Main Article Content
Abstract
Oral traditions are an important part of cultural heritage that contain local knowledge values and symbolic meanings passed down from generation to generation. However, the development of the times has the potential to erode public understanding of the meanings and values embedded in these traditions if they are not documented scientifically. The data obtained were analyzed using a descriptive qualitative approach through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The aim of this research is to describe the symbolic meaning of the device and describe local knowledge in the ncukur ghumbak tradition of the Serawai community, South Bengkulu Regency. The method used in this research is qualitative. The collection technique uses observation, interviews and documentation techniques. The results of this research show that there is a symbolic meaning to the devices used in the ncukur ghumbak tradition, namely 1) knitted flowers and money flags have the meaning of symbolizing happiness, 2) jambar has the meaning of peace 3) potpourri has the meaning of prosperity, 4) dedulang has the meaning of rice. has the meaning of hope of getting a lot of good fortune, niugh, the meaning of hope that it will be useful in the future, calico symbolizes purity, 5) the candle has the meaning of a bright future, 6) the noukur ghumbak container has the meaning of niugh mudau, has the meaning of hope that it will be useful in the future, as cool the meaning of hope to become a patient and level-headed person, njuang abang has the meaning so that children will become brave children in the future. Local knowledge in the ncukur ghumbak tradition, namely 1) throwing away the ghumbak kamah, 2) equalizing the weight of the zhumbak to the price of gold or silver following the birth of the Prophet Muhammad SAW.
Keywords
Article Details
Copyright (c) 2026 Mita Puspita Sari, Amrizal Amrizal, Bustanuddin Lubis

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree with the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
- This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
- Amrullah, K. (2020). Metode penelitian kualitatif: Dilengkapi lima pendekatan (etnografi, grounded theory, fenomenologi, studi kasus, dan naratif). CV Literasi Nusantara Abadi.
- Diskominfotik Provinsi Bengkulu. (2021). Sekilas Bengkulu. https://bengkuluprov.go.id/sekilas-bengkulu/
- Fazli, M. (2020). Kearifan lokal masyarakat Gampong Lhok Bot dalam tata kelola hutan (Skripsi, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry). https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/14555/
- Ferawati. (2020). Tinjauan nilai-nilai pendidikan Islam pada acara aqiqah di Desa Muara Jaya Kecamatan Sidoan Kabupaten Parigi Moutong (Skripsi, Institut Agama Islam Negeri Palu). http://repository.iainpalu.ac.id/id/eprint/736/
- Finnegan, R. (1992). Oral tradition and the verbal arts: A guide to research practices. Routledge.
- Haeran. (2019). Tradisi Meccerak Parek sebagai bentuk kearifan lokal masyarakat Suku Bugis di Tanjung Jabung Timur, Jambi. Jurnal STIE Syari’ah Al-Mujaddid, 133–147.
- Henri. (2018). Tradisi Akcaru-Caru dalam pelaksanaan aqiqah di Desa Sala’jangki Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa (Studi dakwah kultural) (Skripsi, UIN Alauddin Makassar). http://repositori.uin-alauddin.ac.id/13150/
- Husen, A. W. (2019). Tradisi Barzanji masyarakat Kampung Banjer Kecamatan Tikala Kota Manado (Studi kasus upacara aqiqahan) (Skripsi, Institut Agama Islam Negeri Manado). http://repository.iain-manado.ac.id/83/
- Jana, M. (2021). Praktik kegiatan Al-Barzanji untuk menumbuhkan kecintaan pada Nabi Muhammad SAW (Studi pada santri Pondok Pesantren Hidayatul Qomariyah Kota Bengkulu) (Disertasi doktoral, UIN Fatmawati Soekarno Bengkulu).
- Luciani, R., & Malihah, E. (2020). Analisis nilai-nilai kearifan lokal Rumah Limas di Sumatera Selatan. IJSED (Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development), 11–18.
- Marfai, M. A. (2019). Pengantar etika lingkungan dan kearifan lokal. Gadjah Mada University Press.
- Marhandra, R. (2021). Lawas Pamuji: Mutiara dakwah dan komunikasi dalam tradisi lisan Sumbawa. Rehal.
- Pradanna, A. S. (2021). Kearifan lokal dalam tradisi Manjau Maju masyarakat Lampung Saibatin Pekon Kedaloman Kabupaten Tanggamus (Skripsi, Universitas Lampung).
- Primadata, A. P., & Biroli, A. (2020). Tradisi lisan: Perkembangan mendongeng kepada anak di era modern. Prosiding Universitas Jenderal Soedirman, 1(1), 496–505.
- Priyadi, S. (2014). Sejarah lisan. Ombak.
- Pudentia. (2015). Metodologi kajian tradisi lisan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
- Purba, N., et al. (2022). Tradisi lisan dolanan membangun karakter dan citra manusia. LPPM UMNAW.
- Ridwan, A. N. (2007). Landasan keilmuan kearifan lokal. Ibda’: Jurnal Studi Islam dan Budaya, 5(1), 27–38.
- Sari, D. (2023). Tradisi lisan Kantola pada masyarakat Muna: Bentuk, fungsi, dan makna. PT Nasya Expanding Management.
- Seto, O. K. (2023). Nilai-nilai dakwah dalam tradisi Berzanji pada akikah di Desa Talang Beringin Kecamatan Semidang Alas Maras Kabupaten Seluma. Repository Universitas Muhammadiyah Bengkulu.
