Main Article Content

Abstract

Abstrak :


Kelangkaan gas elpiji 3kg yang terjadi di Indonesia pada awal 2025 memicu polemik di tengah masyarakat. Kebijakan pemerintah yang melarang penjualan gas elpiji 3kg dalam tingkatan  para pengecer dari mulai tanggal 1 Februari 2025 dianggap memperburuk keadaan, cara memaksa masyarakat antri panjang di tempat pangkalan resmi dengan harapan mendapatkan gas elpiji yang semakin har semakin langka. Artikel ini bertujuan untuk menelaah apakah kelangkaan tersebut merupakan krisis distribusi atau bagian dari dinamika politik. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif terhadap kebijakan distribusi gas elpiji 3kg dan dampaknya terhadap masyarakat. Hasil analisis menunjukkan bahwa kebijakan tersebut menimbulkan dampak signifikan terhadap masyarakat golongan bawah, terutama rumah tangga berpenghasilan rendah dan pelaku usaha mikro yang secara keseluruhan menggantungkan aktivitas sehari-hari pada gas bersubsidi. Kesimpulan dari artikel ini adalah perlunya evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan distribusi gas elpiji 3kg untuk memastikan keadilan dan efisiensi dalam penyalurannya.

Article Details

How to Cite
farid, amar, al hamid, rizal, & Rif’at Syauqi, M. (2026). "Menelaah Kelangkaan Gas Elpiji3kg “krisis atau permainan politik?”. Jurnal Kaganga: Jurnal Ilmiah Sosial Dan Humaniora, 9(2), 103–115. https://doi.org/10.33369/jkaganga.9.2.103-115