RAFFLESIA JOURNAL OF NATURAL AND APPLIED SCIENCES
https://ejournal.unib.ac.id/rjna
<p><strong>Rafflesia Journal of Natural and Applied Sciences (RJNAS) </strong><strong>with</strong> e-ISSN: 2808-3806 is an open access and peer reviewed journal published by Department of Chemistry, Universitas Bengkulu, Indonesia. This journal is published two times per year (April and October). RJNAS publishes research papers, review and short communication in field of Chemistry, Natural, and Applied Sciences. RJNAS accept articles written in Bahasa Indonesia and English (preferable). </p>UNIB Pressen-USRAFFLESIA JOURNAL OF NATURAL AND APPLIED SCIENCES2808-3806Isian pada kolom ini dibuat oto matis saat Anda memilih salah satu dari kolom “Copyright Hol der”.A Review Peran Pendekatan Network Pharmacology dalam Mengungkap Senyawa Aktif dan Mekanisme Kerja Pengobatan Tradisional Indonesia
https://ejournal.unib.ac.id/rjna/article/view/45481
<p>Pengobatan berbasis bahan alam di Indonesia telah digunakan secara turun-temurun, namun pengembangannya masih terhambat oleh keterbatasan pemahaman ilmiah terhadap komposisi dan mekanisme kerja senyawa aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi pendekatan <em>network pharmacology</em> dalam mengungkap hubungan kompleks antara bahan alam, target biologis, dan jalur penyakit. Kajian dilakukan melalui penelusuran literatur dan analisis data bioinformatika yang diintegrasikan ke dalam basis data farmakologi jaringan. Hasil analisis menunjukkan bahwa <em>network pharmacology</em> mampu mengidentifikasi senyawa aktif utama serta target protein yang relevan, sekaligus memetakan interaksi biologis yang mendasari efek terapeutik bahan alam Indonesia. Pendekatan ini juga memperlihatkan potensi sinergi antar senyawa yang berkontribusi terhadap aktivitas farmakodinamik kompleks. Kesimpulannya, <em>network pharmacology</em> memberikan kerangka ilmiah yang kuat untuk memahami dan memvalidasi mekanisme kerja pengobatan berbasis bahan alam, serta menjadi landasan strategis dalam upaya modernisasi dan standarisasi obat tradisional Indonesia menuju pengobatan berbasis bukti.</p>Muthia Nurhidayah Muthi
Copyright (c) 2025 Muthia Nurhidayah Muthi
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-312025-12-315210.33369/rjna.v5i2.45481Aktivitas Antibakteri Nanoemulgel Kombinasi Ekstrak Biji Pinang dan Bonggol Nanas terhadap Bakteri Penyebab Infeksi Luka dan Ulkus Diabetikum
https://ejournal.unib.ac.id/rjna/article/view/46251
<p>Infeksi luka dan ulkus diabetikum yang banyak disebabkan oleh Staphylococcus aureus dan Escherichia coli memerlukan alternatif terapi topikal yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sediaan nanoemulgel berbasis kombinasi ekstrak biji pinang (Areca catechu) dan bonggol nanas (Ananas comosus) serta mengevaluasi karakteristik fisikokimia dan aktivitas antibakterinya. Ekstrak biji pinang dan bonggol nanas diformulasikan dalam bentuk nanoemulgel dengan ukuran partikel rata-rata 26,2 nm dan nilai transmitansi sebesar 90,3%. Nanoemulsi kemudian diinkorporasikan ke dalam basis gel carbopol–kitosan, menghasilkan nanoemulgel yang stabil, homogen, memiliki pH sesuai topikal, dan daya sebar yang memenuhi kriteria farmasetika. Pengujian aktivitas antibakteri menunjukkan adanya daya hambat ang kuat hingga sangat kuat terhadap E. coli dan S. aureus, dengan efektivitas yang meningkat pada sediaan nanoemulsi meskipun menggunakan konsentrasi bahan aktif lebih rendah. Hasil ini menunjukkan bahwa nanoemulgel kombinasi kedua ekstrak memiliki potensi signifikan sebagai sediaan topikal antibakteri untuk penatalaksanaan infeksi luka dan ulkus diabetikum.</p>Thania Rizky Meilyana
Copyright (c) 2025 Thania Rizky Meilyana
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-312025-12-315210.33369/rjna.v5i2.46251Pengaruh Waktu Kontak dan Studi Kinetika Adsorpsi Crystal Violet oleh Adsorben Ampas Kelapa (Cocos nucifera L)
https://ejournal.unib.ac.id/rjna/article/view/401-406
