KARAKTERISTIK MORFOLOGI, POPULASI, DAN HABITAT ROTAN JERNANG (Daemonorops didymophylla Becc.) DI DESA GEDUNG SAKO, KECAMATAN KAUR SELATAN, KABUPATEN KAUR, PROVINSI BENGKULU

Nurwiyoto Nurwiyoto(1),
(1) , 

Abstract


Salah satu jenis rotan yang menghasilkan resin jernang (dragon’s blood) yang berkualitas dan bernilai ekonomi tinggi adalah jenis Daemonorops didymophylla Becc. Rotan jernang semakin langka dan semakin sulit mendapatkan resin jernang. Di Desa Gedung Sako, masih ditemukan beberapa populasi rotan jernang yang tumbuh. Penelitian tentang morfologi, populasi dan habitat rotan jernang di Bengkulu, belum pernah dilakukan. Tujuan riset adalah mendeskripsikan karakteristik morfologi, populasi, dan habitat rotan jernang D. didymophylla Becc. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan studi pustaka dan pengambilan sampel, serta pengukuran langsung dilapangan untuk beberapa parameter. Sampel yang digunakan adalah sampel jenis rotan D.didymophyilla Becc. dan sampel tanah. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive random sampling dalam dua petak berukuran 10 x 10 m. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian karakteristik morfologi rotan jernang ditunjukan dengan akar serabut, batang silindris warna hijau dan memiliki ruas batang, daun warna hijau dengan pelepah berduri dan anak daun warna hijau menyirip berseling, bunga jantan dan betina, buah warna coklat kemerahan mengkilat dalam tandan buah dan memiliki seludang tandan buah dan tampak bersisik seperti kulit buah salak dengan dilapisi resin jernang berwarna kecoklatan, dan organ pengait berupa duri atau cirrus. Karakteristik populasi rotan jernang  yaitu ditemukan 11 rumpun rotan jernang yang terdiri dari 56 batang dengan rata-rata satu rumpun adalah 5,09 batang. Rotan jernang merupakan tumbuhan berumah dua yaitu rotan jernang betina dan rotan jernang jantan terpisah dalam rumpun yang berbeda. Karakteristik habitat tumbuh rotan jernang yaitu ketinggian tempat 90 - 120 m dpl,  intensitas cahaya antara 50-60%. suhu udara antara 27 - 31 °C, kelembaban udara 65 – 70%, keasaman (pH) tanah 4,8-5,0, kandungan N antara 0,35-0,42%, kandungan C antara 2,50-3,57%, kandungan P antara 3,41-5,92 ppm, kandungan K antara 0,27-0,51 me/100, dan kelembaban tanah 60 - 65%.


Full Text:

PDF

References


Al Rasyid, H. 1989. Teknik penanaman

rotan. Pusat Penelitian dan

Pengembangan Hutan dan

Konservasi Alam. Badan Penelitian

dan Pengembangan Kehutanan.

Bogor.

Asra, R., Syamsuardi, S., Mansyurdin, M.,

& Witono, J. R. (2012). Rasio Seks

Jernang (Daemonorops draco Willd.) blume) Pada Populasi Alami Dan Budidaya: Implikasi Untuk Produksi Biji. Buletin Kebun Raya, 15(1), 1-9.

Asra, R., Syamsuardi, S., Mansyurdin, M.,

& Witono, J. R. (2016). Kajian

Sistem Polinasi Daemonorops draco

(willd.) Blume. Floribunda, 4(7).

Asra, R. 2017. Conservation and Local

Knowledge of Daemonorops spp. in

Bukit Duabelas National Park,

Jambi, Indonesia. International

Conference on Biology and

Environmental Science 2017.

Published online: 30 December

Asra, R., Syamsuardi, M., dan Witono, J.

(2018). Genetic Diversity in

Daemonorops draco (Willd.) Blume

(Arecaceae) Among Wild and

Cultivate Populations inferred by

RAPD Markers. SABRAO J.

