https://ejournal.unib.ac.id/kumparan_fisika/issue/feed Jurnal Kumparan Fisika 2023-08-31T13:05:00+00:00 Aprina Defianti aprina.defianti@unib.ac.id Open Journal Systems <p>Jurnal Kumparan Fisika is an open access and double blind peer-reviewed journal that contains articles on the results of research on teaching physics, learning physics, physics theory, and applied physics. Jurnal Kumparan Fisika is managed by the Physics Education Study Program of the Teaching and Education Faculty of Universitas Bengkulu. Jurnal Kumparan Fisika is published in April, August and December a year by Unib Press. Jurnal Kumparan Fisika received e-ISSN <a href="https://issn.lipi.go.id/terbit/detail/1515598548">2655-1403</a> in 2018 and p-ISSN <a href="https://issn.lipi.go.id/terbit/detail/1560827953">2685-1806</a> in 2019. Jurnal Kumparan Fisika has been indexed in DOAJ since 2019 and accredited as SINTA 4 on April 2020 and as <strong>SINTA 3</strong> on April 2022.</p> https://ejournal.unib.ac.id/kumparan_fisika/article/view/27228 ANALISIS ZONA RAWAN GEMPA BUMI DI KABUPATEN BENGKULU SELATAN BERDASARKAN PERCEPATAN TANAH PUNCAK MENGGUNAKAN FORMULA KANAI 2023-06-05T06:15:37+00:00 Giltro Kencoro giltrokuncoro@gmail.com M Farid mfarid@unib.ac.id Arif Ismul Hadi ismulhadi@unib.ac.id Darmawan Ikhlas Fadli ikhlasfadli@gmail.com Agung Sedayu agungsedayu168@gmail.com <p><strong>A</strong><strong>B</strong><strong>S</strong><strong>T</strong><strong>R</strong><strong>A</strong><strong>K</strong></p> <p> </p> <p>Provinsi Bengkulu terletak di antara Sumatra <em>Fault Zone</em> dan Mentawai <em>Fault Zone</em>, yang mana merupakan sistem patahan paling berbahaya di Pulau Sumatera, Indonesia. Selain itu, gempa bumi Bengkulu tahun 2000 dengan magnitudo sebesar Mw 7,9 menyebabkan banyak korban jiwa dan harta benda di sekitar wilayah studi, dan banyak gempa lain yang merusak yang terjadi setelah gempa ini. Penentuan zona rawan gempa Kabupaten Bengkulu Selatan penting dilakukan untuk mengurangi kerusakan akibat gempa. Oleh karena itu, perekaman data mikrotremor <em>short period</em> dilakukan di 65 titik di daerah penelitian. Analisis data <em>ambient noise</em> dapat membantu mengidentifikasi <em>local site-efect</em> di Kabupaten Bengkulu Selatan dengan menggunakan metode <em>Horizontal to Vertical Spectral Ratio</em> (HVSR). Frekuensi fundamental alami berkisar antara 1.0 Hz hingga 9.3 ​​Hz, dan faktor amplifikasi berkisar antara 1.8 hingga 4.4. Nilai PGA diperoleh dari kejadian gempa bumi selama 100 tahun dan dihitung menggunakan persamaan Kanai. Hasil menunjukkan bahwa nilai PGA berkisar antara 0.18 g hingga 0.78 g. Zona rawan gempa di Kabupaten Bengkulu Selatan terbagi menjadi tiga zona, yaitu zona klasifikasi rendah (Kota Manna, Pasar Manna, Bunga mas, dan Seginim) , sedang (Pino Raya, Air Nipis, dan Ulu Manna), dan tinggi (Manna, Kedurang, dan Kedurang Ilir). Hasil penelitian ini dapat menjadi rekomendasi bagi pemangku kepentingan untuk mempertimbangkan langkah-langkah yang tepat untuk desain dan konstruksi tahan gempa di Kabupaten Bengkulu Selatan.</p> <p> </p> <p>Kata kunci: Gempa Bumi, HVSR, Kabupaten Bengkulu Selatan, PGA.</p> <p> </p> <p><strong>ABS</strong><strong>T</strong><strong>R</strong><strong>A</strong><strong>C</strong><strong>T</strong></p> <p> </p> <p>Bengkulu Province is between the Sumatra Fault Zone and the Mentawai Fault Zone, the most dangerous fault system in Sumatra, Indonesia. In addition, the 2000 Bengkulu earthquake with a magnitude of Mw 7.9 caused a significant loss of life and property in the study area, and many other destructive earthquakes occurred after this earthquake. Determining the earthquake-prone zone of South Bengkulu Regency is essential to reducing earthquake damage. Therefore, short-period microtremor data recording was conducted at 65 points in the study area. Analysis of ambient noise data