https://ejournal.unib.ac.id/rekayasamekanika/issue/feedRekayasa Mekanika: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin2025-10-30T00:00:00+00:00Hestiawanhestiawan@unib.ac.idOpen Journal Systems<p>Rekayasa Mekanika is scientific journal on mechanical sciences and engineering field, either pure or inter disciplinary works. This journal is a continuation of Rekayasa Mekanik which changed its name since April 2022. This journal publishes 6 articles for each issue, April and October. Starting April 2025, this journal publishes 10 articles. Authors are cordially invited to submit his/her research, review or monograph papers in English or Indonesian.</p>https://ejournal.unib.ac.id/rekayasamekanika/article/view/40629ANALISIS BEARING PADA OUTPUT SHAFT GEAR REDUCER PUMPING MENGGUNAKAN SIMULASI ANSYS 2025-03-20T00:46:40+00:00Iksan DwitamaNINJAGOTOWN@gmail.comHendri Hestiawanhestiawan@unib.ac.idAlben Sindhu Winataata_mbel@yahoo.com<p>Bearing merupakan salah satu komponen utama pada unit pemompaan gear reducer yang berperan penting dalam mendukung kinerja poros output. Pada kondisi kerja, komponen ini menerima beban yang tinggi yang dapat mempengaruhi deformasi, tegangan, dan umur bearing. Penelitian ini dilakukan di PT Bukaka Teknik Utama dengan tujuan untuk menganalisis deformasi total, tegangan von Mises, faktor keamanan, dan umur bearing menggunakan simulasi software Ansys Workbench R1 2024 Student. Analisis dilakukan dengan membuat desain geometri bearing menggunakan SolidWorks 2024, menentukan material AISI 52100, melakukan meshing, memberikan pembebanan radial dan aksial, serta simulasi analisis statik. Data-data spesifik seperti spesifikasi bearing SKF 32230 dan nilai beban digunakan untuk memastikan keakuratan hasil. Hasil analisis menunjukkan nilai deformasi maksimum sebesar 0,17348 mm, tegangan von Mises maksimum sebesar 76,579 MPa, faktor keamanan minimum sebesar 5,876, dan umur rata-rata bantalan sebesar 1,057 x 1012 jam. Dari analisis yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa umur bantalan terlalu besar dikarenakan ukuran mesh yang terbatas dan pembebanan yang diberikan kecil sehingga hasil yang diperoleh kurang akurat. Hasil analisis menunjukkan bahwa bantalan dalam kondisi aman untuk menahan beban yang diberikan. Penelitian ini merekomendasikan untuk memperbaiki kualitas meshing pada simulasi agar diperoleh hasil yang lebih akurat.</p>2025-10-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 https://ejournal.unib.ac.id/rekayasamekanika/article/view/39688PREVENTIVE MAINTENANCE CLOSED COOLING WATER PUMP TURBINE PADA PLTU PRIAMANAYA ENERGI KEBAN AGUNG LAHAT 2 X 135 MW2025-01-08T06:40:56+00:00Miko Satriamikosatria208@gmail.comAgus Nuramalanuramal@unib.ac.idAfdhal Kurniawan Mainilmainilafdhalk@unib.ac.idHelmizarhelmizar@unib.ac.id<p><em>Preventive </em>Maintenance <em>adalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang di lakukan untuk mencegah timbulnya kerusakan-kerusakan yang tidak terduga dan menemukan kondisi atau keadaan yang dapat menyebabkan fasilitas produksi mengalami kerusakan pada waktu proses produksi. Tujuan penelitian yang dilakukan penulis adalah untuk mengetahui pelaksanaan Preventif Maintenance pada Closed Cooling Water Pump Turbine yang ada di PLTU Priamanaya Energi Keban Agung Lahat 2 x 135 MW, penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode observasi atau terjun langsung ke lapangan. Penelitian ini menghasilkan bahwa Dengan melakukan pemeliharaan Preventif secara teratur dan efektif pada Closed Cooling Water Pump yang ada di PLTU ini, perusahaan dapat memastikan bahwa mereka tidak hanya menjaga operasi yang lancar dan efisien, tetapi juga mengurangi risiko terjadinya kerusakan yang dapat mengganggu produksi. </em></p>2025-10-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 https://ejournal.unib.ac.id/rekayasamekanika/article/view/40402EVALUASI