Main Article Content
Abstract
Article Details
Copyright (c) 2018 Debby R Dhini, Hermansyah Hermansyah, Supanjani Supanjani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g. in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
References
- Acquaah, G. 2004. Horticulture Principles and Practice.Ed ke-3.Pearson Prentice Hall. New Jersey.
- Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian 2007, Prospek dan Arah Pengembangan Agribisnis Jeruk, Departemen Pertanian.
- Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Propinsi Bengkulu. 2012. Deskripsi Jeruk RGL. Dinas Pertanian Propinsi Bengkulu. Bengkulu.
- Budiman, V. P. 2012. Pengaruh Letak Mata Tunas Dan Model Okulasi Terhadap Tingkat Keberhasilan Okulasi Beberapa Aksesi Jarak Pagar (Jatropha curcas). Skripsi.Fakultas metematika dan ilmu pengetahuan alam.IPB. Bogor.
- Dirjen Hortikultura. 2012. LAKIP Direktorat Jenderal Hortikultura Tahun 2012. Kementerian
- Hanif, Z dan L, Zamzami. 2012. Trend Jeruk Impor dan Posisi Indonesia sebagai Produsen Jeruk Dunia. Biology and Technology (43) : 271-279.
- Hartmann, H. T., D.E. Kester danJr. F.T. Davies. 1990. Plant Propagation, Principles And Practicefifth Edition. Prentice Hall, Inc. Englewood. New Jersey. 578 hlm.
- Hatta, M. L., Hutagalung., Juhasdi dan Modding. 1992. Perngaruh Model Okulasi Terhadap Keberhasilan Penempelan pada Sirsak. Jurnal Hortikultura. 2 (2): 55-58.
- Hidayat, R. S., Poerwanto ., R. Latifah., Darusman dan Purwoko. 2005. Kajian Periode Dormansi dan Ritme Pertumbuhan Tunas dan Akar Tanaman Manggis (Garcinia mangostana L.).Institut Pertanian Bogor. Bogor. Bul Agron. 33 (2):16 – 22.
- Irianto, S. G. 2009. Peranan iptek dan litbang dalam memperkuat daya saing buah-buahan nusantara.Prosiding Seminar Nasional Buah Nusantara. 5 – 9 hlm.
- Kuntarsih, S. 2008. Pengelolaan Rantai pasok agribisnis jeruk (kasus jeruk Siam Pontianak, Kabupaten Sambas).Prosiding Seminar Nasional Jeruk 2007.60-74 hlm.
- Lelly, S. 2004. Teknik Perbanyakan Vegetatif Tanaman Jeruk Manis (Citrus sinensis (L) Osbeck). Skripsi. Departemen Budidaya Pertanian. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
- McMahon, M. J., M. K. Anton dan E. R. Vincent. 2007. Hartmann’s Plant Science Growth, Development, and Utilization of Cultivated Plants, Ed ke-4. Pearson Prentice Hall. New Jersey.
- Noer, A. H dan Yusran. 2011. Tingkat Keberhasilan Okulasi Varietas Keprok So E dan Keprok Tejakula Pada Berbagai Dosis Pupuk Organik. Biocelebes. Fakultas Pertanian Universitas Tadulako. Tadulako. 5 (1) : 22-30
- Nurhasanah, F. 2003. Keberhasilan Okulasi Jeruk Manis ‘Ansui’ (Citrus Sinensis (L.) Osbeck) Pada Batang Bawah Jeruk Rough Lemon (Citrus Jambhiri Lush) Yang Berpengaruh Umur Dan Cara Penanamannya.Skripsi.Institut Pertanian Bogor. Bogor.
- Paramita, D. 2002. Pengaruh Jumlah Batang Bawah dan Tingkat Kedewasaan Entres terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Manggis ( Garcinia mangostana L.) di Lapangan. Skripsi.Institut Pertanian Bogor. Bogor.
- Pracaya. 1992. Jeruk Manis: Varietas, Budidaya dan Pascapanen. Penebar Swadaya. Depok.158 hlm.
