Main Article Content
Abstract
Directive speech acts play an important role in the learning process, as they are used by teachers to direct, control, and manage students’ responses so that learning objectives can be achieved effectively. This study aims to characterize the directive speech acts used by teachers during learning activities at SLBN 5 Kota Bengkulu. The study focuses on issues related to the use of teachers’ directive speech acts in classroom learning at SLBN 5 Kota Bengkulu. A descriptive method was employed in this research. The study was conducted at SLBN 5 Kota Bengkulu, with data sources consisting of teachers’ directive utterances during Indonesian language learning activities. Data were collected through observation, audio recording, and field notes. Data analysis was carried out through several stages: (1) transcribing oral data into written form, (2) identifying data based on types of directive speech acts, (3) classifying data according to their categories, (4) interpreting the data, and (5) drawing conclusions. The results indicate that teachers’ directive speech acts in Indonesian language learning include (1) requests (requestives), (2) questions (questions), (3) commands (requirements), (4) prohibitions (prohibitives), (5) permissions (permissives), and (6) advice (advisories). In the context of learning at SLBN 5 Kota Bengkulu, these directive speech acts function to direct students’ attention, regulate learning behavior, and assist students in understanding learning instructions in accordance with the needs of students with special needs.
Keywords
Article Details
Copyright (c) 2026 Irsa Noveradia, Irma Diani, Ngudining Rahayu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree with the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
- This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
- Ardianto, A. (2013). Tindak tutur direktif guru dalam wacana interaksi kelas anak tunarungu. LITERA, 12(1).
- Chaer, A. (1995). Sosiolinguistik: Perkenalan awal. Rineka Cipta.
- Damayanti, & Yulianto. (2022). Tindak tutur ilokusi pada pembelajaran anak berkebutuhan khusus di Sekolah ABK Star Kids: Kajian pragmatik. Jurnal Bapala, 311–322.
- Djajasudarma, F. (1983). Metode linguistik: Ancangan metode penelitian dan kajian. PT Eresco.
- Djajasudarma, F. (2010). Metode linguistik: Ancangan metode penelitian dan kajian. PT Refika Aditama.
- Hardani, et al. (2020). Metode penelitian kualitatif & kuantitatif. Pustaka Ilmu.
- Hidayah, N. (2019). Pendidikan inklusi dan anak berkebutuhan khusus. Chifec.
- Ibrahim, A. (1993). Kajian tindak tutur. Usaha Nasional.
- Ichsan, M. (2016). Psikologi pendidikan dan ilmu mengajar. Jurnal Edukasi, 35–42.
- Larasati, A., Yusra, D., Wibowo, I. S., & Purba, A. (2022). Tindak Tutur Direktif pada Interaksi Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas VII MTs Muhammadiyah Kota Jambi. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha, 12(3), 267-275.
- Marizal, Y., Sayhrul, R., & Tressyalina, T. (2021). Tindak Tutur Direktif Guru dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Di SMA Negeri 2 Gunung Talang. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 4(4), 441-452.
- Maujud, & Sultan. (2019). Pragmatik: Teori dan analisis makna konteks dalam bahasa. Repository UIN Mataram.
- Nasution, F., et al. (2022). Pengertian pendidikan, sistem pendidikan sekolah luar biasa, dan jenis-jenis sekolah luar biasa. Jurnal Edukasi Nonformal, 422–427.
- Pramartha, I. N. B. (2015). Sejarah dan sistem pendidikan Sekolah Luar Biasa Bagian A Negeri Denpasar Bali. Jurnal Historia, 67–74.
- Prayitno, H. (2017). Studi sosiopragmatik. Muhammadiyah University Press.
- Sanjani, A. M. (2020). Tugas dan peranan guru dalam proses peningkatan belajar mengajar. Jurnal Serunai Ilmu Pendidikan, 35–42.
- Searle, J. R. (1969). Speech acts: An essay in the philosophy of language. Cambridge University Press.
