Main Article Content

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi instruksional guru pada siswa tunagrahita jenjang SDLB dalam meningkatkan kemandirian siswa di SLB Pelita Hati Pekanbaru. Keterbatasan pada fungsi intelektual mengakibatkan anak tunagrahita kesulitan dalam mengurus, merawat, dan menolong diri, sehingga anak memerlukan bimbingan intens dalam meningkatkan kemandiriannya. Guru yang mengajar siswa tunagrahita di SLB Pelita Hati menggunakan komunikasi instruksional yang disesuaikan dengan kondisi siswa agar menjadi pribadi yang mandiri melalui bimbingan guru dalam pelajaran Bina Diri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Adapun subyek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru yang mengajar siswa tunagrahita, dan wali murid, dipilih berdasarkan persyaratan tertentu dengan teknik purposive. Penelitian dilakukan dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi serta dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan mengumpulkan data, mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode komunikasi instruksional yang digunakan guru adalah metode praktek, individual, dan ceramah dengan menggunakan media konkrit/ alat praga dan media gambar. Hambatan komunikasi instruksional yang terjadi berupa hambatan komunikan, hambatan komunikator, dan hambatan pada media.

Article Details

How to Cite
Situmorang, V. M. (2024). Komunikasi Instruksional Guru Pada Siswa Tunagrahita Jenjang SDLB Dalam Meningkatkan Kemandirian Siswa di SLB Pelita Hati Pekanbaru. Jurnal Kaganga: Jurnal Ilmiah Sosial Dan Humaniora, 8(1), 1–10. https://doi.org/10.33369/jkaganga.8.1.1-10