EFISIENSI DAN KINERJA MESIN RIPPLE MILL KAPASITAS 8 TON/JAM DALAM PENGOLAHAN KELAPA SAWIT 2025-03-02T15:14:13+00:00Evraim Sipayungevraimsipayung75@gmail.comZuliantonizuliantoni@unib.ac.idAngky Puspawanapuspawan@unib.ac.id<p>Kelapa sawit merupakan tanaman yang menghasilkan minyak kelapa sawit yang dikenal luas dengan sebutan Crude Palm Oil (CPO). Minyak kelapa sawit dimurnikan menjadi minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan inti sawit. Parameter kualitas inti meliputi kadar kotoran, kadar air, dan persentase inti yang pecah. Proses pemecahan inti menggunakan mesin Ripple Mill. Mesin Ripple Mill merupakan bagian yang menentukan kualitas inti dalam produksi di stasiun inti dan menimbulkan masalah ketika mesin tidak bekerja secara efektif. Masalah umum yang dihadapi oleh perusahaan adalah seringnya mesin mogok secara tiba-tiba dan hasil produksi tidak memenuhi kriteria produksi yang ditentukan. Dalam menganalisis kinerja mesin, baik produksi maupun efisiensi mesin, metode yang dilakukan adalah dengan mengambil sampel di titik pengambilan sampel chute setiap 2 jam sekali saat mesin beroperasi dengan berat sampel yang berbeda-beda. Sampel diaduk hingga homogen agar kacang utuh, kacang pecah, dan inti pecah tidak menumpuk. Kemudian sampel dibagi menjadi empat atau quart, diambil dua bagian yang berlawanan dan dimasukkan ke dalam wadah. Sampel ditimbang dengan berat sampel 1 kg, tuang sampel untuk dianalisis dengan memisahkan kacang utuh, kacang pecah, dan inti pecah. Kemudian timbang kacang utuh dan kacang pecah, catat hasil penimbangan, dari hasil penimbangan lakukan perhitungan dengan rumus untuk mengetahui efisiensi dari Ripple Mill.</p>2025-10-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 https://ejournal.unib.ac.id/rekayasamekanika/article/view/41627ANALISIS DINAMIK PADA KOMPONEN FLAP ARMS (FAIRING) PESAWAT NC 212 DI PT. DIRGANTARA INDONESIA2025-05-11T13:29:31+00:00Endi Yanuardiendiyanuardi@gmail.comDedi Suryadidsuryadi@unib.ac.idNurul Iman Supardinuruliman@unib.ac.id<p>Pesawat terbang merupakan salah satu moda transportasi teraman, untuk menunjang keamanan tersebut perlu dilakukan analisis untuk mengetahui respons komponen dari pesawat<em>. </em>Salah satunya adalah<em> fairing </em>pada<em> flap arms</em> yang merupakan bagian dari struktur sayap pesawat, dimana komponen ini sebagai penunjang pergerakan dari <em>flap</em> pesawat terbang. <em>Fairing </em>akan mengalami pembebanan pada saat pesawat <em>take off, top speed, </em>dan<em> landing</em>. Salah satu beban yang terjadi pada<em> fairing</em> adalah tekanan udara. Penggunaan <em>Finite Element Method</em> (FEM) <em> </em>sebagai metode untuk mengetahui respons <em>fairing</em> setelah diberikan pembebanan secara dinamik. Pada kondisi <em>take off</em>, besar deformasi total adalah mm dan tegangan ekuivalen sebesar 5,1703 Pa. Pada kondisi <em>top speed</em>, besar deformasi total adalah mm dan tegangan ekuivalen sebesar 199,04 Pa. Sedangkan pada kondisi <em>landing,</em> besar deformasi total adalah <em> </em>mm dan tegangan ekuivalen sebesar 38,812 Pa.</p>2025-10-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 https://ejournal.unib.ac.id/rekayasamekanika/article/view/40641The ANALISIS KEKUATAN CASE FLOW WATER METER DENGAN MATERIAL POLYVINYL CHLORIDE RIGID MENGGUNAKAN SOLIDWORK2025-03-20T00:45:30+00:00Tezar Wira Gunatezarwiraguna@gmail.comHendri Hestiawanhestiawan@unib.ac.idHanif Hanif Fakhrurrojahanif.fakhurroja@gmail.com<p><em>The flow water meter case is an additional structure that protects the meter from mechanical damage, corrosion, and other external environmental influences. In its development, the design of the casing used as a protector must consider various aspects, such as ease of installation, and the sustainability of the use of the material. The purpose