can help identify local site effects in South Bengkulu Regency using the Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) method. The natural fundamental frequency ranges from 1.0 Hz to 9.3 Hz, and the amplification factor ranges from 1.8 to 4.4. PGA values were obtained from a 100-year earthquake event and calculated using the Kanai equation. The results show that PGA values range from 0.18 g to 0.78 g. The earthquake-prone zones in South Bengkulu Regency are divided into three zones: low (Kota Manna, Pasar Manna, Bunga Mas, and Seginim), medium (Pino Raya, Air Nipis, and Ulu Manna), and high (Manna, Kedurang, and Kedurang Ilir). The results of this study can serve as recommendations for stakeholders to consider appropriate measures for earthquake-resistant design and construction in South Bengkulu Regency.</p> <p> </p> <p>Keywords: Earthquake, HVSR, South Bengkulu Regency, PGA.</p> 2023-08-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Giltro Kencoro, M Farid, Arif Ismul Hadi, Darmawan Ikhlas Fadli, Agung Sedayu https://ejournal.unib.ac.id/kumparan_fisika/article/view/27013 PERHITUNGAN NUMERIK RAPAT KEADAAN GRAPHENE BILAYER DENGAN MODEL TIGHT-BINDING MENGGUNAKAN METODE RAMBATAN WAKTU TROTTER-SUZUKI 2023-07-26T00:55:35+00:00 Wahyu Setiawan w.setiawan@mail.ugm.ac.id <p><strong>A</strong><strong>B</strong><strong>S</strong><strong>T</strong><strong>R</strong><strong>A</strong><strong>K</strong></p> <p> </p> <p>Perhitungan rapat keadaan (<em>density of states</em><em>/DOS</em>) material graphene <em>bilayer</em> model ikatan kuat atau <em>Tight-Binding</em> (TB) melalui penyelesaian persamaan Schrӧdinger Gayut Waktu (PSGW) telah dilakukan dengan menggunakan metode rambatan waktu Trotter-Suzuki. Fungsi gelombang awal dibangkitkan dengan menggunakan bilangan acak kompleks sebagai fungsi superposisi dari basis tiap-tiap <em>site</em> atom berstruktur heksagonal untuk memperoleh fungsi korelasi. Nilai rapat keadaan dihitung dengan mentransformasi Fourier fungsi korelasi yang sudah didapatkan. Penelitian ini terfokus pada perhitungan rapat keadaan dari graphene <em>bilayer</em> model <em>AA-Stacking</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode rambatan waktu Trotter-Suzuki sangat efisien digunakan untuk menghitung rapat keadaan dari sistem atom yang besar. Model TB dapat menjelaskan rapat keadaan material graphene <em>bilayer</em> dengan variasi ukuran sistem dan <em>hopping parameter</em>. Banyaknya jumlah atom (<em>site</em>) yang ditinjau mempengaruhi keteraturan hasil perhitungan rapat keadaan. Semakin banyak atom yang ditinjau, semakin teratur perhitungan rapat keadaan yang dihasilkan. Variasi nilai <em>hopping interlayer</em> mengakibatkan munculnya singularitas van Hove di level tenaga Fermi untuk t<sub>1</sub>=t<sub>2 </sub>dan bertambahnya sifat <em>metallicity</em> akibat bertambahnya nilai DOS pada level tenaga Fermi untuk t<sub>1</sub>&lt;t<sub>2</sub>.</p> <p> </p> <p><strong>Kata kunci</strong>: graphene <em>bilayer</em>, rapat keadaan, dan metode Trotter-Suzuki,</p> <p> </p> <p><strong>ABS</strong><strong>T</strong><strong>R</strong><strong>A</strong><strong>C</strong><strong>T</strong></p> <p> </p> <p><em>The density of states</em><em> (DOS)</em><em> of the bilayer graphene material with Tight-Binding (TB) model has been calculated by solving the Time Dependent Schrӧdinger Equation (TDSE) with Trotter-Suzuki formula. The generation of the initial wave function </em><em> is carried out by using a random complex number as a superposition function of the base of each hexagonal structure atomic site to obtain the correlation function. The results of the calculation of the correlation function are then Fourier transformed to calculate the density of the state. This research focuses on calculating the state density of the graphene bilayer AA-Stacking. The results showed that