Isi Artikel Utama

Abstrak

Penyakit kanker payudara menjadi penyebab kematian utama pada wanita yang disebabkan oleh berkembangnya sel abnormal pada payudara yang terus tumbuh berlipat ganda. Terapi kanker yang saat ini dilakukan berupa operasi, radiasi dan/atau kemoterapi. Terapi kanker payudara yang dilakukan saat ini dapat menimbulkan berbagai efek samping. Salah satu bahan alam yang berpotensi sebagai antikanker salah satunya adalah daun Sembung (Blumea balsamifera). Review jurnal ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai pengaruh pemberian teh herbal daun Sembung (Blumea balsamifera) terhadap kanker payudara. Tulisan ini merupakan hasil  review pada bulan Juni 2021-Juni 2022 dengan menggunakan desain penelitian ini adalah literature review atau tinjauan pustaka. Penelusuran artikel publikasi pada PubMed, google scholar, elsevier, science direct, PMC, Cochrane, Nature, dan EBSCO menggunakan kata kunci yang dipilih yakni: kandungan senyawa aktif dalam Blumea balsamifera, kanker payudara, antikanker menggunakan kata kunci yang dipilih berdasarkan PICO. Hasil berbagai informasi membuktikan bahwa daun Sembung memiliki potensi yang sangat baik dalam menghambat pertumbuhan sel, dimana daun sembung mengandung dihidroflavonol, luteolin-7-methyl ether, bioflavonoid, L-borneol, dan minyak atsiri. Mekanisme daun sembung sebagai agen antikanker payudara yaitu dengan menekan proliferasi sel kanker, menginduksi apoptosis, menghambat pompa efflux P-GP, dan menghambat angiogenesis sel kanker. Cara penggunaan daun sembung sebagai agen antikanker payudara yaitu: persiapan alat dan bahan, determinasi tumbuhan, pengambilan daun sembung, mengekstraksi simplisia, dan dilarutkan menggunakan air dengan konsentrasi yang belum diketahui. Efek samping yang muncul dari penggunaan daun sembung adalah gatal dan iritasi kulit.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Aguspa Dita, S.Kep, Ners, M.Biomed, D. A., Ocktaviani, R. D., Sinaga, M. G., & Sari, D. R. (2023). A REVIEW POTENSI DAUN SEMBUNG (Blumea balsamifera (Lin.) DC) SEBAGAI AGEN ANTIKANKER PAYUDARA. ALOTROP, 7(1), 6–16. https://doi.org/10.33369/alo.v7i1.24604