of this study is to design a flow water meter case, to find out how to simulate a flow water meter case, and to find out the distribution of von mises stress, strain and displacement. simulation results of a flow water meter case made of rigid polyvinyl chloride (PVC). In the design process, the casing body was designed using the help of solidwork 2024 software with predetermined dimensions, namely a length of 67.8 mm, a width of 53.38 mm and a height of 58.5 mm using an axial loading type of 100 Newton which was placed on the casing body, and the support used was a clamp type. After obtaining the design results and placement of the load, the values of von mises stress, displacement and strain were obtained. For the maximum stress value on axial loading of 11.9 MPa. The maximum displacement under axial loading is 0.389 mm, and the maximum strain value under axial loading is 0.0018</em></p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>Case Flow Water Meter, Polyvinyl Chloride Rigid (PVC), Axial Loading, SolidWorks</em></p> <p> </p>2025-10-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 https://ejournal.unib.ac.id/rekayasamekanika/article/view/39594INSTALASI PHOTO ELECTRIC SENSOR SEBAGAI PENUNJANG PENGEMBANGGAN SISTEM TRANSFER PNEUMATIC REAKTOR KARTINI BERBASIS PLC2025-01-06T03:28:56+00:00Irvan Ananda Putrairvananandaputra976@gmail.comPrasetyo Haryo Sadewopharyosadewo@BRIN.go.idPutra Bismantoloputrabismantolo@unib.ac.id<p><em>The installation of photoelectric sensors as a supporting element for the development of a pneumatic transfer system based on Programmable Logic Controller (PLC) in the Kartini Reactor aims to enhance efficiency and accuracy in operational processes. This study integrates photoelectric sensors to detect capsules in the pneumatic transfer system, which previously required manual intervention. The sensors send signals to the PLC, which controls actuators automatically. The system was optimized through installation, calibration, and testing, involving the measurement of capsule speeds for both empty capsules and those containing 3-gram samples. Results indicate significant operational efficiency improvements, with average transfer speeds of 12.41 m/s for empty capsules and 11.76 m/s for filled ones. This integration significantly contributes to advancing reactor automation systems based on PLC technology.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> photoelectric sensor, pneumatic transfer, automation, Kartini reactor, PLC.</em></p>2025-10-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 https://ejournal.unib.ac.id/rekayasamekanika/article/view/45323 MAINTENANCE PADA VERTICAL RAW MILL CK-310 TIPE ROLLER MILL PLANT - 10 2025-10-15T07:58:49+00:00Nurbaiti Nurbaitinurbaiti8284@gmail.comHendri Van Hotenhendrivanhoten1982@mail.ugm.ac.id<p><em>A vertical raw mill is one of the main tools in cement production, which functions as a material grinder measuring from 5-7 cm to 90 microns. The tool also performs in the drying process of raw materials to reduce the water content before entering the suspension preheater section. The maintenance process on the vertical raw mill is carried out while the machines are operating. The maintenance is used to prevent and predict the production machine. The method is inspection using an infrared thermometer and vibrascanner. Test results show that the vertical raw mill can operate normally.