<p>Pencemaran perairan oleh zat warna sintetis seperti kristal violet merupakan permasalahan lingkungan yang serius karena sifatnya yang toksik, persisten, dan sulit terurai secara biologis. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh waktu kontak dan mempelajari kinetika adsorpsi kristal violet menggunakan adsorben limbah ampas kelapa yang telah diolah menjadi karbon. Studi kinetika dilakukan dengan memvariasikan waktu kontak antara adsorben dan larutan kristal violet menggunakan massa 0,2 gram dengan konsentrasi kristal violet 50 ppm. Konsentrasi kristal violet sisa dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Data kinetika adsorpsi dianalisis menggunakan model kinetika orde satu semu dan orde dua semu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu kontak optimum diperoleh pada 40 menit dengan kapasitas adsorpsi sebesar 4,83mg/g dan persen adsorpsi sebesar 96,63%. Analisis studi kinetika memperlihatkan bahwa model orde dua semu memberikan kesesuaian yang lebih baik terhadap data eksperimental, ditunjukkan oleh nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,999 yang lebih tinggi dibandingkan model orde satu semu sebesar 0,7876.</p>Etriyanto ArmanVicka AndiniYoravika DwiwibanggaMega Elfia
Copyright (c) 2025 Etriyanto Arman, Vicka Andini, Yoravika Dwiwibangga, Mega Elfia
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-312025-12-315210.33369/rjna.v5i2.47116Formulasi Dan Aktivitas Antioksidan Serum Anti-Aging Berbahan Akktif Ekstrak Metanol Daun Pacar Air (Impatiens balsamina. L)
https://ejournal.unib.ac.id/rjna/article/view/47317
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak metanol daun pacar air <em>(Impatiens balsamina </em>L<em>.) </em>sebagai bahan aktif dalam formulasi serum anti-aging. Serum anti-aging esktrak daun pacar air dibuat dalam dua varias yaitu tanpa penambahan ekstrak daun pacar air (basic serum/F0) dan dengan penambahan ekstrak daun pacar air (F1). Uji yang dilakukan meliputi organoleptik, homogenitas, daya sebar, pH, dan uji iritasi. Sediaan serum anti-aging ekstrak daun pacar air uji juga diuji aktivitas antiokasidan menggunakan metode DPPH dan asam askorbat digunakan sebagai control positif. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semua formula sediaan serum memiliki organoleptik, homogenitas, dan daya sebar yang baik, serta memiliki pH berada dalam rentang 5,96-7,31. Uji iritasi menunjukkan bahwa serum tidak menimbulkan reaksi negative dan dapat meningkatkan kelembapan kulit. Uji aktivitas antioksidan menunjukkan kemampuan antioksidan yang tinggi yaitu sebesar 69,5 ppm (F0) dan 39,54 ppm (F1). Kemampuan antioksidan dari serum anti aging ini dipengaruhi oleh kandungan senyawa aktif dari ektrak pacar air (<em>Impatiens balsamina </em>L<em>.) </em>seperti flavonoid, fenolik, dan saponin. Dengan demikian, ekstrak daun pacar air <em>(Impatiens balsamina L.) </em>berpotensi digunakan sebagai bahan aktif alami dalam sediaan serum anti-aging yang aman dan stabil.</p>Reni PuspitasariKharin Della Nafla KahilaFarica Zaafani AmeliaRiri Hutami
Copyright (c) 2025 Reni Puspitasari, Kharin Della Nafla Kahila, Farica Zaafani Amelia, Riri Hutami
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-312025-12-315210.33369/rjna.v5i2.47317Analisis Hubungan Kuantitaf Struktur Dan Aktivitas Sebagai Antioksidan Turunan Senyawa Apigenin Dengan Menggunakan Metode Recife Model 1 (RM 1)
https://ejournal.unib.ac.id/rjna/article/view/47368
<p>Penelitian ini menggunakan kajian teoritis HKSA senyawa turunan apigenin menggunakan deskriptor sterik, hidropobik dan elektronik. Nilai deskriptor diperoleh berdasarkan perhitungan kimia komputasi menggunakan program Hyperchem 8.0.8 dengan menggunakan metode semiempirik <em>Recife Model 1 </em>(RM1). Data hasil perhitungan diolah menggunakan program SPSS versi 22.0 dengan metode analisis korelasi dan regresi linear berganda, sehingga diperoleh persamaan HKSA:</p> <p>IC50 = 55,725 + (6,063)Log P + (-0,045) ∆f + (-1,603) μ + (0,902)A</p> <p>n = 16; R = 0,927; R<sup>2</sup>= 0,859; SE = 2,088; F = 16,746. Dari persamaan HKSA, didapatkan prediksi senyawa yang sangat berpotensi sebagai antioksidan, yaitu 4’,5,7- Trihidroksi-3- metoksi flavon dengan nilai IC50 sebesar 1,51 (μM). Dengan membandingkan nilai IC50, didapatkan hasil bahwa gugus metoksi (OCH3) lebih meningkatkan aktivitas antioksidan dibandingkan dengan gugus etoksi (OC2H5).</p>Jesi PuspasariCharles BanonKhafit WiradimafanAvidlyandi AvidlyandiMorina Adfa
Copyright (c) 2025 Jesi Puspasari, Charles Banon, Khafit Wiradimafan, Avidlyandi Avidlyandi, Morina Adfa
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-312025-12-315241442210.33369/rjna.v5i2.47368