Breed. Genet, 50(2), 145-155.

Beccari, O. 1911. Asiatic Palm Lepidocariae

the Species of Daemonorops. Annals

Royal Botanic Garden Calcuta 12(1):

– 237.

Dransfield J. 1974. A Short Guide to

Rattans. Bogor: BIOTROP.

Dransfield, J. 1992. The list of rattan in the

world. Allen Press, Kansas: xii + 123

hlm.

Dransfield, J. & N. Manokaran. 1994.

Rattan plant resources of South-East

Asia. LIPI, Jakarta: iv + 138 hlm.

Gafar, P. A. (2010). Performa Teknologi

Dan Mutu Jernang Produksi

Indonesia. Journal of

Industrial Research (Jurnal Riset

Industri), 4(3), 37-44.

Gupta, D., Bleakley, B., & Gupta, R. K.

(2008). Dragon's blood: botany,

chemistry and therapeutic uses.

Journal of ethnopharmacology,

(3), 361-380.

Heyne, K. 1987. Tumbuhan Berguna

Indonesia. Jilid 1. Badan Litbang

Departemen Kehutanan,

Jakarta: xxx + 616 hlm.

Indriyanto. 2006. Ekologi Hutan. Jakarta:

Penerbit PT Bumi Aksara.

Januminro CFM. 2000. Rotan Indonesia.

Potensi Budidaya Pemungutan

Pengolahan Standar Mutu dan

Prospek Pengusahaan.

Kanisius;Yogyakarta.

MacKinnon K, Hatta G, Halim A, Mangalik

A. 2000. Ekologi Kalimantan. Alih

Bahasa; Gembong Tjitrosoepomo.

Jakarta: Prenhallindo.

Matangaran, J. R., & Puspitasari, L. (2012).

Potensi dan Pemanenan Buah Rotan

Jernang. Jurnal Silvikultur Tropika,

(1).

Mogea, J.P. 1990. Potensi dan penyebaran

jenis-jenis rotan diIndonesia

Khususnya di Sulawesi.

Makalah Diskusi Hasil Penelitian

rotan. Departemen Kehutanan-IDRC.

Jakarta.

Nugroho, AW., 2013. Cultivation of jernang

rattan.

Permenhut, 2007 [Kemenhut] Kementerian

Kehutanan Republik Indonesia.

Pedoman Pemanfaatan Hasil

Hutan Bukan Kayu (HHBK),

Direktorat Pemanfaatan Jasa

Lingkungan dan Wisata Alam.

Purwanto, Y., Polosakan, R., Susiarti, S., & Walujo, E. (2005). Ekstraktivisme

Jernang (Daemonorops spp) dan

Kemungkinan Pengembangannya.

Laporan Teknik. Bidang Botani,

Pusat Penelitian Biologi-LIPI.

Purwanto, Y., E.B. Walujo & J.J. Afriastini.

a. Analisis nilai kepentingan

budaya hasil hutan bukan kayu untuk valuasi potensi dan kemungkinan

pengembangannya. Dalam: Purwanto, Y., E.B. Walujo & A. Wahyudi.

(ed.). 2009. Valuasi hasil hutan bukan kayu setelah pembalakan (Kawasan

konservasi PT Wirakarya Sakti Jambi). LIPI, Bogor: 136 – 162.

Purwanto, Y., R. Polosakan & S. Susiarti.

b. Studi valuasi hasil hutan

Bukan kayu (NTFPs) berpotensi di

kawasan konservasi PT Wirakarya

Sakti, Jambi. 2009b. Dalam:

Purwanto, Y., E.B. Walujo & A.

Wahyudi. (ed.).

Valuasi hasil hutan bukan

kayu setelah pembalakan (Kawasan

konservasi PT Wirakarya Sakti

Jambi). LIPI, Bogor: 163-182.

Purwanto et al. 2009c Purwanto, Y., R.

Polosakan, S. Susiarti & E.B.

