Model Respons Penyimak: Membangun Budaya Literasi dan Pendidikan Karakter pada Anak

Tri Astuti(1),
(1) STKIP PGRI Lubuklinggau, Indonesia

Abstract


Anak adalah aset yang tidak ternilai harganya, bukan hanya bagi orang tua namun juga bagi suatu bangsa. Betapa meruginya suatu keluarga, masyarakat, atau bangsa jika mengabaikan tanggung jawab dan pendidikan anak, khususnya pada anak usia dini dan sekolah dasar kelas rendah. Anak pada  usia ini sedang mengalami masa keemasan (golden age), masa di mana gambaran awal manusia menjadi seorang manusia, gambaran kebaikan dan sifat buruk yang didapatkan anak lambat laun semakin tampak jelas berkembang dan akan mewujudkan dirinya. Membangun pendidikan karakter dan budaya literasi sejak usia ini merupakan hal yang sangat penting karena hal ini sama dengan membangun kualitas suatu bangsa dan negara. Peran orang tua dalam keluarga dan guru di sekolah (PAUD, TK, dan SD kelas rendah) menduduki fungsi penting dan harus dapat memfasilitasi anak untuk dapat mengembangkan pendidikan karakter positifnya dan membangun budaya literasinya dengan baik. Terlebih pada masa pandemi Covid 19 ini. Peran orang tua dan guru harus menjadi contoh, figur yang dapat diteladani anak. Pada proses kegiatan pembelajarannya guru harus dapat bersinergi dengan orang tua melalui program pendidikan orang tua (parenting). Model Respons Penyimak adalah salah satu model pembelajaran yang sangat baik diterapkan oleh para orang tua dan guru dalam menanamkan pendidikan karakter dan membangun budaya literasi pada anak. Anak tidak hanya diajak mendengarkan pembacaan cerita, namun diminta juga untuk merespons bacaan yang didengarnya, yaitu bisa berupa kegiatan menceritakan kembali cerita yang didengarnya atau dengan melakukan aktivitas berkarya atau kegiatan lain yang terinspirasi dari cerita yang telah dibacakan.

Kata kunci: membangun, budaya literasi, pendidikan karakter, anak, Model Respons Penyimak


References


Adisusilo, S. (2013). Pembelajaran Nilai-Karakter: Konstruktivisme dan VCT sebagai Inovasi Pendekatan Pembelajaran Afektif. Jakarta: Rajawali Pers.

Anonim. 2019. Konsep Dasar Literasi. https://dispusip.pekanbaru.go.id/konsep-dasar-literasi/. Diakses 14 Oktober 2020.

Astuti, T. (2004). Model Respons Penyimak dalam Pengajaran Apresiasi Sastra Cerita (Pengembangan Model Pengajaran dan Pemilihan Bahan dengan Objek Kajian Cerita Rakyat Sumatera Selatan di SLTP Kota Lubuklinggau. Tesis. Bandung: Univertas Pendidikan Indonesia (UPI).

Beach, R.W. & Marsal, J.D. (1991). Teaching Literature in the Secondary School. Orlando: Harcourt Brace Javanovich, Inc.

Damarjati, D. (2019). Benarkah Minat Baca Orang Indonesia Serendah Ini? https://news.detik.com/berita/d-4371993/benarkah-minat-baca-orang-indonesia-serendah-ini. Diakses 14 Oktober 2020.

Darman, F. (2018). Membudayakan Literasi pada Anak Sejak Dini. https://kantorbahasamaluku.kemendibud.go.id/2018/11/membudayakan-literasi-pada-anak-sejak-dini/. Diakses 14 Oktober 2020.

Davis, R.C. (1986). Contemporary Literary Criticism: Modernism Through Post-Structuralism. New York: Longman.

Gipayana, M. (2010). Pengajaran Literasi. Malang: A3 (Asih Asah Asuh).

Hermanudin. (2018). Peran Literasi dalam Mendukung Bahan Ajar Membaca dan Menulis di Sekolah. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Indonesia (MLI) Cabang Universitas Bengkulu. ISBN 978-623-7074-16-8.

Kominfo. (2018). Teknologi Masyarakat Indonesia:Malas Baca Tapi Cerewet di Medsos. https://www.kominfo.go.id/content/detail/10862/teknologi-masyarakat-indonesia-malas-baca-tapi-cerewet-di-medsos/0/sorotan_media), diakses 14 Oktober 2020.

Kusmiarti, R., Yuniati, I., & Noermanzah. (2020). Improving Student Communication Skills In Learning Indonesian Language Through Collaborative Learning. Retrieved from osf.io/9km3u. International Journal of Scientific and Technology Research, 9(1).

Norton, D.E. (1993). Through the Eyes of a Child, An Introduction to Children’s Literature. Columbus, Ohio: Charles E. Merrill Publishing Co. A Bell & Howell Company.

Nugroho, A. (2018). Nilai Sosial dan Moralitas dalam Naskah Drama Janji Senja Karya Taofan Nalisaputra. Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, Dan Asing, 1(2), 28–42. doi:10.31540/silamparibisa.v1i2.153

Nurgiyantoro, B. (2005). Sastra Anak: Pengantar Pemahaman Dunia Anak. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Nurmawati, N. (2016). Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Novel Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin Karya Tere Liye. Diksa : Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 2(2), 184–197. doi:10.33369/diksa.v2i2.3459

Probst, R.E. (1988). Response and Analysis: Teaching Literature in Junior and Senior High School. Portsmouth: Boynton/Cook Publishers.

Sari, M.H., Susetyo, Noermanzah, Wardhana, D.E.C., Kusumaningsih, D. (2020). Understanding the Level of Students' Reading Comprehension Ability. Universal Journal of Educational Research, 8(5). https://doi.org/10.13189/ujer.2020.080521

Satinem, S., Juwati, J., & Noermanzah, N. (2020). Developing Teaching Material of Poetry Appreciation Based on Students Competency Analysis. English Review: Journal of English Education, 8(2), 237. doi:10.25134/erjee.v8i2.2707

Tan, P. (2020). Minat baca Orang Indonesia Paling Rendah di Dunia karena Tak Ada Akses dan Kesempatan. https://www.konde.co/2020/03/minat-baca-orang-indonesia-paling.html. Diakses 14 Oktober 2020.

Zuchdi, D. (2008). Humanisasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Zulhan, N. (2010). Pendidikan Berbasis Karakter. Surabaya: JePe Press Media Utama.


Article Metrics

 Abstract Views : 0 times
 PDF Bahasa Indonesia Downloaded : 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.