the Trotter-Suzuki method was very efficient in calculating the state density of large atomic systems. The TB model can explain the density of states of the bilayer graphene material with variations in system size and hopping parameters. The number of atoms (sites) reviewed affects the regularity of the DOS calculation results. The more atoms that are reviewed, the more orderly the DOS calculations will be generated. The variation of the hopping interlayer value would be appearing van Hove singularity at the Fermi level for t<sub>1</sub>=t<sub>2</sub></em> <em>and increase in the metallicity properties with the increase in the DOS value at the Fermi level for t<sub>1</sub>&lt;t<sub>2</sub></em><em>.</em></p> <p> </p> <p><strong>K</strong><strong>eywo</strong><strong>r</strong><strong>d</strong><strong>s</strong>: <em>bilayer graphene, density of states, Trotter-Suzuki formula</em></p> 2023-08-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Wahyu Setiawan https://ejournal.unib.ac.id/kumparan_fisika/article/view/27987 ANALISIS INTENSITAS CURAH HUJAN KECAMATAN BANYUWANGI MENGGUNAKAN CLIMATE PREDICTABILITY TOOLS 2023-07-26T01:00:15+00:00 Kharisma Suci Wulandari kharismawulandari.9i@gmail.com Yushardi Yushardi kharismawulandari.9i@gmail.com Sudarti Sudarti kharismawulandari.9i@gmail.com <p><strong>A</strong><strong>B</strong><strong>S</strong><strong>T</strong><strong>R</strong><strong>A</strong><strong>K</strong></p> <p> </p> <p>Salah satu wilayah yang sering mengalami bencana banjir adalah Kecamatan Banyuwangi. Banjir yang terjadi diakibatkan adanya intensitas curah hujan yang cukup tinggi selama beberapa waktu tertentu, terutama pada saat musim penghujan di tahun 2022. Curah hujan merupakan banyaknya air yang tertampung dalam alat penangkar hujan, sedangkan intensitas curah hujan adalah jumlah curah hujan yang dinyatakan dalam tinggi hujan atau volume tiap satuan waktu. Hasil data intensitas curah hujan Kecamatan Banyuwangi dari BMKG dijadikan acuan dasar untuk menganalisis intensitas curah hujannya. Pengolahan data intensitas curah hujan bisa dilakukan dengan bantuan software iklim seperti <em>Climate Predictability Tools</em>. Metode yang digunakan untuk analisis data adalah kuantitatif. Hasil analisis menggunakan <em>Climate Predictability Tools</em> menunjukkan bahwa prediksi intensitas curah hujan selama 6 bulan kedepan berada di atas normal dengan rentang nilai dari 62% hingga 75% sehingga keakuratannya mendekati 100% meskipun hubungan antara prediktor dan prediktan pada analisis awal masih lemah karena adanya perbedaan data yang cukup signifikan, selain itu grafik pada CCA menunjukkan bahwa hujan tinggi terjadi selama 2 atau 4 tahun sekali baik pada prediktor ataupun data asli. Hasil analisis dari penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan antara prediktan dan prediktor masih terbilang lemah, akan tetapi hasil prediksi selama 6 bulan kedepan bisa menunjukkan selisih yang tidak jauh berbeda dengan data asli dari BMKG.</p> <p> </p> <p>Kata kunci—Intensitas Curah Hujan, Kecamatan Banyuwangi, dan <em>Climate Predictability Tools.</em></p> <p><em> </em></p> <p><strong>ABS</strong><strong>T</strong><strong>R</strong><strong>A</strong><strong>C</strong><strong>T</strong></p> <p><strong> </strong></p> <p><em>One of the most frequently flooded areas is the Banyuwangi district. The flooding is due to a fairly high intensity of rainfall over a certain period, especially during the rainy season in 2022. Rainfall is the amount of water stored in the rainfall remover, while the intensity of rainfall is the number of rainfalls expressed in rainfall height or volume per unit of time. The results of the Banyuwangi district rainfall intensity data from BMKG are used as a basic reference for analyzing the intensity of the rainfall. The data processing of rainfall intensity can be done with the