- Suhartono. (2020). Pragmatik konteks Indonesia. Graniti Penerbit.
- Wardhana, D. E. (2006). Representasi tindak tutur direktif penutur Jawa pendatang dalam komunikasi lisan masyarakat multietnik di Bengkulu (Disertasi doktoral). Universitas Negeri Malang.
- Wijana, I. D. P., & Rohmadi, M. (2009). Analisis wacana pragmatik: Kajian teori dan analisis. Yuma Pustaka.
- Yule, G. (2006). Pragmatik (I. F. Wahyuni, Penerj.). Pustaka Pelajar.
- Yuliantoro, A. (2020). Analisis pragmatik. Unwidha Press.
References
Ardianto, A. (2013). Tindak tutur direktif guru dalam wacana interaksi kelas anak tunarungu. LITERA, 12(1).
Chaer, A. (1995). Sosiolinguistik: Perkenalan awal. Rineka Cipta.
Damayanti, & Yulianto. (2022). Tindak tutur ilokusi pada pembelajaran anak berkebutuhan khusus di Sekolah ABK Star Kids: Kajian pragmatik. Jurnal Bapala, 311–322.
Djajasudarma, F. (1983). Metode linguistik: Ancangan metode penelitian dan kajian. PT Eresco.
Djajasudarma, F. (2010). Metode linguistik: Ancangan metode penelitian dan kajian. PT Refika Aditama.
Hardani, et al. (2020). Metode penelitian kualitatif & kuantitatif. Pustaka Ilmu.
Hidayah, N. (2019). Pendidikan inklusi dan anak berkebutuhan khusus. Chifec.
Ibrahim, A. (1993). Kajian tindak tutur. Usaha Nasional.
Ichsan, M. (2016). Psikologi pendidikan dan ilmu mengajar. Jurnal Edukasi, 35–42.
Larasati, A., Yusra, D., Wibowo, I. S., & Purba, A. (2022). Tindak Tutur Direktif pada Interaksi Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas VII MTs Muhammadiyah Kota Jambi. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha, 12(3), 267-275.
Marizal, Y., Sayhrul, R., & Tressyalina, T. (2021). Tindak Tutur Direktif Guru dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Di SMA Negeri 2 Gunung Talang. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 4(4), 441-452.
Maujud, & Sultan. (2019). Pragmatik: Teori dan analisis makna konteks dalam bahasa. Repository UIN Mataram.
Nasution, F., et al. (2022). Pengertian pendidikan, sistem pendidikan sekolah luar biasa, dan jenis-jenis sekolah luar biasa. Jurnal Edukasi Nonformal, 422–427.
Pramartha, I. N. B. (2015). Sejarah dan sistem pendidikan Sekolah Luar Biasa Bagian A Negeri Denpasar Bali. Jurnal Historia, 67–74.
Prayitno, H. (2017). Studi sosiopragmatik. Muhammadiyah University Press.
Sanjani, A. M. (2020). Tugas dan peranan guru dalam proses peningkatan belajar mengajar. Jurnal Serunai Ilmu Pendidikan, 35–42.
Searle, J. R. (1969). Speech acts: An essay in the philosophy of language. Cambridge University Press.
Suhartono. (2020). Pragmatik konteks Indonesia. Graniti Penerbit.
Wardhana, D. E. (2006). Representasi tindak tutur direktif penutur Jawa pendatang dalam komunikasi lisan masyarakat multietnik di Bengkulu (Disertasi doktoral). Universitas Negeri Malang.
Wijana, I. D. P., & Rohmadi, M. (2009). Analisis wacana pragmatik: Kajian teori dan analisis. Yuma Pustaka.
Yule, G. (2006). Pragmatik (I. F. Wahyuni, Penerj.). Pustaka Pelajar.
Yuliantoro, A. (2020). Analisis pragmatik. Unwidha Press.