- Prasetyo, H. 2009. Kajian Umur Batang Bawah Pada Dua Macam Sistem Perbanyakan Tanaman Jeruk. Agritek. 17(5) : 908-917
- Samekto, H., A. Supriantono dan D. Kristianto.1995. Pengaruh Umur dan Bagian Semaian Terhadap Pertumbuhan Stek Satu Ruas Batang Bawah Jeruk Japanese Citroen.Jurnal Hortikultura. 5 (1): 25-29.
- Setiono dan A. Supriyanto. 2004. Keunggulan teknik perbanyakan okulasi irisan pada tanaman jeruk. Loka Penelitian Tanaman Jeruk dan Hortikultura Subtropik-Tlekung. Malang.
- Setyobudi, L. 2010. Pengelolaan Tanaman Jeruk Siam (Citrus suhulensis Tan.) Secara Berkelanjutan. Jurnal Agroekoteknologi. 1(1):16-20
- Simanjuntak, F. 2010. Pembiakan Vegetatif. Penebar Swadaya. Jakarta.
- Soelarso, B. 1996.Budidaya Jeruk Bebas Penyakit. Kanisius.Yogjakarta.
- Sumarsono, L., A. Sjaefuddin., D. Dimyati dan Abdurahman. 2002. Teknik Okulasi Bibit Durian pada Stadia Entres dan Model Mata Tempel yang Berpengaruh. Buletin Teknik Pertanian. 7 (1) : 1-3
- Suwantoro, B. 2010.Mengenal Jeruk Rimau Gerga Lebong Lebih Dekat. Balai Benih Hortikultura Rimbo Pengadang. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lebong.Bengkulu.
- Widodo, W., S. Z. Arifin dan M. R. Asmuri.2015. Keberhasilan Tiga Kultivar Kelengkeng Pada ruas Batang yang Berlainan.Seminar Nasional.Universitas PGRI Yogyakarta.Yogyakarta.
- Wudianto, R. 2002. Cara Membuat Setek, Cangkok dan Okulasi. Penebar Swadaya. Jakarta.
- Yusran dan H. N. Abdul. 2011. Keberhasilan Okulasi Varietas Jeruk Manis Pada Berbagai Perbandingan Pupuk Kandang. Media Litbang.Sulawesi Tengah. 4 (2) : 97-104
References
Acquaah, G. 2004. Horticulture Principles and Practice.Ed ke-3.Pearson Prentice Hall. New Jersey.
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian 2007, Prospek dan Arah Pengembangan Agribisnis Jeruk, Departemen Pertanian.
Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Propinsi Bengkulu. 2012. Deskripsi Jeruk RGL. Dinas Pertanian Propinsi Bengkulu. Bengkulu.
Budiman, V. P. 2012. Pengaruh Letak Mata Tunas Dan Model Okulasi Terhadap Tingkat Keberhasilan Okulasi Beberapa Aksesi Jarak Pagar (Jatropha curcas). Skripsi.Fakultas metematika dan ilmu pengetahuan alam.IPB. Bogor.
Dirjen Hortikultura. 2012. LAKIP Direktorat Jenderal Hortikultura Tahun 2012. Kementerian
Hanif, Z dan L, Zamzami. 2012. Trend Jeruk Impor dan Posisi Indonesia sebagai Produsen Jeruk Dunia. Biology and Technology (43) : 271-279.
Hartmann, H. T., D.E. Kester danJr. F.T. Davies. 1990. Plant Propagation, Principles And Practicefifth Edition. Prentice Hall, Inc. Englewood. New Jersey. 578 hlm.
Hatta, M. L., Hutagalung., Juhasdi dan Modding. 1992. Perngaruh Model Okulasi Terhadap Keberhasilan Penempelan pada Sirsak. Jurnal Hortikultura. 2 (2): 55-58.
Hidayat, R. S., Poerwanto ., R. Latifah., Darusman dan Purwoko. 2005. Kajian Periode Dormansi dan Ritme Pertumbuhan Tunas dan Akar Tanaman Manggis (Garcinia mangostana L.).Institut Pertanian Bogor. Bogor. Bul Agron. 33 (2):16 – 22.
