Laboratory Journal : Jurnal Laboratorium Sains Terapan
https://ejournal.unib.ac.id/laboratory_journal
Unib Pressen-USLaboratory Journal : Jurnal Laboratorium Sains Terapan3063-5799MANAJEMEN LABORATORIUM KOMPUTER DI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM (FEBI) UIN K.H. ABDURRAHMAN WAHID PEKALONGAN
https://ejournal.unib.ac.id/laboratory_journal/article/view/45985
<p>Laboratorium komputer merupakan fasilitas penting dalam menunjang proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi digital mahasiswa di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Artikel ini bertujuan menganalisis implementasi manajemen laboratorium komputer dari aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan operasional, pengawasan dan pemeliharaann. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan, wawancara dengan pengelola laboratorium serta dokumentasi internal fakultas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen laboratorium telah berjalan cukup efektif dalam mendukung kegiatan akademik, meskipun masih terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan perangkat dengan spesifikasi tinggi, kebutuhan peningkatan kompetensi teknisi, dan belum optimalnya digitalisasi sistem administrasi laboratorium. Temuan ini diharapkan berkontribusi terhadap penguatan tata kelola fasilitas pendidikan dan peningkatan mutu layanan akademik di FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan</p>H.NuzululMunchaminna MunchaminnaRachman Arif
Copyright (c) 2025 Laboratory Journal : Jurnal Laboratorium Sains Terapan
2025-12-142025-12-142281410.33369/jlst.2.2.8-14Easy, Simple, Lower Cost -Heat Transfer Kit: A Case Study of Implementation and Student Response
https://ejournal.unib.ac.id/laboratory_journal/article/view/45031
<p>The low level of scientific literacy in Indonesia has prompted efforts to improve the quality of science education, particularly through the promotion of science process skills. Practical activities such as experiments and hands-on investigations are indicators of science skill–based learning. However, their implementation is often limited by the lack of adequate laboratory equipment. This study introduces a simple, low-cost experimental kit designed to facilitate the teaching of heat and its transfer processes, specifically for the senior high school level. The study describes the kit construction, provides conceptual explanations of the underlying physics, and examines student participation during learning activities conducted with the Discovery Learning model. A case study approach was employed, with qualitative data collected through classroom observations and informal interviews. The findings indicate that students actively engaged throughout the learning process, from assembling the kit to conducting group experiments. They were able to directly observe heat transfer phenomena through conduction, convection, and radiation. This hands-on experience enhanced their conceptual understanding, as reflected in their ability to confidently explain experimental results during class discussions. The study concludes that the Simple Heat Transfer Kit can serve as an effective alternative medium for teachers to implement science skill–based learning, thereby improving both student participation and conceptual comprehension, particularly on the topic of heat transfer.</p>Ngia MastaBunga N. AruanFaradibaManogari Sianturi
Copyright (c) 2025 Laboratory Journal : Jurnal Laboratorium Sains Terapan
2025-12-242025-12-2422152510.33369/jlst.2.2.15-25UJI FORMULASI PENGHARUM RUANGAN BERBENTUK GEL DARI KOMBINASI MINYAK KOPI ARABIKA (Coffea Arabica L) DAN MINYAK NILAM
https://ejournal.unib.ac.id/laboratory_journal/article/view/46094
