Isi Artikel Utama

Abstrak

The Indonesia multidimensional crisis in 1997-1998 had encouraged the Government to form a Financial System Stability Committee (KSSK), which consists of BI, LPS, OJK, and the Indonesian Ministry of Finance. This research will be discussing the role and strategy of KSSK in preventing and dealing with the financial system crisis in Indonesia, and its comparison with committees owned by South Korea and United Kingdom. This type of research is a normative juridical and uses statutory approach, historical approach, and comparative approach. This research indicate that in the problem of systemic bank solvency, KSSK has three ways, namely purchase and assumption, bridge banks and capital addition by LPS. Then, based on the PPKSK Law, rescuing failed banks during the crisis change into bail-in mechanism. Reflecting on South Korea that had succeeded in overcoming the global crisis through appropriate actions and strategies, and continuing to enhance cooperation with foreign authorities for exchange information to minimize situations that could arise during the crisis in both jurisdictions. Meanwhile, United Kingdom has built a strong and layered institutional architecture to sustain and maximize their function. Therefore, Indonesia must also be prepared to anticipate the financial system crisis that could occur.

Rincian Artikel

Biografi Penulis

Stellen Rosalina S, Universitas Indonesia

Fakultas Hukum Universitas Indonesia
Cara Mengutip
S, S. R. (2021). ANALISIS PERANAN DAN STRATEGI KOMITE STABILITAS SISTEM KEUANGAN (KSSK) DALAM MENCEGAH DAN MENANGANI KRISIS SISTEM KEUANGAN. Supremasi Hukum: Jurnal Penelitian Hukum, 30(2), 128–146. https://doi.org/10.33369/jsh.30.2.128-146

Referensi

  1. Abdurrahman, Muslin. (2010). Sosiologi dan Metode Penelitian Hukum. Malang: UMM Press.
  2. Artha, I Kadek Dian Sutrisna. (2013). IMF dan Krisis Ekonomi di Asia: Apa Pelajaran yang Bisa Kita Ambil?. Jurnal Global, 6 (1), 1-14. doi: https://doi.org/ 10.7454/global.v6i1.216.
  3. Bank Indonesia. (2010). Buku Putih: Upaya Pemerintah Dalam Pencegahan dan Penanganan Krisis, Jakarta: Bank Indonesia.
  4. -----------------. (2010). Krisis Global dan Penyelamatan Sistem Perbankan Inodnesia. Jakarta: Bank Indonesia.
  5. Cranston, Ross, et.al. (2002). Principles of Banking Law. United Kingdom: Oxford University Press.
  6. Enoch, Charles, et.al. (2001). Indonesia: Anatomy of Banking, Crisis Two Years Living Dangerously 1997-1998. International Monetary Fund Working Paper, No.01/52.
  7. International Monetary Fund. (2015). Republic Of Korea Financial Sector Assessment Program Crisis Preparedness And Crisis Management Framework, IMF Country Report No. 15/5.
  8. -----------------. (2016). United Kingdom Financial Sector Assessment Program Bank Resolution And Crisis Management, IMF Country Report No. 16/155.
  9. Kuncoro, Mudrajad dan Suhardjono. (2011). Manajemen Perbankan: Teori dan Aplikasi, Yogyakarta: BFPE.
  10. Lembaga Penjamin Simpanan. (2015). LPS dan FDIC Tandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Perkuat Kerjasama antar Kedua Lembaga, diunduh dari https://lps.go.id/news/-/asset_publisher/Ec5A/content/artik-1;jsessionid=C 4A739A5715C27D47C622EF2508F674B;jsessionid=C4A739A5715C27D47C622EF2508F674B, tanggal 16 Januari 2021.
  11. Marzuki, Peter Mahmud. (2010). Penelitian Hukum (Edisi Revisi). Jakarta: Kencana.
  12. Naskah Akademik Rancangan Undang-Undang tentang Jaring Pengaman Sistem Keuangan (JPSK).
  13. Otoritas Jasa Keuangan. (2017). Siaran Pers OJK Terbitkan Tiga Peraturan Tindak Lanjut UU Pencegahan Dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan. diunduh dari https://www.ojk.go.id/id/Siaran-Pers-OJK-Terbitkan-Tiga-Peraturan-Tindak-Lanjut-UU-Pencegahan-dan-Penanganan-Krisis-Sistem-Keuangan.pdf, tanggal 15 Januari 2021.
  14. Peraturan Lembaga Penjamin Simpanan Nomor 2 Tahun 2017 tentang Penyelesaian bank Selain bank Sistemik yang Mengalami Permasalahan Solvabilitas.
  15. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 14/POJK.03/2017 tentang Rencana Aksi (Recovery Plan) bagi Bank Sistemik.
  16. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 16/POJK.03/2017 tentang Bank Perantara.
  17. Prasetya, Hari. (2018). Bail Out, Bail In dan Cocos. diunduh dari https://www.kompasiana.com/hariprasetya/5aa13202ab12ae0e0e7f62f4/bail-out-bail-in-dan-cocos?page=allU, tanggal 15 Januari 2021.
  18. Romualdus, S. (2016). Dari Bail Out ke Bail In. diunduh dari https://www.stabilitas.id/dari-bail-out-ke-bail-in/, tanggal 15 Januari 2021.
  19. Soekanto, Soerjono. (2008). Pengantar Penelitian Hukum. Jakarta: UI Press.
  20. SS, Kusumaningtuti. (2009). Peranan Hukum Dalam Penyelesaian Krisis perbankan di Indonesia. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
  21. Stefany, Chessa. (2008). Kewenangan Lembaga Penjamin Simpanan Dalam Menyelesaikan Permasalahan Solvabilitas Bank Di Luar Bank Sistemik Ditinjau Dari Undang – Undang No. 9 Tahun 2016 Tentang Pencegahan Dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan. Jurnal FH Universitas Sumatera Utara.
  22. Sutedi, Adrian. (2010). Aspek Hukum Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Jakarta: Sinar Grafika.
  23. Wignall, Adrian Brundell, Paul Atkinson dan Lee Se Hoon. (2009). Dealing With The Financial Crisis and Thinking About The Exit Strategy, diunduh dari https://www.oecd.org/finance/financial-markets/43002511.pdf, tanggal 16 Januari 2021.
  24. World Bank. (2019). World Bank Groups Support For Crisis Preparedness, Addressing Fiscal and Financial Sector Vulnerabilites, diunduh dari http://documents. worldbank.org/curated/en/952231562106945176/pdf/World-Bank-Group-s-Support-for-Crisis-Preparedness-Addressing-Fiscal-and-Financial-Sector-Vulnerabilities.pdf, tanggal 15 Januari 2021.
  25. Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan Indonesia.