Main Article Content

Abstract

Artikel ini membahas bagaimana faktor sosial dan budaya berpengaruh terhadap tradisi sekaten yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Library Research, yang artinya penelitian tersebut dilakukan dengan cara mengkaji dan menganalisis literatur yang ada dan memiliki relevansi. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa di dalam tradisi sekaten terdapat unsur bahasa diantaranya bahasa Jawa dan Arab. Hal tersebut dikarenakan Sunan Kalijaga membekali dirinya dengan ilmu budaya Jawa, termasuk bahasa, serta dua kalimat syahadat yaitu syahadat tauhid dan syahadat para rasul yang berbahasa Arab disertai terjemahan ke dalam bahasa Jawa dan Indonesia. Pendiri dari Sekaten ini merupakan para penyebar Islam yang pada waktu itu disebut Sunan atau Wali Songo. Tradisi sekaten dapat dikaji dari sudut pandang teori gagasan budaya, karena aliran dan perkembangan yang terjadi dalam tradisi ini sebagaimana yang terjadi di masyarakat. Tradisi ini juga termasuk ke dalam struktur sosial, dimana budaya suatu masyarakat terdiri dari seluruh pengetahuan dan kepercayaan yang perlu dianut suatu masyarakat agar dapat diterima oleh masyarakat tertentu. Hal ini membuat tradisi sekaten dapat diterima oleh masyarakat umum, terutama terbukti dengan adanya umat Islam yang menyebarkan dakwah Islam dengan cara adat ini. Sehingga dapat disimpulkan bahwa faktor sosial dan budaya memang benar berpengaruh terhadap tradisi sekaten yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Article Details

How to Cite
Yasir, H. Y. (2024). Pengaruh Faktor Sosial dan Budaya Terhadap Tradisi Sekaten di Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Kaganga: Jurnal Ilmiah Sosial Dan Humaniora, 8(1), 74–82. https://doi.org/10.33369/jkaganga.8.1.74-82