https://ejournal.unib.ac.id/labsaintek/issue/feedJURNAL PENGELOLAAN LABORATORIUM SAINS DAN TEKNOLOGI2022-07-18T11:36:01+00:00Putjha Melati, S.Si., M.Si.putjhamelati@unib.ac.idOpen Journal Systems<p><strong><img src="https://ejournal.unib.ac.id/public/site/images/arifrahmanazis/timenile-760e3bb220798ba3d0ed020b67a3a0ae.jpg" alt="" width="1579" height="521" />About the Journal</strong><br /><strong>ISSN: 2798-8635 (Online)</strong><br /><strong>Frequency: 2 issues per year (May and November)</strong><br /><strong>DOI : https://doi.org/10.33369</strong><br /><strong>Editor in Chief: Arif Rahman Azis</strong><br /><strong>Accreditation:</strong><br /><strong>Url : https://ejournal.unib.ac.id/labsaintek</strong><br /><strong>E-mail : jurnal.pelastek@unib.ac.id</strong><br /><strong>Publisher : <a title="Bengkulu of University" href="https://www.unib.ac.id/" target="_blank" rel="noopener">Bengkulu of University</a></strong><br /><strong>Citation Analysis: SINTA, Google Scholar</strong><br /><strong>Address: Bengkulu University Publication Development Center Jl. WR Supratman Kandang Limun Bengkulu 38371A</strong></p> <p><strong>Journal of Science and Technology Laboratory Management (Pelastek)</strong> is a double-blind peer-reviewed journal published by Bengkulu University since 2021. This journal is a forum for scientific communication for Educational Laboratory Administrators (PLP), laboratory managers, researchers, and laboratory assistants in the field of Science and Technology Laboratory Management, especially educational and research laboratories. Articles in this journal are published twice a year, in May and November.</p>https://ejournal.unib.ac.id/labsaintek/article/view/20967UNJUK KERJA SPEKTROFOTOMETER DR 1900 SEBAGAI ALAT UJI ION Cr6+ DALAM PENGOLAHAN LIMBAH PENYAMAKAN KULIT MENGGUNAKAN KULIT SALAK (Salacca zalacca)2022-07-18T11:36:01+00:00Wijayanti Wijayantiedukasiwijayanti@gmail.comArmila Zahra Tawarniatezahraarmila@gmail.comFala Putramafallaputrama17@gmail.com<p>Limbah penyamakan kulit merupakan salah satu limbah yang memerlukan pengolahan karena mengandung ion Cr<sup>6+</sup> yang dapat berbahaya bagi lingkungan, terutama laboratorium sebagai tempat pendidikan. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui efektivitas kulit salak dalam mengadsorpsi ion Cr<sup>6+</sup> dalam limbah penyamakan kulit sebagai upaya pengelolaan laboratorium. Alat yang digunakan untuk mengukur kadar ion Cr<sup>6+</sup> adalah spektrofotometer DR 1900 yang merupakan jenis spektrofotometer <em>portable</em>. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah adsorpsi menggunakan kulit salak yang diaktivasi dengan HCl. Evaluasi hasil adsorpsi dilakukan dengan cara membandingkan kadar ion Cr<sup>6+</sup> sebelum dan setelah adsorpsi yang diukur dengan spektrofotometer DR 1900. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas adsorpsi ion Cr<sup>6+</sup> menggunakan adsorben kulit salak adalah 59,5714 %.</p><p>Kata kunci : ion Cr<sup>6+</sup>, kulit salak, spektrofotometer DR 1900, limbah penyamakan kulit</p>2022-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2022 Wijayanti Wijayanti, Armila Zahra Tawarniate, Fala Putramahttps://ejournal.unib.ac.id/labsaintek/article/view/15446PENGGUNAAN EKSTRAK JERUK KALAMANSI DAN EKSTRAK TAUGE UNTUK MENINGKATKAN MUTU PRODUK DALAM PEMBUATAN NATA DE COCO2022-07-18T11:36:01+00:00Lies Winarsihsusantod007@gmail.comAprira Aprirasusantod007@gmail.comSalah satu mata praktikum kewirausahaan di laboratorium dasar adalah pembuatan nata de coco. Dalam proses pembuatan nata de coco dalam praktikum dan produksi masyarakat bengkulu selama ini masih menggunakan bahan kimia yaitu urea dan asam asetat yang berfungsi menyediakan energi untuk terbentuknya lapisan nata dan membuat suasana asam. Penggunaan asam asetat dan urea adalah bahan kimia yang dicampurkan dalam