Main Article Content

Abstract

A farmer group functions as a platform for local farmers to collaborate, learn, and support each other in agricultural activities. Active participation of farmer group members in various group activities not only strengthens solidarity but also has the potential to improve the group's performance. This study explores the influence of farmer group member participation on group performance in Sungai Kakap District, focusing on Parit Keladi Village. The study population consists of 569 farmers. The sample size was calculated using the Slovin formula, resulting in 123 respondents selected through a multistage sampling technique. The analytical method used is SEM-PLS. This study is distinctive for its comprehensive application of Cohen and Uphoff’s four-dimensional participation framework to Indonesian farmer groups through the SEM-PLS approach, a method rarely employed in this field. The results show that participation in decision-making, implementation, and benefit utilization significantly enhances group performance, while participation in evaluation has no notable effect. This uneven influence across dimensions extends Cohen and Uphoff’s theory by demonstrating that participation is not a uniform process; instead, certain stages contribute more substantially to institutional effectiveness within the Indonesian farmer group context. The findings thus refine the theoretical understanding of participatory dynamics and provide practical insights for strengthening collaboration, improving performance, and promoting the sustainability of farmer groups

Keywords

Farmers Institutions Agriculture Participation Organizational Performance SEM-PLS

Article Details

How to Cite
Melisarah, E., Kurniati, D., & Sawerah, S. (2026). The Influence of Participation on Farmer Group Performance in Sungai Kakap District. Jurnal AGRISEP: Kajian Masalah Sosial Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis, 25(01), 323–340. https://doi.org/10.31186/jagrisep.25.01.323-340

