 1945 Constitution. In Manau IX Village, Padang Guci Hulu District, Kaur Regency, there was a dispute over the boundaries of a coffee plantation between two individuals. This dispute was triggered by a claim to a petai tree on the boundary of their land, which eventually developed into a debate and commotion. The resolution of this dispute was carried out through the customary law of Padang Guci Besemah Tribe, with the hope that a fair solution could be achieved without causing further conflict. This study aims to analyze the mechanism of land dispute resolution in the dispute over land boundaries (ntaghe) according to the customary law of Padang Guci Besemah Tribe in Manau IX Village, as well as the obstacles faced in the process of resolving the dispute. This study uses a qualitative legal sociology approach, with data collection methods through observation and interviews. The results of this study indicate that land dispute resolution in the context of ntaghe disputes, according to customary law, is carried out through deliberation and mediation mechanisms facilitated by customary leaders. This resolution process is based on local wisdom passed down through generations. Although unwritten, Besemah customary law remains consistently implemented and serves as a guideline for resolving conflicts within the community.
Keywords
Article Details
References
- Aliasman , Pelaksanaan Gadai Tanah Dalam Masyarakat Hukum Adat Minangkabau Di Nagari Campago Kabupaten Padang Pariaman Setelah Berlakunya Pasal 7 UU No. 56/Prp/1960.
- Emelia Kontesa,Herawan Sauni, Engki ,“Perlindungan Hukum Terhadap Pemegang Hak Atas Tanah Setelah Berlakunya Undang-Undang Nomor 2 Tahun Tahun 2012 Tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum - CORE Reader,” accessed December 8, 2024, https://core.ac.uk/reader/35343550.
- Ferry Irawan Febriansyah and Halda Septiana Purwinarto, “Penyelesaian Sengketa Batas Tanah Sawah Di Desa Sukorejo Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun,” Legalite: Jurnal Perundang Undangan Dan Hukum Pidana Islam 6, no. 2 (December 15, 2021): 183–97, https://doi.org/10.32505/legalite.v6i2.3564.
- Herawan Sauni, 2006, Politik Hukum Agratia Kajian Atas Landreform Dalam Rangka Pembangunan Ekonomi Hukum Indonesia,Pustaka Bangsa Press,Medan.
- Lae, Theodorus Pengakuan Terhadap Fungsionaris Lembaga Adat Sebagai Mediator Dalam Alternatif Penyelesaian Sengketa Pertanahan Antar Warga Masyarakat DiKabupaten Ngada (Sebuah Konsep Menuju Ius Constituendum).2015.
- Muhammad Ridwan Mahu, Salmon Eliazer Marthen Nirahua, and Hendrik Salmon, “Eksistensi Lembaga Adat Dalam Penyelesaian Sengketa Pertanahan,” BAMETI Customary Law Review 1, no. 2 (2023): 120–41. 2023.
- Nelson Bilung, “Peranan Tokoh Adat Dalam Penyelesaian Sengketa Tanah Ulayat DiDesa Long Temuyat Kecamatan Kayan Hulu Kabupaten Malinau Provinsi Kalimantan Utara,” E-Journal Ilmu Pemerintahan 8, no. 4 (2020): 15–28.
- Sembiring,Rosniadar.Hukum pertanahan adat, cet-2 Depok;Rajawali, pers, 2019.
- Soerjono soekanto,pengantar penelitian hukum empiris, universitas Indonesia (ui-pers), Jakarta,2010.
- Sugiyono, “Metode Dan Tehnik Penelitian,” Journal of Chemical Information and Modeling 53, no. 9 (2013): 1689–99.
- Suparman, Eman, Pilihan Forum Arbitrase dalam Sengketa Komersial untuk Penegakan Keadilan, Tata Nusa, Jakarta, 2004.
- Winarti Dwi Putri and Budi Birahmat, “Tinjauan Konsep Al Takharuj Pada Pembagian Waris Adat Besemah (Studi Kasus Desa Talang Sawah Kel Bangun Rejo, Kec Pagar Alam Utara, Kota Pagar Alam” (PhD Thesis, Institut Agama Islam Negeri Curup, 2024), http://e-theses.iaincurup.ac.id/7337/.
References
Aliasman , Pelaksanaan Gadai Tanah Dalam Masyarakat Hukum Adat Minangkabau Di Nagari Campago Kabupaten Padang Pariaman Setelah Berlakunya Pasal 7 UU No. 56/Prp/1960.
Emelia Kontesa,Herawan Sauni, Engki ,“Perlindungan Hukum Terhadap Pemegang Hak Atas Tanah Setelah Berlakunya Undang-Undang Nomor 2 Tahun Tahun 2012 Tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum - CORE Reader,” accessed December 8, 2024, https://core.ac.uk/reader/35343550.
Ferry Irawan Febriansyah and Halda Septiana Purwinarto, “Penyelesaian Sengketa Batas Tanah Sawah Di Desa Sukorejo Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun,” Legalite: Jurnal Perundang Undangan Dan Hukum Pidana Islam 6, no. 2 (December 15, 2021): 183–97, https://doi.org/10.32505/legalite.v6i2.3564.
Herawan Sauni, 2006, Politik Hukum Agratia Kajian Atas Landreform Dalam Rangka Pembangunan Ekonomi Hukum Indonesia,Pustaka Bangsa Press,Medan.
Lae, Theodorus Pengakuan Terhadap Fungsionaris Lembaga Adat Sebagai Mediator Dalam Alternatif Penyelesaian Sengketa Pertanahan Antar Warga Masyarakat DiKabupaten Ngada (Sebuah Konsep Menuju Ius Constituendum).2015.
Muhammad Ridwan Mahu, Salmon Eliazer Marthen Nirahua, and Hendrik Salmon, “Eksistensi Lembaga Adat Dalam Penyelesaian Sengketa Pertanahan,” BAMETI Customary Law Review 1, no. 2 (2023): 120–41. 2023.
Nelson Bilung, “Peranan Tokoh Adat Dalam Penyelesaian Sengketa Tanah Ulayat DiDesa Long Temuyat Kecamatan Kayan Hulu Kabupaten Malinau Provinsi Kalimantan Utara,” E-Journal Ilmu Pemerintahan 8, no. 4 (2020): 15–28.
Sembiring,Rosniadar.Hukum pertanahan adat, cet-2 Depok;Rajawali, pers, 2019.
Soerjono soekanto,pengantar penelitian hukum empiris, universitas Indonesia (ui-pers), Jakarta,2010.
Sugiyono, “Metode Dan Tehnik Penelitian,” Journal of Chemical Information and Modeling 53, no. 9 (2013): 1689–99.
Suparman, Eman, Pilihan Forum Arbitrase dalam Sengketa Komersial untuk Penegakan Keadilan, Tata Nusa, Jakarta, 2004.
Winarti Dwi Putri and Budi Birahmat, “Tinjauan Konsep Al Takharuj Pada Pembagian Waris Adat Besemah (Studi Kasus Desa Talang Sawah Kel Bangun Rejo, Kec Pagar Alam Utara, Kota Pagar Alam” (PhD Thesis, Institut Agama Islam Negeri Curup, 2024), http://e-theses.iaincurup.ac.id/7337/.