help of climate software such as Climate Predictability Tools. The method used for data analysis is quantitative. The results of the analysis using Climate Predictability Tools showed that predictions of rainfall intensity for the next six months were above normal with a range of values of 62% to 75% so the accuracy was close to 100% even though the relationship between predictor and predictant in the initial analysis was still weak due to the presence of quite significant data differences, besides the graphs on the CCA indicated that high rainfall occurred over 2 or 4 years once either on the predictor or the original data. Analysis of this study suggests that the relationship between predictors and predictors is still weak, but predictions for the next six months may indicate a difference not far from the original data from the BMKG.</em></p> <p><em> </em></p> <p>Keywords—<em>Rainfall Intensity, Banyuwangi District, and Climate Predictability Tools</em></p> 2023-09-02T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Kharisma Suci Wulandari, Yushardi Yushardi, Sudarti Sudarti https://ejournal.unib.ac.id/kumparan_fisika/article/view/28112 PENGEMBANGAN E-MODUL INTERAKTIF BERBASIS MODEL PEMBELAJARAN POE2WE MENGGUNAKAN FLIPBOOK MAKER PADA MATERI GELOMBANG BUNYI DAN CAHAYA 2023-08-11T06:20:43+00:00 Nisa Nurmilah nisanurmilah@gmail.com Nana nana@unsil.ac.id Dwi Sulistyaningsih dwi.sulistyaningsih@unsil.ac.id <p><strong>A</strong><strong>B</strong><strong>S</strong><strong>T</strong><strong>R</strong><strong>A</strong><strong>K</strong></p> <p> </p> <p>Implementasi teknologi dalam pendidikan telah banyak direalisasikan sesuai dengan PermendikbudRistek No.16 Tahun 2022 tentang standar proses yaitu penggunaan perangkat teknologi untuk memberi pengalaman belajar yang berkualitas demi tercapainya tujuan belajar. Namun, pada kenyataannya penerapan teknologi belum dimanfaatkan dengan optimal. Oleh karena itu, peneliti berupaya untuk memberikan solusi dengan mengembangkan e-modul interaktif berbasis model pembelajaran POE2WE menggunakan <em>flipbook maker</em> pada materi gelombang bunyi dan cahaya. Metode penelitian yang digunakan yaitu <em>Research and Development </em>(R&amp;D) dengan model pengembangan 4-D <em>(Define, Design, Develop, </em>dan <em>Disseminate). </em>Namun, dalam penelitian ini hanya dilakukan sampai dengan tahap <em>Develop </em>karena penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat validitas dan kepraktisan e-modul saja. Subjek penelitian ini adalah guru mata pelajaran fisika dan peserta didik kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Manonjaya. Penelitian ini menghasilkan produk e-modul dalam bentuk <em>link</em> dengan nilai validasi 0,89 pada aspek materi dan 0,84 pada aspek media sehingga memenuhi kategori sangat valid. Hasil uji kepraktisan oleh guru memperoleh nilai 88,89% dengan kategori sangat praktis dan hasil uji kepraktisan oleh peserta didik memperoleh nilai 83,33% dengan kategori sangat praktis. Dengan demikian, e-modul yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat valid dan praktis untuk digunakan dalam pembelajaran.</p> <p> </p> <p>Kata kunci: E-Modul Interaktif, <em>Flipbook Maker</em>, Gelombang Bunyi dan Cahaya, Model Pembelajaran POE2WE.</p> <p> </p> <p><strong><em>ABS</em></strong><strong><em>T</em></strong><strong><em>R</em></strong><strong><em>A</em></strong><strong><em>C</em></strong><strong><em>T</em></strong></p> <p> </p> <p><em>The implementation of technology in education has been realized following PermendikbudRistek No. 16 of 2022 concerning process standards, namely the use of technological devices to provide quality learning experiences to achieve learning goals. However, in reality, the application of technology has not been utilized optimally. Therefore, researchers are trying to provide a solution by developing an interactive