Waluyo. 2009c. Ekstraktivisme getah

jernang (Daemonorops spp.) dan

kemungkinan pengembangannya.

Dalam: Purwanto, Y., E.B. Walujo

& A. Wahyudi. (ed.). 2009. Valuasi

hasil hutan bukan kayu setelah

pembalakan (Kawasan konservasi

PT Wirakarya Sakti Jambi). LIPI,

Bogor: 183 - 198.

Rachman, O dan Jasni. 2006. Rotan

sumberdaya, sifat dan pengolahannya. Badan Penelitian

dan Pengembangan Kehutanan.

Jakarta

Rustiami, H., Setyowati, F., & Kartawinata,

K. (2004). Taxonomy and uses of

Daemonorops

draco (Willd.) Blume. Journal of Tropical Ethnobiology, 1(2), 65-75.

Sahwalita. (2014). Budidaya Rotan

Jernang. Balai Penelitian Kehutanan

Palembang.

Sahwalita dan Herdiana, Nanang. 2019.

Budidaya Rotan Jernang HHBK

Unggulan Masyarakat Sumatera.

UPT. Penerbit dan Percetakan

Universitas Sriwijaya 2019 Kampus

UNSRI Palembang, Jl. Srijaya

Negara, Bukit Besar Palembang

Soemarna, Y. 2009. Budidaya rotan jernang

(Daemonorops draco Willd). Journal

Litbang Kehutanan, Bogor: 2(3): 5 –

Soemarna, Y., C. Anwar. 1994. Sebaran dan

ekologi rotan di wilayah hutan alam

Pasir Tugu, Jasinga Bogor. Buletin

kehutanan. 562: 49 - 61.

Sari, Rina Wulan; Agus Hikmat, Yanto

Santosa (2015). Pendugaan Produksi

Jernang (Daemonorops

didymophylla Becc.) Berdasarkan

Karakteristik Morfometrik Rotan.

Sulasmi, I. S., Purwanto, Y., & Fatimah, S.

(2012). Rattan Jernang

(Daemonorops draco) management

by Anak Dalam Tribe in Jebak

Batanghari, Jambi Province.

Biodiversitas, 13(3), 152162.

Waluyo, T.K. 2008. Teknik ekstraksi

tradisional dan analisis sifatsifat

jernang asal Jambi. Jurnal

Penelitian Hasil hutan Vol. 26 No.1, Maret 2008: 30-40. Puslitbang Hasil Hutan. Badan Litbang Kehutanan. Departemen Kehutanan.

Waluyo, T. K. (2013). Perbandingan Sifat

Fisiko-kimia 5 Jenis Jernang. Jurnal

Penelitian Hasil Hutan, 31(2), 141-

Weiner, G dan W. Liese. 1990. Rattan stem

anatomy and taxonomic implication.

AWA Buletin. 11(1): 61-70.

Winarni, I, Waluyo, TK, Hastuti, P (2005).

Sekilas tentang Jernang sebagai

Komoditi yang layak dikembangkan.

Prosiding Ekspose Hasil Hasil

Litbang Hasil Hutan. Bogor: Pusat

Penelitian dan Pengembangan Hasil

Hutan. Hal 173 – 177.

Yetty, Y., Hariyadi, B., & Murni, P. (2013).

Studi Etnobotani Jernang

(Daemonorops spp.) pada

Masyarakat Desa Lamban Sigatal

dan Sepintun Kecamatan Pauh

Kabupaten Sarolangun Jambi.

Biospecies, 6(01).




DOI: https://doi.org/10.33369/hayati.v17i1.14469

Article Metrics

 Abstract Views : 0 times
 PDF Downloaded : 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Nurwiyoto Nurwiyoto

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

INDEXED BY: 

 

  

 

Jl. W.R. Supratman, Kandang Limun, Kec. Muara Bangka Hulu, Kota Bengkulu, Bengkulu 38119. FMIPA, Universitas Bengkulu

email : konservasihayati@unib.ac.id