Isi Artikel Utama
Abstrak
Pengabdian di Taman Wisata desa Rindu Hati melibatkan komponen akademis yang terdiri dari dosen dan mahasiswa.Pelaksanaan ini berupa saling tukar pikiran dan diskusi antara pamong desa dan dosen serta mahasiswa.Pengabdian ini tentang wisata yang ada di desa Rindu Hati yang membutuhkan revitalisasi. Revitalisasi berupa penanaman kembali tanaman hias dan pikiran untuk tetap menjaga semangat warga dan pamong desa untuk tetap menghidupkan kegiatan wisata terutama di Taman Wisata desa Rindu Hati. Wisatawan dapat merasakan dan menikmati secara utuh alam dan sosial budaya di desa tersebut. Dari pertimbangan tersebut, maka diadakan sosialisasi tentang “Pengembangan Desa Rindu Hati Sebagai Desa Wisata Kerakyatan Berkelanjutan Di Kabupaten Bengkulu Tengah”. Dari kegiatan tersebut tujuan yang ingin dicapai adalah: 1. Untuk dapat mengembangkan kepariwisataan yang berbasis masyarakat dan berkelanjutan. 2.Memberikan manfaat kepada masyarakat, yaitu dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dengan objek pariwisatanya dan memproduksi makanan yang berbahan baku dari daerah/desa sehingga ekonomi pedesaan bergeliat. 3. Dapat menjaga kelestarian Desa Rindu Hati dan untuk menghindari alih fungsi lahan yang tidak terkendali.
Kata kunci: miana, glamping, bumdes
Rincian Artikel
Hak Cipta (c) 2024 Widodo Widodo, Hindarto Kanang Setyo, Sumardi, Husna Muhimmatul

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish in this journal agree with the following terms:- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 (CC BY-SA) that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
- This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Referensi
-
Hakim, R dan H. Utomo. (2003). Komponen Perancangan Arsitektur Lansekap. Jakarta : Bumi Aksara.
Lestari, N., & Wahyuningsih, N. 2012. Peramalan Kunjungan Wisata dengan Pendekatan Model Sarima (Studi Kasus: Kusuma Agrowisata). Jurnal Sains dan Seni ITS, 1(1), A29-A33.
Kemenparekraf. 2023. Desa Wisata Glamping Rindu Hati. https://jadesta.kemenparekraf.go.id/ desa/glamping_rindu_hati
Radarbengkulu. 2022. Dosen-Dan-Mahasiswa-Fakultas-Pertanian-Membuat-Rainbow-Vertikal-Garden-Di-Desa-Wisata-Rindu-Hati. https://radarbengkulu.disway.id/read/ 654366/dosen-dan-mahasiswa-fakultas-pertanian-membuat-rainbow-vertikal-garden-di-desa-wisata-rindu-hati
Tabalubun, E.M. 2013. Efek Analgesik Infusa Daun Iler (Coleus atropupureus L. Benth) dengan Metode Rangsang Kimia pada Mencit Betina . Skripsi. Universitas Sanata Dharma. Yogyakarta.
Referensi
Lestari, N., & Wahyuningsih, N. 2012. Peramalan Kunjungan Wisata dengan Pendekatan Model Sarima (Studi Kasus: Kusuma Agrowisata). Jurnal Sains dan Seni ITS, 1(1), A29-A33.
Kemenparekraf. 2023. Desa Wisata Glamping Rindu Hati. https://jadesta.kemenparekraf.go.id/ desa/glamping_rindu_hati
Radarbengkulu. 2022. Dosen-Dan-Mahasiswa-Fakultas-Pertanian-Membuat-Rainbow-Vertikal-Garden-Di-Desa-Wisata-Rindu-Hati. https://radarbengkulu.disway.id/read/ 654366/dosen-dan-mahasiswa-fakultas-pertanian-membuat-rainbow-vertikal-garden-di-desa-wisata-rindu-hati
Tabalubun, E.M. 2013. Efek Analgesik Infusa Daun Iler (Coleus atropupureus L. Benth) dengan Metode Rangsang Kimia pada Mencit Betina . Skripsi. Universitas Sanata Dharma. Yogyakarta.