e-module based on the POE2WE learning model using a flipbook maker on sound and light waves. The research method used is Research and Development (R&amp;D) with a 4-D development model (Define, Design, Develop, and Disseminate). However, this study was only carried out up to the development stage because this study aimed to describe the level of validity and practicality of the e-module only. The subjects of this study were physics teachers and students of class XI MIPA at SMA Negeri 1 Manonjaya. This research produces an e-module product in the form of a link with a validation value of 0.89 on the material aspect and 0.84 on the media aspect so that it meets the very valid category. The results of the practicality test by the teacher obtained a score of 88.89% in the very practical category and the results of the practicality test by students obtained a value of 83.33% in the very practical category. Thus, the developed e-module meets the criteria of being very valid and practical for use in learning.</em></p> <p> </p> <p>Keywords: <em>Flipbook Maker, Interactive E-Module, POE2WE Learning Model, Sound and Light Waves</em></p> 2023-09-02T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Nisa Nurmilah, Nana, Dwi Sulistyaningsih https://ejournal.unib.ac.id/kumparan_fisika/article/view/28437 UJI KARAKTERISTIK TINTA SPIDOL WHITEBOARD BERBAHAN KARBON TEMPURUNG KELAPA DENGAN VARIASI GUM ARAB 2023-07-26T01:04:26+00:00 Sri Wulandari sriwulandari0829@gmail.com Masthura Masthura wulandari7474@gmail.com <p><strong>A</strong><strong>B</strong><strong>S</strong><strong>T</strong><strong>R</strong><strong>A</strong><strong>K</strong></p> <p> </p> <p>Tempurung kelapa ialah endokarp buah kelapa yang merupakan limbah dari kelapa. Contoh produk olahan tempurung kelapa yang terkenal merupakan karbon aktif. Pada tempurung kelapa mengandung senyawa kimia selulosa (34%) sehingga dapat menghasilkan karbon dengan pigmen berwarna hitam jika dipanaskan. Pigmen ini dapat dijadikan bahan utama penyusun tinta spidol yang ramah lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi massa sampel karbon tempurung kelapa dan gum arab terhadap karakteristik tinta spidol whiteboard. Di bawah penelitian ini ada dua tahapan diawali dengan proses pembuatan karbon tempurung kelapa. Dan pada tahap kedua, tinta diuji karakteristiknya yaitu uji densitas, uji viskositas, uji pH dan uji pigmen tinta. Variasi sampel karbon tempurung kelapa dan gum arab yaitu sampel A (5 g : 5 g), B (7 g : 7 g), C (9 g : 9 g). Hasil penelitian mendapatkan pengaruh dari variasi karbon tempurung kelapa dan gum arab yaitu nilai densitas dan viskositas mengalami kenaikan dan pH mengalami penurunan serta mendapatkan tinta optimum pada sampel C (9 g : 9 g) yaitu mempunyai nilai densitas 1,0722 gr/cm<sup>3</sup>, nilai viskositas 3,4844 <em>poise</em>, nilai pH 8,39 yang bersifat basa serta menghasilkan warna hitam pekat.</p> <p> </p> <p>Kata kunci : Karbon Tempurung Kelapa, Pigmen, Tinta Spidol</p> <p><strong> </strong></p> <p><strong><em>ABS</em></strong><strong><em>T</em></strong><strong><em>R</em></strong><strong><em>A</em></strong><strong><em>C</em></strong><strong><em>T</em></strong></p> <p> </p> <p><em>The coconut shell is the endocarp of the coconut fruit which is the waste of the coconut. An example of a well-known coconut shell processed product is activated carbon. The coconut shell contains the chemical compound cellulose (34%) so it can produce carbon with a black pigment when heated. This pigment can be used as the main ingredient for eco-friendly marker ink. The purpose of this study was to determine the effect of variations in the mass of coconut shell carbon samples and Arabic gum on the characteristics of whiteboard marker inks. Under this research, two stages begin with the process of making coconut shell carbon. In the second stage, the