Irianto, S. G. 2009. Peranan iptek dan litbang dalam memperkuat daya saing buah-buahan nusantara.Prosiding Seminar Nasional Buah Nusantara. 5 – 9 hlm.
Kuntarsih, S. 2008. Pengelolaan Rantai pasok agribisnis jeruk (kasus jeruk Siam Pontianak, Kabupaten Sambas).Prosiding Seminar Nasional Jeruk 2007.60-74 hlm.
Lelly, S. 2004. Teknik Perbanyakan Vegetatif Tanaman Jeruk Manis (Citrus sinensis (L) Osbeck). Skripsi. Departemen Budidaya Pertanian. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
McMahon, M. J., M. K. Anton dan E. R. Vincent. 2007. Hartmann’s Plant Science Growth, Development, and Utilization of Cultivated Plants, Ed ke-4. Pearson Prentice Hall. New Jersey.
Noer, A. H dan Yusran. 2011. Tingkat Keberhasilan Okulasi Varietas Keprok So E dan Keprok Tejakula Pada Berbagai Dosis Pupuk Organik. Biocelebes. Fakultas Pertanian Universitas Tadulako. Tadulako. 5 (1) : 22-30
Nurhasanah, F. 2003. Keberhasilan Okulasi Jeruk Manis ‘Ansui’ (Citrus Sinensis (L.) Osbeck) Pada Batang Bawah Jeruk Rough Lemon (Citrus Jambhiri Lush) Yang Berpengaruh Umur Dan Cara Penanamannya.Skripsi.Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Paramita, D. 2002. Pengaruh Jumlah Batang Bawah dan Tingkat Kedewasaan Entres terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Manggis ( Garcinia mangostana L.) di Lapangan. Skripsi.Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Pracaya. 1992. Jeruk Manis: Varietas, Budidaya dan Pascapanen. Penebar Swadaya. Depok.158 hlm.
Prasetyo, H. 2009. Kajian Umur Batang Bawah Pada Dua Macam Sistem Perbanyakan Tanaman Jeruk. Agritek. 17(5) : 908-917
Samekto, H., A. Supriantono dan D. Kristianto.1995. Pengaruh Umur dan Bagian Semaian Terhadap Pertumbuhan Stek Satu Ruas Batang Bawah Jeruk Japanese Citroen.Jurnal Hortikultura. 5 (1): 25-29.
Setiono dan A. Supriyanto. 2004. Keunggulan teknik perbanyakan okulasi irisan pada tanaman jeruk. Loka Penelitian Tanaman Jeruk dan Hortikultura Subtropik-Tlekung. Malang.
Setyobudi, L. 2010. Pengelolaan Tanaman Jeruk Siam (Citrus suhulensis Tan.) Secara Berkelanjutan. Jurnal Agroekoteknologi. 1(1):16-20
Simanjuntak, F. 2010. Pembiakan Vegetatif. Penebar Swadaya. Jakarta.
Soelarso, B. 1996.Budidaya Jeruk Bebas Penyakit. Kanisius.Yogjakarta.
Sumarsono, L., A. Sjaefuddin., D. Dimyati dan Abdurahman. 2002. Teknik Okulasi Bibit Durian pada Stadia Entres dan Model Mata Tempel yang Berpengaruh. Buletin Teknik Pertanian. 7 (1) : 1-3
Suwantoro, B. 2010.Mengenal Jeruk Rimau Gerga Lebong Lebih Dekat. Balai Benih Hortikultura Rimbo Pengadang. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lebong.Bengkulu.
Widodo, W., S. Z. Arifin dan M. R. Asmuri.2015. Keberhasilan Tiga Kultivar Kelengkeng Pada ruas Batang yang Berlainan.Seminar Nasional.Universitas PGRI Yogyakarta.Yogyakarta.
Wudianto, R. 2002. Cara Membuat Setek, Cangkok dan Okulasi. Penebar Swadaya. Jakarta.
Yusran dan H. N. Abdul. 2011. Keberhasilan Okulasi Varietas Jeruk Manis Pada Berbagai Perbandingan Pupuk Kandang. Media Litbang.Sulawesi Tengah. 4 (2) : 97-104