Isi Artikel Utama
Abstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor yang menyebabkan fenomena pakaian thrifting di Bengkulu meningkat. Keputusan pembelian pakaian oleh konsumen dipengaruhi banyak faktor seperti faktor internal dan faktor eksternal. Salah satu faktor internal adalah gaya hidup dimana seseorang selalu ingin terlihat fashionable sehingga mempengaruhi konsumen membeli pakaian thrifting. Faktor eksternal seperti harga murah, kualitas produk baik meskipun bekas merupakan beberapa faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian. Metode analisis yang digunakan adalah non probability sampling yakni purposive sampling. Analisis hipotesis menggunakan regresi linier berganda. Unit analisis adalah mahasiswa di Bengkulu. Kuesioner yang dapat diolah sebanyak 147. Hasil penelitian menemukan bahwa gaya hidup, harga dan kualitas produk berpengaruh pada keputusan pembelian pakaian thrifting. Semakin baik kualitas produk, gaya hidup seseorang yang fashion serta harga yang terjangkau maka akan meningkatkan keputusan pembelian pakaian thrifting
Rincian Artikel
Hak Cipta (c) 2023 Afrima Widanti, Ilsya Hayadi, Febzi Fiona

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Common Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).