JENIS-JENIS PARASIT INTERNAL PADA FESES KAMBING (Capra sp.) DI PASAR KAMBING KOTA BENGKULU

Hari Marta Saputra(1), Mahesha Rama Dwi Putra(2),
(1) Universitas Bengkulu, Indonesia
(2) Universitas Bengkulu, Indonesia

Abstract


Parasitic diseases that are often a problem in livestock but are often ignored by farmers are intestinal worms caused by gastrointestinal worms. This study aims to determine the types of internal parasites in goat feces (Capra sp.). The study was conducted in July- August 2018 at the UPTD Laboratory and Animal Health Clinic in Bengkulu Province. Samples were taken from Bengkulu City Goat Market, then observed using native and sedimentation methods. The results of observing samples from three types of goat feces with negative methods obtained negative results, while observing samples by sedimentation method obtained six genus of worm eggs, specifically Ascaris sp., Ostertagia sp., Oesophagostomum sp., Strongyloides sp., Schistosoma sp., dan Skrjabinema sp.


Keywords


Goat Stool (Capra sp.); Native Method; Sedimentation Method

Full Text:

PDF

References


Adiwinata, G., dan Sukarsih. 1992. Gambaran Darah Domba yang

Terinfeksi Cacing Nematoda Saluran Pencernaan Secara Alami di Kabupaten Bogor. Penyakit Hewan. 24(43): 13-16.

Akoso, B., T. 1996. Kesehatan Sapi. Kanisius. Yogyakarta.

Balai Veteriner, 2017. Parasitologi. Lampung: Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Beriajaya, S.E., Estuningsih, Darmono, M.R. Knox, D.R. Stoltz, dan A. J. Wilson.1995. The use of wormolas in controlling

gastrointestinalNematode infections in sheep. Jakarta:EGC

Beriajaya and P. Stevenson. 1986. Reduced Productivity on Small

Ruminants in Indonesia as a Results of Gastrointerestinal Nematode Infections. Proc. 5th int.Conf.Lvstk.Dis.Trop.28-30.

Brotowidjoyo, M.D. 1994. Zoologi Dasar. Jakarta:Erlangga.

Campbell, A.N., J. B. Reece,dan L. G. Mitchell. 2011. Biologi Edisi

Kedelapan Jilid 2. Jakarta:EGC.

Crap., C. 2013. Caprini Rumpun Kambing Asli (internet). https://capzone.wordpress.com/category/ilmupengetajuan/page/2.Di akses pada tanggal 20 Oktober 2018.considerations for control. Vet.Therapeutics. 2(1):1-11.

Fox, M.T. 2012. Gastrointestinal Parasites of Cattle. The Merck

Veterinary Manual.

Garcia, L. S.,dan David. 1996. Diagnostik Parasitologi Kedokteran. Buku Kedokteran. Jakarta:EGC.

Hanafiah, M., Winaruddin, dan Rusli. 2002. Studi infeksi nematode gastrointestinal pada kambing dan domba di rumah potong hewan Banda Aceh. J. Sain Vet. 20(1): 14- 182

Jeffrey, H.C., dan R. M. Leach. 1983. Atlas Helminthologi dan

Protozoologi Kedokteran (terjemahan) Edisi ke 2. Jakarta:Buku Kedokteran.

Kaufman, M. 2005 Parasitic Infection of Domestic Animal.German : ILRI.

Kusumamihardja. S. 1992. Parasit dan Parasitosis pada Hewan Ternak dan Hewan Piaraan di Indonesia. Pusat Antar Universitas

Bioteknologi IPB. Bogor.

Levine, N.D. 1994. Parasitologi Veteriner. Diterjemahkan oleh

Ashadi G. Dari Textbook of Veterinary Parasitology. Yogyakarta:UGM Press. Hal 190-223.

Ma’ruf, F. 2011. Perbandingan Prevalensi Helminthiasis pada

Saluran Pencernaan Sapi Perah di Desa Ngelom dan Desa Kletek

Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo. [Skripsi]. Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga. Surabaya.

Natadisastra, D dan R. Agoes. 2009. Parasitologi Kedokteran: Ditinjau dari Organ Tubuh yang Diserang. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.

Nofyan, E., M. Kamal, dan I. Rosdiana. 2010. Identitas Jenis Telur Cacing Parasit Usus Pada Ternak Sapi (Bos sp.) dan Kerbau (Bubalus sp.) Di Rumah Potong Hewan Palembang.Universitas Sriwijaya. Sumatera Selatan. Jurnal Penelitian Sains. 10:06-11.

Pfukenyi, M.D, S. Mukaratirwa, A.L. Willingham, dan J.

Monrad. 2007. Epidemiological studies of parasitic gastrointestinal nematodes, cestodes, and coccidian infections

in cattle in the Highveld and lowveld communal grazing areas

of Zimbabwe. Journal of Veterinary Research. 74:129-142.

Sandjaja, B. 2007. Parasitologi Kedokteran. Jakarta: Prestasi

Pustaka Publisher. Schad,

G. A. 1989. Morphology and life history of Strongyloides stercoralis. In: Grove DI, editor. Strongyloidiasis a major roundworm infection of man. London: Taylor and Francis.

Simanjuntak dan Rasmini, (1984). Petunjuk Beternak Kambing

Perah. Bogor : Direktorat Bina Produksi Peternakan Departemen

Pertanian.

Siregar, S.B. 2008. Ransum Ternak Ruminansia. Jakarta:Penebar

Swadaya.

Soedarto. 2008. . Buku Ajar Parasitologi Kedokteran EDISI I. Jakarta: CV

Agung Seto. Soulsby, E. J. L. 1982. Helminths, Arthopods and Protozoa of Domesticated Animal. Edisi ketujuh. Baillere Tindall. London.

Sugiarti, 2006. Identifikasi Nematoda Gastrointestinal pada Banteng (Bos javanicus) di Taman Nasional Alas Purwo Kabupaten Banyuuwangi Melalui Pemeriksaan Feses. Skripsi.

Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga. Surabaya.

Suhardono, Beriajaya, dan D. ulistiani. 2001. Gastro-intestinal infection in sheep reared extensively in high populated stock area in the province of West Java.

Prosiding Inovasi Teknologi Pertanian (ID): Badan Penelitian dan

Teknologi Pertanian.

Tolistyawaty I, J. Widjaja, L. T. Lobo, R. Isnawati. 2016. Parasit

Gastrointestinal Pada Hewan Ternak di Tempat Pemotongan Hewan, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. BALABA. Vol 12 (2).

-78.

Williamson, G. dan W.J.A. Payne.1993. Pengantar Peternakan di

Daerah Tropis. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.




DOI: https://doi.org/10.33369/hayati.v1i2.10949

Article Metrics

 Abstract Views : 0 times
 PDF Downloaded : 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Hari Marta Saputra, Mahesha Rama Dwi Putra

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

INDEXED BY: 

 

  

 

Jl. W.R. Supratman, Kandang Limun, Kec. Muara Bangka Hulu, Kota Bengkulu, Bengkulu 38119. FMIPA, Universitas Bengkulu

email : konservasihayati@unib.ac.id