characteristics of the ink were tested, namely the density test, viscosity test, pH test and ink pigment test. Variations in the samples of coconut shell carbon and gum arabic are samples A (5 g: 5 g), B (7 g : 7 g), C (9 gs : 9 g). The results of the study were influenced by variations in coconut shell carbon and gum Arabic, namely the density and viscosity values ​​increased and the pH decreased and obtained the optimum ink in sample C (9 g: 9 g), which had a density value of 1.0722 gr/cm3, viscosity value 3.4844 poise, a pH value of 8.39 which is alkaline and produces a deep black color</em><em> </em></p> <p><em> </em></p> <p><em>K</em><em>eywo</em><em>r</em><em>d</em><em>s</em><em> : Coconut Shell Carbon, Pigment, Marker Ink</em></p> 2023-09-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Sri Wulandari, Masthura Masthura https://ejournal.unib.ac.id/kumparan_fisika/article/view/28406 ANALISIS SIFAT FISIS PEMBUATAN KERTAS DARI SERAT DAUN NANAS DAN KULIT DURIAN 2023-08-11T06:40:58+00:00 Bayu Anugrah KS bayuanugrahh20@gmail.com Ety Jumiati etyjumiati@uinsu.ac.id <p><strong>A</strong><strong>B</strong><strong>S</strong><strong>T</strong><strong>R</strong><strong>A</strong><strong>K</strong></p> <p> </p> <p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisis dari kertas yang dihasilkan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan tujuan untuk mencari alternatif bahan baku kertas. Terdapat variasi persentase berat dalam campuran antara daun nanas dan kulit durian, yaitu 40%:60%, 50%:50%, dan 60%:40%. Daun nanas dan kulit durian dimasak dalam larutan NaOH 3% pada suhu 90℃, kemudian dilakukan proses pemutihan dengan larutan H<sub>2</sub>O<sub>2</sub> 10% lalu disaring dan dikeringkan. Setelah kering, pulp dicampur dengan komposisi yang telah dirancang menggunakan blender dan dicetak menggunakan cetakan kertas. Hasil pengujian sifat fisis kertas menunjukkan nilai gramatur tertinggi yaitu 90 gram/m<sup>2</sup> yaitu pada variasi sampel 40%:60% dan nilai terendah yaitu 79 gram/m<sup>2</sup> pada variasi sampel 60%:40%. Untuk pengujian bulk nilai tertinggi yaitu 1,44 cm<sup>3</sup>/gram pada variasi sampel 60%:40% dan nilai terendah yaitu 1,22 cm<sup>3</sup>/gram pada variasi sampel 40%:60%. Dari nilai tersebut sudah memenuhi nilai SNI 7274:2008 untuk menjadi mutu kertas cetak A.</p> <p> </p> <p>Kata kunci: kertas, selulosa, daun nanas, kulit durian.</p> <p> </p> <p><strong>ABS</strong><strong>T</strong><strong>R</strong><strong>A</strong><strong>C</strong><strong>T</strong></p> <p> </p> <p>The purpose of this research is to determine the physical properties of the paper produced. The research method used is an experimental method with the aim of finding alternative raw materials for paper. There are variations in the percentage of weight in the mixture between pineapple leaves and durian skin, namely 40%:60%, 50%:50%, and 60%:40%. Pineapple leaves and durian skin are cooked in 3% NaOH solution at 90℃, then a bleaching process is carried out with 10% H<sub>2</sub>O<sub>2</sub> solution and then filtered and dried. After drying, the pulp is mixed with the composition that has been designed using a blender and printed using a paper mold. The results of testing the physical properties of the paper showed that the highest grammage value was 90 gram/m<sup>2</sup> at the sample variation of 40%:60% and the lowest value was 79 gram/m<sup>2</sup> at the sample variation of 60%:40%. For bulk testing, the highest value is 1,44 cm<sup>3</sup>/gram for a sample variation of 60%:40% and the lowest value is 1,22 cm<sup>3</sup>/gram for a sample variation of 40%:60%. From this value, it meets the value of SNI 7274: 2008 to become A printing paper.</p> <p> </p> <p>Keywords: paper, celluloce, pineapple leaves, durian skin.</p> 2023-09-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Bayu Anugrah KS, Ety Jumiati