proses pembuatan makanan sehingga produk nata yang dihasilkan kurang diminati sebagian konsumen yang punya anggapan produk tersebut kurang sehat dan aman untuk dikonsumsi. Sehingga penulis berfikir untuk mencari bahan alternatif pengganti dari kedua bahan tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak tauge dan ekstrak jeruk kalamansi dapat digunakan sebagai pengganti urea/za dan asam asetat dalam pembuatan nata de coco serta bagaimana kualitas produknya jika dibandingkan dengan nata de coco yang pembuatannya dengan urea dan asam asetat sebagai nata de coco kontrol. Penelitian dilakukan dengan mengganti urea dan asam asetat dengan ekstrak tauge dan ekstrak jeruk kalamnsi dengan fariasi ekstrak tauge 10%,15% dan 20% serta ekstrak jeruk kalamnsi 2%,4% dan 6%, dari hasil penelitian didapatkan bahwa ekstrak tauge 10% dan 15% dengan 2% ekstrak jeruk kalamansi mendapatkan hasil yang signifikan dengan nata de coco control di lihat dari segi ketebalan da berat nata serta aspek organoleptis yang meliputi bau ,warna dan rasa.2022-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2022 lies winarsihhttps://ejournal.unib.ac.id/labsaintek/article/view/22003PERANCANGAN PROTOTYPE MOBIL REMOTE CONTROL DENGAN SMARTPHONE ANDROID MENGGUNAKAN BLUETOOTH HC-05 BERBASISKAN ARDUINO UNO2022-07-18T11:36:01+00:00Heri Hardihr.hardi@gmail.com<p>Seiring dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi khususnya pada mikrokontroler<em> </em>seperti arduino yang dapat di kominasikan dengan modul atau komponen lain untuk menghasilkan perangkat baru yang mudah untuk di operasikan dan dikembangkan. Arduino merupakan mikrokontroler yang bisa di program dengan menggunakan bahasa pemrograman, dalam penelitian ini yang akan menjadi pusat pengontrolannya untuk menjalankan motor DC digunakan mikrokontroler arduino. Arduino akan menerima perintah dari <em>smartphone</em> melalui koneksi <em>bluethooth</em> yang akan di teruskan ke modul L298N untuk menggerakkan motor DC sesuai perintah yang diterima. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah <em>prototype</em> <em>mobil remote control</em> yang dapat di kendalikan dari jarak jauh melalui koneksi <em>Bluetooth</em> sebagai pengendali gerak pada <em>mobil</em>. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini mulai dari <em>analisis, desain, implementasi </em>dan <em>Pengujian</em>. Pengujian dilakukan untuk mengukur jarak kerja makasimum dari <em>bluetooth </em>dengan menggunakan Modul HC-05.</p><p> </p><p> </p><p> </p>2022-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2022 Heri Hardihttps://ejournal.unib.ac.id/labsaintek/article/view/21655ALTERNATIF PENGGUNAAN KERTAS SARING SEBAGAI PENGGANTI KERTAS CAKRAM PADA UJI RESISTENSI BAKTERI Aeromonas SP. TERHADAP AMPISILIN DAN KLORAMFENIKOL2022-07-18T11:36:01+00:00Eulis Reni Sundarieulis@unpad.ac.id<p>Saat ini terdapat banyak penelitian mengenai uji resistensi bakteri menggunakan metode <em>disc diffusion </em>(tes Kirby-Bauer). Prinsip uji dari metode difusi adalah menempatkan kertas cakram yang telah diberikan perlakuan senyawa antibakteri dengan konsentrasi tertentu pada media yang telah ditanami organisme yang akan diuji secara merata. Hal ini menunjukkan kebutuhan kertas cakram meningkat sehingga perlu digunakan bahan lain sebagai alternatif pengganti kertas cakram agar mendapatkan hasil yang baik dan efektif. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah mendapatkan alternatif penggunaan kertas saring sebagai pengganti kertas cakram dalam uji resistensi bakteri <em>Aeromonas</em> sp. terhadap ampisilin dan kloramfenikol. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2021 di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Didapatkan hasil berupa penggunaan kertas saring sebagai alternatif pengganti kertas cakram efektif untuk dilakukan karena dapat menghasilkan hasil yang sama dengan penggunaan kertas cakram. Kertas saring no. 1, 41, 42 dan lembaran dapat digunakan sebagai alternatif pengganti kertas cakram dan jenis kertas saring yang terbaik adalah kertas saring no. 41.