- Setyaningrum, N. D. B. (2017). Tantangan budaya Nusantara dalam kehidupan masyarakat di era globalisasi. Jurnal Pendidikan Seni dan Seni Budaya, 105–113.
- Sujarweni, V. W. (2023). Metodologi penelitian. Pustaka Baru Press.
- Utomo, C. B., & Kurniawan, G. F. (2017). Bilama tradisi lisan menjadi media pendidikan ilmu sosial di masyarakat Gunungpati. Harmony: Jurnal Universitas Negeri Semarang, 2(2), 169–184.
- Vansina, J. (1985). Oral tradition as history. University of Wisconsin Press.
- Wati, E. A. (2023). Tradisi lisan sebagai sumber sejarah. Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah & Sejarah, 2(1), 52–59. https://online-journal.unja.ac.id/krinok/article/view/24049
References
Amrullah, K. (2020). Metode penelitian kualitatif: Dilengkapi lima pendekatan (etnografi, grounded theory, fenomenologi, studi kasus, dan naratif). CV Literasi Nusantara Abadi.
Diskominfotik Provinsi Bengkulu. (2021). Sekilas Bengkulu. https://bengkuluprov.go.id/sekilas-bengkulu/
Fazli, M. (2020). Kearifan lokal masyarakat Gampong Lhok Bot dalam tata kelola hutan (Skripsi, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry). https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/14555/
Ferawati. (2020). Tinjauan nilai-nilai pendidikan Islam pada acara aqiqah di Desa Muara Jaya Kecamatan Sidoan Kabupaten Parigi Moutong (Skripsi, Institut Agama Islam Negeri Palu). http://repository.iainpalu.ac.id/id/eprint/736/
Finnegan, R. (1992). Oral tradition and the verbal arts: A guide to research practices. Routledge.
Haeran. (2019). Tradisi Meccerak Parek sebagai bentuk kearifan lokal masyarakat Suku Bugis di Tanjung Jabung Timur, Jambi. Jurnal STIE Syari’ah Al-Mujaddid, 133–147.
Henri. (2018). Tradisi Akcaru-Caru dalam pelaksanaan aqiqah di Desa Sala’jangki Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa (Studi dakwah kultural) (Skripsi, UIN Alauddin Makassar). http://repositori.uin-alauddin.ac.id/13150/
Husen, A. W. (2019). Tradisi Barzanji masyarakat Kampung Banjer Kecamatan Tikala Kota Manado (Studi kasus upacara aqiqahan) (Skripsi, Institut Agama Islam Negeri Manado). http://repository.iain-manado.ac.id/83/
Jana, M. (2021). Praktik kegiatan Al-Barzanji untuk menumbuhkan kecintaan pada Nabi Muhammad SAW (Studi pada santri Pondok Pesantren Hidayatul Qomariyah Kota Bengkulu) (Disertasi doktoral, UIN Fatmawati Soekarno Bengkulu).
Luciani, R., & Malihah, E. (2020). Analisis nilai-nilai kearifan lokal Rumah Limas di Sumatera Selatan. IJSED (Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development), 11–18.
Marfai, M. A. (2019). Pengantar etika lingkungan dan kearifan lokal. Gadjah Mada University Press.
Marhandra, R. (2021). Lawas Pamuji: Mutiara dakwah dan komunikasi dalam tradisi lisan Sumbawa. Rehal.
Pradanna, A. S. (2021). Kearifan lokal dalam tradisi Manjau Maju masyarakat Lampung Saibatin Pekon Kedaloman Kabupaten Tanggamus (Skripsi, Universitas Lampung).
Primadata, A. P., & Biroli, A. (2020). Tradisi lisan: Perkembangan mendongeng kepada anak di era modern. Prosiding Universitas Jenderal Soedirman, 1(1), 496–505.
Priyadi, S. (2014). Sejarah lisan. Ombak.
Pudentia. (2015). Metodologi kajian tradisi lisan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Purba, N., et al. (2022). Tradisi lisan dolanan membangun karakter dan citra manusia. LPPM UMNAW.
Ridwan, A. N. (2007). Landasan keilmuan kearifan lokal. Ibda’: Jurnal Studi Islam dan Budaya, 5(1), 27–38.
Sari, D. (2023). Tradisi lisan Kantola pada masyarakat Muna: Bentuk, fungsi, dan makna. PT Nasya Expanding Management.
Seto, O. K. (2023). Nilai-nilai dakwah dalam tradisi Berzanji pada akikah di Desa Talang Beringin Kecamatan Semidang Alas Maras Kabupaten Seluma. Repository Universitas Muhammadiyah Bengkulu.
Setyaningrum, N. D. B. (2017). Tantangan budaya Nusantara dalam kehidupan masyarakat di era globalisasi. Jurnal Pendidikan Seni dan Seni Budaya, 105–113.
Sujarweni, V. W. (2023). Metodologi penelitian. Pustaka Baru Press.
Utomo, C. B., & Kurniawan, G. F. (2017). Bilama tradisi lisan menjadi media pendidikan ilmu sosial di masyarakat Gunungpati. Harmony: Jurnal Universitas Negeri Semarang, 2(2), 169–184.
Vansina, J. (1985). Oral tradition as history. University of Wisconsin Press.
Wati, E. A. (2023). Tradisi lisan sebagai sumber sejarah. Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah & Sejarah, 2(1), 52–59. https://online-journal.unja.ac.id/krinok/article/view/24049