Main Article Content

Abstract

Latar Belakang: Salah satu penyakit infeksi akibat jamur adalah infeksi jamur yang disebabkan oleh spesies Candida albicans. Penggunaan ketokonazol sebagai antijamur untuk mengobati infeksi jamur Candida albicans memiliki keterbatasan seperti efek samping yang ditimbulkan hingga resistensi. Pemanfaatan tanaman obat merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi masalah tersebut. Ekstrak bunga bugenvil merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki banyak manfaat, salah satunya sebagai antijamur.


Metode: Penelitian ini menggunakan ekstraksi bunga bugenvil dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% dan dilarutkan dengan DMSO 5%. Hasil ekstraksi kemudian dilakukan uji Minimal Inhibitory Concentration (MIC) dengan variasi konsentrasi  ekstrak bunga bugenvil 0%-100%. Setelah dilakukan uji MIC kemudian  dilanjutkan pengujian efektivitas. Kedua uji ini menggunakan metode difusi kertas cakram. Parameter yang digunakan adalah diameter zona hambat yang terbentuk disekitar kertas cakram. Pembanding dalam penelitian ini adalah antijamur ketokonazol.


Hasil: Hasil pengujian MIC dan efektivitas  didapatkan bahwa ekstrak bunga bugenvil memiliki kemampuan sebagai antijamur  terhadap jamur Candida albicans. Dari analisis statistik pengujian Anova One-way pengaruh ekstrak bunga bugenvil dalam menghambat jamur Candida albicans  memiliki nilai Fhitung>Ftabel dengan nilai α=0,05, dan  kemudian diuji lanjut dengan menggunakan uji Duncan. Hasil uji Duncan menunjukan bahwa konsentrasi 70 % (A3) merupakan konsentrasi paling efektif dalam menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans yang ditandai dengan hasil uji stastistik.


Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan ekstrak bunga bugenvil mempunyai aktivitas sebagai antijamur dengan konsentrasi 70% sebagai konsentrasi yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans.

Keywords

Bunga Bugenvil (Bougainvillea spectabilis Willd.) antijamur Candida albicans Ekstrak Ketokonazol

Article Details

How to Cite
TRIYULIANI, C. ., & Sariyanti, M. (2023). Uji Efektivitas Antijamur Ekstrak Bunga Bugenvil (Bougainvillea spectabilis Willd.) Terhadap Jamur Candida albicans (Robin Berkhout). Jurnal Kedokteran Raflesia, 9(2), 52–60. https://doi.org/10.33369/juke.v9i2.33463

References

  1. Rahayu, Niar Abdillah. 2016. Uji Efektvitas Ekstrak Kering Daun Ocimum Americanum L. Sebagai Antifungi Candida Albicans. Skripsi. Bogor:Universitas Pakuan.
  2. Mursinah, Ibrahim, F. dan Wahid, M.H., 2016. Profil Candida penyebab kandidemia dan pola kepekaan terhadap anti jamur pada pasien sakit kritis di Rumah Sakit Cipto Mangunkusuno, 5, hal. 105–111.
  3. Jawetz, E Melnick, E.A. dan Adelberg. 2013. Medical Microbiology.USA: Appleton and Lange.
  4. Jawetz, ZE., Melnick, JL dan Adelberg. 2005. Medical Microbiology. 25th Ed. USA: Appleton and Lange.
  5. Kumari, A. dan Saravana, A., 2017. a Phytopharmacological Review on Bougainvillea Spectabilis. International Journal of Pharmacology Research, 1(1), hal.36–39.
  6. Rashid, F., Sharif, N., Ali, I., Sharif, S., Nisa, F.U., Naz, S., et al., 2013. Phytochemical analysis and inhibitory activity of Ornamental Plant (Bougainvillea spectabilis), 3(2), pp. 1–5.
  7. Manitto, P. 1992. Biosintesis Produk Alami. IKIP Press, Semarang.
  8. Lutfiyanti, R., Ma’ruf, W. F., dan Dewi, E. N. 2012. Aktivitas Antijamur Senyawa Bioaktif Ekstrak Gelidium latifolium terhadap Candida albicans.Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan. 1 (1) : 26 – 33.
  9. Hostettmann, K., dan Marston A., 1995, Saponins : Chemistry and Pharmacology of Natural Products, New York, Cambridge University Press, Hal : 244.
  10. Elifah, Esty. 2010. Uji Antibakteri Fraksi Aktif Ekstrak Metanol Daun Senggani (Melastoma candidum, D.Don) Terhadap Escherichia coli dan Bacillus subtilis Serta Profil Kromatografi Lapis Tipisnya. Skripsi. FMIPA UNS, Surakarta.
  11. Syarif, N., & Panagan, T. A. 2009. Uji Daya Hambat Asap Cair Hasil Pirolisis Kayu Pelawan (Tristania abavata) Terhadap Bakteri Escherichia coli. Skripsi. : Sumatera Selatan. Universitas Sriwijaya.
  12. Ardo., S. 2005. Aktivitas Antibakteri Flavonoid Propolis Trigona sp terhadap Bakteri Streptococcus mutans (in vitro).Muhammadiyah Journal of Nurshing. 5(1): p.32-38.
  13. Septiadi T, Pringgenies D. dan Radjasa O.K. 2013. Uji Fitokimia dan Aktivitas Antijamur Ekstrak Teripang Keling (Holoturia atra) dari Pantai Bandengan Jepara Terhadap Jamur Candida albicans. Journal of Marine.
  14. Juliantina, F. R., dan Nurmasitoh, T. 2011. Manfaat Sirih Merah (Piper crocatum) sebagai agen anti bakterial terhadap Bakteri Gram Positif dan GramNegatif. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia. 7(1): p.121-126.
  15. Setiabudi, Rianto dan Bahry, Baroelim.2007. Obat Jamur. Dalam: Sulistia Gan Gunawan. Farmakologi dan terapi. Ed.5. Jakarta. FK UI.