</p>2022-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2022 Eulis Reni Sundarihttps://ejournal.unib.ac.id/labsaintek/article/view/15439PENGGUNAAN EKSTRAK BUAH KECUBUNG SEBAGAI AGEN EUTANASIA MENCIT PUTIH (MUS MUSCULUS)2022-07-18T11:36:01+00:00Aprira Apriraaprira@gmail.com<p>Mencit Putih (mus musculus) adalah hewan uji yang paling sering di gunakan di laboratorium pada kegiatan praktikum dan penelitian. Selama ini proses mematikan hewan uji mencit mutih menggunakan bahan kimia yaitu chloroform. Penelitian ini berrtujuan untuk memanfaatkan ekstrak etanol buah kecubung sebagai bahan euthanasia pada mencit putih (mus musculus) serta nengetahui berapa volume ekstrak yang efektif mematikan mencit putih. Penelitian ini menggunakan metode dekstiktif dan eksperimen yaitu di mulai dari studi literature, dan pembuatan ekstrak buah kecubung dengan langkah yaitu pengeringan simplisia, lalu penghalusan dan perendaman (maserasi) dengan alcohol teknis 96%, dan dilanjutkan dengan penyaringan. Lalu di lanjutkan dengan uji verifikasi tanaman di sub laboratorium Tumbuhan FMIPA Universitas Bengkulu, lalu dilakukan uji fitokomia (flavonoid. Alkaloid dan tanin), setelah itu ekstrak buah kecubungnnya di ujikan ke hewan uji yaitu mencit putih. Bagaimana kemampuan ekstrak etanol buah kecubung untuk mematikan mencit putih (mus musculus). lalu di bandingan dengan euthanasia menggunakan cloroform. di observasi tingkah laku mencit putih dan dianalia dengan penyekoran tingkah laku dari mencit. Hasilnya adalah ekstrak etanol buah kecubung dapat menggantikan kloroform sebagai agen euthanasia mencit dengan volume 25 m dan lama waktu 30 menit. Serta volume ekstrak sangat mempengaruhi toksisitas pada mencit, dari hasil penelitian semakin tinggi konsentrasi ekstrak buah kecubung semakin cepat kematian tikus putih.</p>2022-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2022 aprira aprirahttps://ejournal.unib.ac.id/labsaintek/article/view/22754OPTIMASI EKSTRAKSI DAUN NANGKA KUNING (Vincetoxicum villosum (Blume) Kuntze) DARI BERBAGAI PELARUT DAN METODE2022-07-18T11:36:01+00:00Oktoviani Oktovianiokto_via_ani@yahoo.comHilda Taurinaunib.press@unib.ac.idDessy Trianaunib.press@unib.ac.idSuci Rahmawatiunib.press@unib.ac.idYulita Gumala Sariunib.press@unib.ac.idPutjha Melatiunib.press@unib.ac.idDelia Komala Sariunib.press@unib.ac.id<em>Extraction of a plant in traditional medicine is a very crucial stage for the success of the treatment.</em><em> For example, nangka kuning (Vincetoxicum villosum </em>(Blume) Kuntze<em>) which has been scientifically researched, its leaves are extracted with ethanol solvent using the maceration method. Meanwhile, by local people,nangka kuning leaves are processed by boiling using water. This attracted the attention of researchers to re-analyze the content of secondary metabolites in nangka kuning leaf extract made with different solvents and methods. Researchers carried out the extraction using water with heating (infusion), ethanol without heating (maceration) and chloroform without heating (maceration). The results obtained from the three types of extracts contained secondary metabolites of alkaloids in the three extracts. While steroids are only found in extracts with a water solvent. Then the tannins are found in the extract with water and ethanol as solvents. Negative results from the three extracts were shown for secondary metabolites of flavonoids and saponins. So it can be concluded that nangka kuning leaf extract which has the most optimal secondary metabolite is the extract using water as a solvent by heating.</em>2022-07-18T00:00:00+00:00Copyright (c) 2022 oktoviani oktoviani