</em></p>2025-10-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 https://ejournal.unib.ac.id/rekayasamekanika/article/view/39682SIMULASI DUDUKAN LOADING-UNLOADING PANSER MORTIR MENGGUNAKAN SOFTWARE SOLIDWORKS2025-01-08T06:44:10+00:00Rohul Izzarohulizza7@gmail.comAgus Nuramalanuramal@unib.ac.idA. Sofwan F. Alqapsofwan.alqap@unib.ac.id<p><em>The loading-unloading stand is part of the Panzer mortar loading-unloading tool which functions to hold the mortar and move the mortar from a vertical position to a horizontal position. In this test, the aim was to design a panzer mortar loading-unloading stand using Solidworks software, to find out how to simulate a loading-unloading stand and to determine the strength of the load on the panzer mortar loading-unloading stand. The simulation process on the loading-unloading stand was carried out to determine the von Mises stress, displacement and strain. von Mises stress and strain testing obtained a maximum result of 3,516 MPa and 5,744 at the end of the shaft, displacement testing obtained a maximum result of 7,726 mm at the center of the shaft. The minimum factor of safety for loading- unloading stands is around 25.4965 This occurs due to changes in the shape of the object being applied. <strong>Keywords: </strong>loading-unloading panzer mortars, von mises</em></p>2025-10-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 https://ejournal.unib.ac.id/rekayasamekanika/article/view/45557RANCANG BANGUN ALAT PINDAH PASIEN MENGGUNAKAN SISTEM REM ELEKTRIK 2025-10-27T04:05:31+00:00Mulyana Mulyanamulyana@ubl.ac.idFauzi Akbar SaputraFauziAS@gmail.comRiza Muhidarizamuhida@ubl.ac.idMuhammad Rizamuhammadriza@ubl.ac.idIndra Suryaindrasurya@ubl.ac.idKunartokunarto@ubl.ac.idZein Muhamadzeinmuhamad@ubl.ac.idHarjono Saputroharjonosaputro@ubl.ac.idBambang Pratowobambangpratowo@ubl.ac.id<p>Mobilitas pasien dengan keterbatasan fisik merupakan tantangan utama dalam pelayanan kesehatan, khususnya pada proses pemindahan dari tempat tidur ke kursi roda, toilet, atau meja periksa. Berdasarkan data BPS (2023) dan Regsosek (2023), jumlah penyandang disabilitas dan lansia di Indonesia terus meningkat sehingga dibutuhkan inovasi alat bantu yang aman, ergonomis, dan mudah digunakan. Penelitian ini merancang sebuah transfer chair dengan sistem rem elektrik berbasis solenoid untuk meningkatkan efisiensi dan keselamatan proses pemindahan pasien. Metode penelitian meliputi identifikasi kebutuhan, desain struktur dan sistem rem, fabrikasi, hingga pengujian fungsional. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa sistem rem dengan empat solenoid 12V DC menghasilkan gaya tekan total 80 N dan torsi pengereman 6,10 Nm. Konsumsi energi selama 5 menit adalah 1,99 Wh dengan kebutuhan kapasitas baterai minimum 166 mAh. Koefisien kestabilan statik sebesar 1,14 menunjukkan alat stabil saat digunakan. Alat mampu menahan beban statik hingga 90 kg tanpa gangguan fungsi rem dan sesuai dengan data antropometri masyarakat Indonesia. Rancangan ini berkontribusi pada pengembangan alat bantu medis yang terjangkau dan responsif terhadap kebutuhan pasien dan tenaga medis.</p>2025-10-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 https://ejournal.unib.ac.id/rekayasamekanika/article/view/40634ANALISIS RESPON DAYA PEMANAS PADA FASILITAS HEATING CONTROL2025-03-25T08:18:10+00:00Kevin Prasetya Hariyantokevinprasetya001@gmail.comZuliantonizuliantoni@unib.ac.idYovan Witantoyovan@unib.ac.idPricylia Valentinavalentina.pricylia@brin.go.id<p>Saat ini Fassip-01 Strand to Fassip-07 menggunakan sistem kontrol dua posisi (on-off) dalam mengendalikan pemanas untuk mempertahankan kondisi berhenti ketika eksperimen dilakukan. Kelompok Penelitian Sistem Termofluidal Nuklir mengembangkan fasilitas kontrol pemanasan yang berfungsi sebagai fasilitas uji sistem kontrol pemanas menggunakan kontrol sistem PID (derivatif integral proporsional) untuk mengatasi masalah panas residu yang ada karena penggunaan poin KENT. Dalam percobaan ini metode yang digunakan adalah percobaan sehingga hasilnya diperoleh dalam bentuk nilai akurasi, posisi pemanas, konsumsi energi tinggi, pengaturan daya yang buruk, panas residu besar dan rasio perbedaan waktu di setiap setpoint.</p>2025-10-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025