<p><span class="s6"><span class="bumpedFont17">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi terbaik gel pengharum ruangan berbasis bahan alami dari kombinasi minyak kopi arabika </span></span><span class="s6"><span class="bumpedFont17">(</span></span><span class="s28"><span class="bumpedFont17">Coffea Arabica</span></span><span class="s6"><span class="bumpedFont17"> L)</span></span> <span class="s6"><span class="bumpedFont17">sebagai pewangi</span></span><span class="s6"><span class="bumpedFont17"> dan minyak nilam sebagai fiksatif. Gel diformulasikan dengan bahan dasar kareganan dan </span></span><span class="s28"><span class="bumpedFont17">Xanthan Gum</span></span><span class="s6"><span class="bumpedFont17">, kemudian duji melalui tiga metode, yaitu uji penguapan zat cair, uji ketahanan wangi, dan uji warna selama tiga minggu penyimpanan. Terdapat tiga formulasi yaitu F1 (minyak kopi 1 ml: minyak nilam 0,5 ml), F2 (2,5 ml: minyak nilam 1,5 ml), F3( 4 ml:2,5 ml). Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi F1 memiliki total penguapan terendah sebesar 63,62%, ketahanan wangi tertinggi dengan nilai rata-rata </span></span><span class="s6"><span class="bumpedFont17">≥ </span></span><span class="s6"><span class="bumpedFont17">3 (cukup disukai), serta perubahan warna paling ringan selama penyimpanan. Hal ini menunjukkan bahwa F1 merupakan formulasi paling stabil secara fisik, kimia, dan sensoris. Dengan demikian, kombinasi minyak kopi dan minyak nilam pada fomulasi F1 dinilai paling optimal untuk digunakan sebagai pengarum ruangan berbasis gel yang aman, ramah lingkungan, dan efektif dalam mempertahankan aroma.</span></span></p>Rara GumayasariFades Br. Gultom
Copyright (c) 2025 Laboratory Journal : Jurnal Laboratorium Sains Terapan
2025-12-232025-12-2322263210.33369/jlst.2.2.26-32PENERAPAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS PADA ANALISIS KADAR BESI (Fe) DALAM SUPLEMEN TAMBAH DARAH SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PRAKTIKUM
https://ejournal.unib.ac.id/laboratory_journal/article/view/45395
<p>Analisis kadar besi (Fe) pada suplemen tambah darah merupakan langkah penting dalam menjamin mutu dan efektivitas produk farmasi, sekaligus sarana pembelajaran keterampilan analitik mahasiswa. Penelitian ini bertujuan menerapkan metode spektrofotometri UV-Vis untuk analisis kadar besi (Fe) pada suplemen tambah darah serta mengevaluasi efektivitasnya sebagai media pembelajaran praktikum kimia analisis farmasi. Preparasi sampel dilakukan dengan metode destruksi asam menggunakan microwave digestion, diikuti reaksi kompleksasi Fe³⁺ dengan kalium tiosianat (KSCN) dalam suasana asam untuk membentuk kompleks Fe(SCN)<sub>3</sub> berwarna merah. Pengukuran dilakukan pada panjang gelombang maksimum 474 nm. Kurva kalibrasi standar menunjukkan linearitas sangat baik (r = 0,997), sedangkan uji akurasi menghasilkan perolehan kembali 97,5% dengan presisi tinggi (%RSD < 0,1%). Metode ini terbukti akurat dan reliabel untuk penentuan kadar Fe, serta efektif sebagai sarana pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan teori kompleksasi logam, prinsip spektrofotometri, dan verifikasi metode analitik dalam praktikum kimia analisis farmasi.</p>Rizky KurniawanNizar MaulizaMahmudiHadi Kurniawan
Copyright (c) 2025 Laboratory Journal : Jurnal Laboratorium Sains Terapan
2025-12-102025-12-10221710.33369/jlst.2.2.1-7PENGAWETAN IKAN FILLET TUNA (Thunnus sp.) DENGAN KITOSAN MENGGUNAKAN METODE EDIBLE COATING
https://ejournal.unib.ac.id/laboratory_journal/article/view/42064
<p>Ikan fillet tuna merupakan pengolahan inovasi ikan yang memiliki daya simpan yang singkat jika disimpan dalam suhu ruang. Penelitian ini bertujuan untuk memperpanjang daya simpan dan mempertahankan mutu fisik ikan fillet tuna dalam suhu ruangan dengan menggunakan lapisan kitosan. Penelitian ini menggunakan metode <em>edible coating </em>dengan merendam ikan fillet tuna pada larutan kitosan dengan berbagai variasi yakni tanpa perlakukan sebagai kontrol negatif, berbagai konsentrasi kitosan dari 1%, 1,5%, 2%, 2,5%, 3%, serta penggunaan formalin dengan konsentrasi 1% dan 10% sebagai kontrol positif selama 5 menit. Hasil menunjukkan bahwa ikan fillet tuna dengan konsentrasi 3% dapat memperpanjang daya simpan selama 4 hari sedangkan tanpa perlakuan sebagai kontrol negatif bertahan selama 2 hari, sampel dengan konsentrasi 1%, 1,5%, 2%, dan 2,5% memperpanjang daya simpan selama 3 hari. Maka dapat disimpulkan penggunaan larutan kitosan dapat digunakan sebagai pengawet ikan fillet tuna serta mempertahankan parameter fisik (tekstur, warna, aroma) dan pH ikan fillet tuna lebih baik setelah perlakukan dibandingkan sebelum perlakuan dengan larutan kitosan.</p>Lensi Agus TrianiDoni NotriawanRefpo RahmanRisky Hadi Wibowo
Copyright (c) 2025 Laboratory Journal : Jurnal Laboratorium Sains Terapan
2025-12-312025-12-3122334510.33369/jlst.2.2.33-45