References

  1. Alfatih, M. F., Soepratikno, S. S., & Effendi, I. (2024). Persepsi Petani terhadap Peranan Penyuluh Pertanian dalam Pengembangan Kelompok Tani di Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran. Suluh Pembangunan: Journal of Extension and Development, 6(1), 1–11. doi: 10.23960/jsp.vol6.no1.2024.168
  2. Ali, M. M., Nurliani, N., & Rosada, I. (2021). Kajian Peran dan Kinerja Kelompok Tani Terhadap Produksi Usahatani Padi Sawah (Studi Kasus di Kelurahan Pancaitana, Kecamatan Salomekko, Kabupaten Bone). Wiratani: Jurnal Ilmiah Agribisnis, 4(2), 170–184. doi: 10.33096/wiratani.v4i2.197
  3. Andri, A. I., Rianse, U., & Salahuddin, S. (2022). Partisipasi Petani dalam Sistem Irigasi Pipa dengan Produktivitas Kerja Petani Padi Sawah di Amohalo Kelurahan Baruga Kota Kendari. Jurnal Ilmiah Inovasi dan Komunikasi Pembangunan Pertanian, 1(1), 1–11. doi: 10.56189/jiikpp.v1i1.22368
  4. Arieyanti, & Wahyudi, J. (2023). Analisis Kriteria Dan Subkriteria Prioritas Dalam Pengelolaan Kelompok Tani Di Kabupaten Pati Menggunakan Analytical Hierarchy Process. Jurnal Litbang Sukowati: Media Penelitian Dan Pengembangan, 7(2), 101–119. doi: 10.32630/sukowati.v7i2.405
  5. Arnstein, S. R. (1969). A Ladder Of Citizen Participation. Journal of The American Institute of Planners, 35(4), 216–224. Retrieved from https://www.historyofsocialwork.org/1969
  6. Aulia, M. R., Deras, S., & Hutabarat, Y. (2022). Partisipasi Petani dalam Kegiatan Kelompok Tani dan Kaitannya dengan Produktivitas Padi Sawah di Desa Wonosari Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang. Jurnal Agrisep: Kajian Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 10(1), 1–52. doi: 10.21608/pshj.2022.250026
  7. Chin, W. (1998). The Partial Least Squares Approach to Structural Equation Modelling. Lawrence Erlbaum Associates
  8. Cohen, J., & Uphoff, N. (1980). Participation’s Place in Rural Development: Seeking Clarity Through Specificity. World Development, 8(3), 213–235. doi: 10.1016/0305-%0A750X(80)90011-X%0D
  9. Dwijosusilo, K., & Shafiyah, S. (2020). Partisipasi Masyarakat Dalam Pemanfaatan Dana Desa untuk Pembangunan Infrastruktur di Desa Klobur Kecamatan Sreseh Kabupaten Sampang. Jurnal Ilmiah Manajemen Publik dan Kebijakan Sosial, 4(2), 143. doi: 10.25139/jmnegara.v4i2.3068
  10. Elizabeth, R. (2019). Peningkatan Partisipasi Petani, Pemberdayaan Kelembagaan dan Kearifan Lokal Mendukung Ketahanan Pangan Berkelanjutan. Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian UNPAD, 4(2528), 48–61. doi: 10.24198/agricore.v4i2.26509
  11. Fangohoi, L., Makabori, Y. Y., & Ataribaba, Y. (2023). Factors That Determine Farmer Participation Rate In The Farmer Group. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, 23(1), 1–12. doi: 10.25181/jppt.v23i1.2288
  12. Ferdinand, A. (2014). Metode Penelitian Manajemen. BP UNDIP
  13. Ghozali, I., & Latan, H. (2015). Partial Least Squares Konsep, Teknik dan Aplikasi Menggunakan Program SmartPLS 3.0 untuk Penelitian Empiris. UNDIP Publisher
  14. Hair, J. F., Sarstedt, M., & Ringle, C. M. (2021). Partial Least Squares Structural Equation Modeling. Handbook of Market Research, 587–632. doi: 10.1007/978-3-319-57413-4_15
  15. Handayani, I. F., Mariyono, J., & Gayatri, S. (2025). Faktor-faktor yang Memengaruhi Partisipasi Anggota Pada Kelompok Tani Tampirejo Makmur di Kelurahan Rowosari Tembalang Semarang. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 11(2), 3962-3971. doi: 10.25157/ma.v11i2.19678
  16. Hardiyanto, T. (2024). Hubungan Dinamika Kelompok Tani Hutan dengan Tingkat Partisipasi pada Program KTH Persemaian di Desa Nagrog. Agritekh (Jurnal Agribisnis dan Teknologi Pangan, 5(1), 21–28. Retrieved from http://journal.masoemuniversity.ac.id/index.php/agribisnisteknologi
  17. Huber, J. M., Hoffmann, S., Schüler, S., Lakner, S., Koch, M., Westphal, C., Hass, A. L., & Plieninger, T. (2025). Farmer Motivation to Participate in Cooperative Agri‐Environmental and Climate Measures. Earth Stewardship, 2(2), 1–16. doi: 10.1002/eas2.70011
  18. Jatnika, D. C., Humaedi, S., & Puti Firsanty, F. (2024). Program Pemerintah dan Dinamika Partisipasi Masyarakat Untuk Optimalisasi Keberfungsian Sosial. Jurnal Pekerjaan Sosial, 7(2), 237–249. doi: 10.24198/focus.v7i2.60625
