Evaluasi Rencana Tata Ruang Wilayah dalam Pengurangan Risiko Bencana Tanah Longsor Kota Lubuklinggau
Abstract
Penataan ruang yang baik mengurangi risiko bencana tanah longsor sesuai dengan tujuan penataan ruang sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang yaitu untuk mewujudkan ruang wilayah nasional yang aman, nyaman, produktif dan berkelanjutan. Perwujudan ruang tersebut seharusnya tertuang dalam dokumen-dokumen rencana tata ruang yang terkait dengan keadaan risiko terhadap bencana. Peningkatan aktivitas pembangunan membutuhkan ruang yang semakin besar dan dapat berimplikasi pada perubahan fungsi lahan secara signifikan. Bencana tanah longsor dapat terjadi karena alih fungsi lahan menjadi lahan terbangun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai pengurangan risiko bencana tanah longsor akibat adanya rencana tata ruang wilayah. Penelitian bersifat kualitatif yaitu menganalisis rencana tata ruang dan kuantitatif yaitu analisis pemetaan risiko bencana. Hasil penelitian menunjukan bahwa Indeks bahaya/ ancaman bencana tanah longsor pada skenario eksisting berada pada kelas “bahaya sedang” karena mengalami pegurangan, namun pada skenario RTRW terjadi peningkatan pada kelas “bahaya tinggi” Meningkatknya luasan kelas bahaya longsor terjadi di enam dari delapan Kecamatan di Kota Lubuklinggau. Indeks Kerentanan bencana tanah longsor tidak mengalami perubahan yang signifikan antara skenario eksisting dengan skenario RTRW dimana semua skenario berada pada kelas kerentanan sedang. Indeks kapasitas bencana tanah longsor pada indeks kapasitas daerah berada pada level 2 yang berarti bahwa daerah telah melaksanakan beberapa tindakan pengurangan risiko bencana dengan pencapaian-pencapaian yang masih bersifat sporadis yang disebabkan belum adanya komitmen kelembagaan dan/atau kebijakan sistematis. RTRW Kota Lubuklinggau mengakibatkan kenaikan risiko bencana tanah longsor dengan Nilai Pengurangan Risiko (NPR) < 0 umumnya berada pada penggunaan lahan eksisting hutan alam atau pada kawasan rencana perkebunan. Luas area yang termasuk ke dalam NPR ini adalah sebesar 5.306,53 hektar atau 69,07 % dari luas Kota Lubuklinggau. Sedangkan Nilai Pengurangan Risiko (NPR) = 0 berarti wilayah tersebut tidak mengalami perubahan risiko akibat adanya RTR umumnya berada di penggunaan lahan eksisting sama dengan penggunaan lahan rencana (RTRW) misalnya kawasan Taman Nasional Kerinci Sebelat, hutan lindung Bukit Cogong, hutan produksi terbatas Hulu Tumpah, dan permukiman. Luas area yang termasuk ke dalam NPR ini adalah sebesar 11.334,93 hektar atau 30,93 % dari luas Kota Lubuklinggau. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan peningkatan kapasitas bencana melalui peningkatan kapasitas daerah dan kapasitas kesiapsiagaan bencana.
Full text article
Authors
Copyright (c) 2023 Opila Harta Diputra, Marulak Simarmata, Bieng Brata, M. Faiz Barchia, Heri Dwi Putranto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
An author who publishes in Naturalis agrees to the following terms:
Author retains the copyright and grants the journal the right of first publication of the work simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal
The author is able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book) with the acknowledgement of its initial publication in this journal. The author is permitted and encouraged to post his/her work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of the published work (See The Effect of Open Access).
Submission of a manuscript implies that the submitted work has not been published before (except as part of a thesis or report, or abstract); that it is not under consideration for publication elsewhere; that its publication has been approved by all co-authors. If and when the manuscript is accepted for publication, the author(s) still hold the copyright and retain publishing rights without restrictions. Authors or others are allowed to multiply an article as long as not for commercial purposes. For the new invention, authors are suggested to manage its patent before published. The license type is CC-BY-SA 4.0.
Naturalis is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.