  19. Khasanah, R., Suminah, S., & Widiyanti, E. (2024). Partisipasi Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Kabupaten Klaten. Journal of Integrated Agricultural Socio-Economics and Entrepreneurial Research (JIASEE), 2(2), 92-111. doi: 10.26714/jiasee.2.2.2024.92-100
  20. Kholik, R., & Chaerudin. (2025). Manajemen Kinerja Sdm: Strategi Meningkatkan Efektivitas Organisasi. Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis, 7(3), 1515–1522. Retrieved from http://ejurnal.ung.ac.id/index.php/JIMB
  21. Kurdi, M., Santosa, R., Wahyuni, P. R., & Anwar, M. (2023). Strategi Pengembangan SDM Petani Untuk Meningkatkan Efisiensi Dan Kesejahteraan di Sektor Pertanian di Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep. Jurnal Manajemen dan Bisnis Indonesia, 9(02), 308–315. doi: 10.32528/jmbi.v9i2.1101
  22. Latif, A., Rusdi, M., & Setiawan, D. (2020). Partisipasi Masyarakat Terhadap Pembangunan Infrastruktur Jalan Tani Desa Teteaji Kecamatan Tellu Limpoe Kabupaten Sidenreng Rappang. PRAJA: Jurnal Ilmiah Pemerintahan, 8(1), 26–39. doi: 10.55678/prj.v8i1.209
  23. Madjid, F., Stai, N., & Ghofiliin, T. (2023). Peran Kelompok Tani Margo Mulyo dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Perspektif Imam Al-Ghazali (Studi di Desa Majalengka, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara). Jurnal Islampedia, 2(1), 47–52. doi: 10.58222/islampedia.v2i1 PERAN
  24. Mardikanto, T. (2009). Sistem Penyuluhan Pertanian. UNS Press
  25. Margolang, N. (2018). Strategi Peningkatan Kelas Kemampuan Kelompok Tani. Jurnal Agro Riau, 1(3), 1–18. doi: 10.31227/OSF.IO/4XMEV
  26. Mathis, R. L., & Jackson, J. H. (2006). Human Resource Management: Manajemen Sumber Daya Manusia (10th Ed.). Salemba Empat
  27. Muslimah. (2021). Effectiveness of the Role of Farmer Groups in Tidal Swamplands (Case Study of Rasau Jaya District, Kubu Raya Regency). Jurnal Agrisep: Kajian Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 20(2), 265–278. doi: 10.31186/jagrisep.20.2.265-278
  28. Pakpahan, C. G., Farabi, M. F. F., & Rachmania, R. R. (2023). Quo Vadis: Konsep Meaningful Participation sebagai Implikasi Putusan MK No. 91/PUU-XVIII/202 dalam Menunjang Hak Konstitusional. SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-I, 10(4), 1285–1308. doi: 10.15408/sjsbs.v10i3.32560
  29. Permentan. (2016). Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 67/Permentan/Sm.050/12/2016 Tentang Pembinaan Kelembagaan Petani. Retrieved from https://share.google/OVF3DRfySg1WHMQoO
  30. Pertanian, K. (2018). Pedoman Penilaian Kelas Kemampuan Kelompok Tani. Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. Retrieved from https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/14363
  31. Pretty, J. N. (1995). Participatory Learning for Sustainable Agriculture. World Development, 23(8), 1247–1263. doi: 10.1016/0305-750X(95)00046-F
  32. Rahadi, D. R. (2023). Pengantar Partial Least Squares Structural Equation Model (PLS-SEM). CV Lentera Ilmu Madani
  33. Rahmatullah, R., Fadli, Y., & Nurhakim, N. (2024). Diskursus Tentang Konsep Demokrasi, Partisipasi Politik Dan Pemilihan Umum. MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya): Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi, 9(2), 186–202. doi: 10.35329/mitzal.v9i2.4957
  34. Rahmawati, Mone, A., & Mustari, N. (2021). Pengaruh Partisipasi Masyarakat terhadap Efektivitas Program Inovasi Desa Budi Daya Jamur Tiram di Desa Jenetaesa, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros. Kajian Ilmiah Mahasiswa Administrasi Publik, 2(1), 590–604. Retrieved from https://journal.unismuh.ac.id/index.php/kimap/index
  35. Rogers, E. (2003). Diffusion of Innovations, 5th Edition. Simon and Schuster
  36. Safitri, N., Myrna, R., & Ismanto, S. U. (2022). Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Bank Sampah Di Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi. JANE - Jurnal Administrasi Negara, 14(1), 304-317. doi: 10.24198/jane.v14i1.41314
  37. Untari, F. D., Sadono, D., & Effendy, L. (2022). Partisipasi Anggota Kelompok Tani dalam Pengembangan Usahatani Hortikultura di Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur. Jurnal Penyuluhan, 18(01), 87–104. doi: 10.25015/18202236031